
Alhamdulillah.....kabar kami baik sayang,kamu kapan main ke rumah lagi??? Papi kangen pangsit goreng bikinan kamu loh"jawab Ratih yang saat itu menggenggam erat tangan Disa.
Eheummm...." Anggia mengalihkan obrolan mereka yang asik melupakannya.
"Eh...ini kenalin Bu,,,dia sahabat baik aku,Anggia...ini ibu Ratih....orang baik yang sering kasih bantuan buat aku dan adek panti..."ucap Disa dengan semyum manis yang tak pernah pudar.
"Ratih....calon mertua Disa...."ucap Ratih dengan senyuman yang tak kalah sumringah, Disa mendengar kata b"calon mertua" tak dapat menelan Saliva nya dia gugup mendapatkan pelototan dari Anggi yang terlihat shock saat itu.
"A.... Anggia Tante....salam kenal,aku sahabat Disa"ucap Anggi mengenal kan dirinya.
"Owh iya Disa kedatangan Mami kemari mau ketemu sama pengasuh kalian, Mami mau membicarakan sedikit hal penting...."ucap Ratih pada Disa dan Disa pun paham dan segera memanggil Cindy dan membiarkan kedua wanita itu berbincang.
Anggia menarik tangan Disa dan membawanya nta ke taman belakang panti, mereka duduk berdampingan dalam diam dan memandang ke arah depan.
__ADS_1
"Lu...beneran mau bungkam???sampai kapan???"ucap Anggi tanpa ekspresi.
"Nanti ketika gue sendiri sudah gak bingung lagi,bakal gue ceritain kok,apapun itu"jawab Disa yang tak mengalihkan perhatian nya dari bunga matahari yang tumbuh setinggi dirinya itu.
"Oke gue tunggu penjelasan elu,,,,gue mau pulang udah sore juga,,,,,tadi gue bawa beberapa alat sekolah,dan makanan yang letakin di meja dapur....gue pamit..."ucap Anggi berdiri dan beranjak pergi.
"Ngii..."panggil Disa dan Anggi pun menoleh.
"Thank you .... for everything, thank you for your understanding and thank you for wanting to be my best friend, I promise I will tell you about everything, but later ...🙏🙏🙏 when all is clear and I'm ready. Thank you my friend, I love you...
Disa pun hendak menghampiri kedua wanita yang tampak akrab di sofa ruang tamu tersebut.
"Saya berharap...jeng Cindy cepat memberikan kabar baik buat saya,,,"ucap Ratih yang tersenyum hendak berpamitan.
__ADS_1
"In Sha Allah....nyonya...saya akan kabari secepatnya setelah berbicara kepada Disa nanti,dan semoga apapun jawaban Disa nanti adalah yang terbaik buat dia...."jawab Cindy tersenyum bahagia.
"Eh.... Disa... Mami pamit ya,,Kamu yang gantian Mami tunggu di rumah ya sayang,,,,selamat sore"sapa Ratih mengelus pucuk kepala Disa yang baru saja akan menyapa nya.
"Pak bawa bingkisan tadi masuk,,,semua ya pak"ucap Ratih kepada sopir pribadinya dan segera di beri anggukan dan sang sopir meletakkan beberapa paper bag dan kantong plastik besar berisi kebutuhan sehari hari.
"Ya Allah...nyonya....kenapa banyak sekali,kami benar benar berhutang Budi,.....kami sangat berterima kasih nyonya"ucap Cindy dengan terus mengalami tangan Ratih.
"Bu....makasih ya.... Disa sungguh mengucapkan terimakasih"ucap Disa dengan tatapan sendu.
"Gak perlu berterimakasih... Mami suka berbagi dengan mu dan adek adek mu,di nikmati ya...kalo butuh apa apa telfon Mami....jangan sungkan...oke sayang???? Mami pamit Assalamualaikum..."ucap Ratih dengan mengelus rambut Disa dengan senyuman hangat yang menandakan bertapa ia menyayangi Disa.
Dia berharap Disa lah menantu yang akan jadi menantu masa depan nya.
__ADS_1
maaf ya temen temen kali ini cuma bisa uo dikit karena aku lagi gak enak badan,semoga para reader di beri kesehatan ya...
terimakasih....🙏🙏🙏😘