
Pagi itu.....
Seorang wanita yang tak muda lagi tapi masih terlihat sangat cantik turun dari mobilnya,menuju sebuah toko kue yang agak ramai di pagi itu.
"Selamat pagi.....sel..... nyonya...!!"sapa Disa kaget dengan mata membulat meliha wanita cantik paruh baya yang tersenyum pada nya.
"Eh....maaf selamat datang di Dissert Heart nyonya.... silahkan ada yang nyonya inginkan"sapa Disa memperbaiki sapaan yang tadi terpotong.
Sambil tersenyum manis tentunya, entah kenapa wanita itu tersenyum senang melihat wajah Disa pagi itu.
Disa mengangkat alisnya bingung, karena orang yang pernah ia tolong memandang nya dengan senyuman ramah dan sangat hangat.
"Emh.....saya mau Dissert box yang avocado coklat cheese sama strawberry soft cake box itu,masing masing 10 ya Disa...."ucap sang nyonya Ratih.
"Baik nyonya ..... segera siap silahkan di tunggu"jawab Disa segera mengepak pesanan,pagi itu memang cukup ramai,banyak anak sekolah sarapan di situ dan pekerja kantoran yang menyempatkan memakan'roti dan coklat panas serta kopi yang ada di toko roti yang menyerupai cafe itu.
Dissert Heart memang cukup terkenal,chef nya sendiri adalah seorang pria tampan berusia 30 tahun bernama Nick Carter Wijaya. Seseorang yang hangat dan tidak pernah kasar terhadap pegawai nya. Berbeda jauh dengan sosok Prabu Sastra Pradja.
"Silahkan nyonya..... semuanya Rp********"ucap Disa memberikan dua buah paper bag besar kepada ibu Ratih.
"Ini Disa,,,,"Ratih mengacungkan kartu nya dan di bawa ke meja kasir oleh Disa, setelah selesai menggunakan, Disa menyerahkan kan kembali kartu itu dan tidak lupa berterima kasih.
"Silahkan kartunya,,,,,dan terimakasih atas kunjungan nya nyonya....."ucap Disa.
Ratih langsung memeluk Disa dengan hangat,disa seketika bingung dan diam dengan gugup membalas pelukan sang nyonya.
"Nyonya sudah tidak apa apa kan???ada yang sakit???"tanya Disa sebelum menjawab dari arah belakang pemuda pemilik toko roti tersebut mendekat dan menautkan alis bingung.
"Maaf....ada... Tante????"sapa Nick pada sang bibi yang adalah kakak dari ayah nya yaitu tuan Wijaya.
"Dasar keponakan durhaka....sudah berapa lama kamu di Indonesia huh????kenapa tidak mengunjungi Tante mu ini???sudah lupa kau?siapa yang menjaga mu saat kedua orang tua mu di luar negeri???"cerca Ratih pada sang keponakan,yang di buat buat Nick hanya bisa tersenyum dan memeluk sayang pada tante kesayangan nya itu, pasalnya dia tak akan bisa melawan.
"Unchhhh......tante ki ini manis bgt seh...."goda Nick dan Disa semakin kikuk,menjauh tapi sebelum berbelok Ratih mencekal lengan Disa"Nick tante suka sama Disa...."cletuk sang tante sambil mengelus pipi Disa, Disa yang kebingungan hanya bisa tersenyum aneh saat itu. Sedangkan Nick menautkan alisnya lalu tersenyum.
"Kalo tante suka,,,,bungkus bawa pulang"jawab Nick dengan kekehan. Disa hanya melongo melihat senyuman manis Nick.
"Eh....emang nya saya roti chef mau di bungkus segala"jawab Disa menggaruk kepalanya.
"Dia memang akan tante bawa pulang,suatu saat nanti Nick....tante yakin itu..."jawab Ratih dan Nick hanya mengangguk dan tersenyum, sedangkan Disa hanya diam melongo tak paham dengan maksud dua orang di depannya itu.
Disa melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Nick mengantarkan sang tante sampai halaman toko nya.
"Hati hati di jalan Tante,salam untuk om Andi, mika dan si Prabu Sombong itu... hehehehe"kekeh Nick yang memang tak pernah akur dengan sepupu laki lakinya itu.
"Ish....kamu tu,,,, sombong gitu dia anak tante Nick....ingat itu"jawab sang tante dan mereka pun berpisah di area parkir.
Di tempat lain.....
"Aldo....apa jadwal saya siang ini???"tanya Prabu yang sedang fokus menatap layar komputer nya.
"Siang ini utusan dari perusahaan xxxxxxxxxxx akan datang dan membicarakan kontrak kerjasama tuan"jawab sang asisten sekaligus sekertaris nya itu.
"Oke kamu boleh kluar,,,,"jawab Prabu tak mengalihkan pandangannya dari komputer nya.
"Emmm.....maaf tuan,tadi nyonya besar menitipkan beberapa makanan penutup untuk tuan"ucap Aldo Prabu menoleh dan menautkan alisnya.
__ADS_1
"Mami kesini???kapan???"tanya Prabu heran.
"Tadi saat tuan sedang meeting dengab beberapa kepala bagian"jawab Aldo.
"Oke,,,, tinggalkan di situ,nanti saya makan...."jawab Prabu dan Aldo segera meletakkan paper bag titipan sang nyonya di atas meja dan berlalu keluar ruangan.
Kembali ke toko roti....
"Kamu kenal tante saya di mana dis???"tanya Nick sembari mengelap tangan dan membuka aprone nya.
"Ahh...saya beberapa hari yang lalu tidak sengaja'bertemu beliau,di taman dekat rumah saya chef...saat itu beliau sedang kesakitan di area dada gitu chef...."jelas Disa sopan kepada sang atasan.
Nick mengangguk paham,dan tersenyum menepuk punggung Disa,sembari keluar dari arah dapur menuju ruangan nya.
Disa keluar,saat bertepatan dengan datang nya gadis cantik dan modis masuk ke toko itu, seperti mencarinya sesuatu.
"Selamat siang kak.... selamat datang di Dissert Heart....ada yang bisa saya bantu???"tanya Disa pada sang gadis itu.
"Selamat siang mba....aku mau satu roti awan dan satu coklat panas..."jawab gadis itu singkat.
"Baik kak.... semuanya Rp******** kak"ucap Disa lagi.
"Oke...."jawab si gadis yang adalah Mikaila adik dari Prabu dan anak dari Ratih.
"Silahkan kak, mohon di tunggu sebentar"ucap Disa ramah sembari mengembalikan kartu kepada mika dan mika pun tersenyum menatap Disa yang cantik dengan tubuh mungil itu.
Tak lama Disa mengantarkan pesanan mika yang ada di meja ujung jendela.
"Silahkan di nikmati....."ucap Disa sembari menghidangkan pesanan mika tadi.
"Sama sama....mari"jawab Disa dan segera berlalu. Karena siang itu adalah saatnya Disa pulang bergantian shift dengan pegawai lain, Disa pamit kepada bos dan karyawan lain nya.
Mata mika memperhatikan Disa yang mengambil sepeda butut dan mengayuh dengan penuh semangat hingga hilang di tikungan.
"Masih ada aja ya....cewek se sederhana itu,"gumam nya sambil meminum coklat panas yang tak panas lagi.
Keesokan pagi nya kebetulan adalah jatah libut Disa di toko roti, dan dia sudah berjanji pada Anggi ketika libur akan bersenang senang bersama Anggi di mall.
Tin...tin.....
Suara klakson mobil Anggi yang terparkir rapi di teras panti.
"Bu.... Disa jalan dulu ya sama Anggi,,,,"pamit Disa pada sang pengasuh.
"Iya nak,,,hati hati di jalan"ucap ibu panti yang sangat menyayanginya.
Disa dan Anggi sampai di mall besar kota Bandung.
"Kita makan dulu ya dis,gue gak sempet sarapan tadi"ucap Anggi yang sudah melingkarkan tangan nya ke lengan Disa.
"Lah,,,,,bangun jam berapa lu???udah jam sepuluh baru mau sarapan,gak baik tauk....yaudah kita cari makan aja dulu"ucap Disa dan Anggi hanya nyengir sedari tadi.
Sesampainya di food court pilihan mereka,yang berhadapan dengan caffe yang agak mewah dalam mall Anggi memesan sesuatu."oke....aku ini aja minum nya ini mba...kalo lu mau apa dis???"tanya Anggi pada sahabat nya itu.
"Gue Thai tea aja mbak,tanpa gula dan sedikit es ya mba....gue udah sarapan tadi nggi"ucap Abel sembari memberikan buku menu pada pelayan food court.
__ADS_1
Tiba tiba.....
"Dis.....lu liat laki laki ber jas navi itu???"tanya Anggi sambil menunjuk ke arah pria yang sibuk dengan gawai nya, mengenakan jas navi dan kemeja senada sedang duduk di caffe mewah seberang food court.
Disa menoleh sekilas tak perduli,kembali mengalihkan perhatian nya pada lukisan mural yang ada di dinding food court.
"Gue suka sama laki laki ber has dan ber tampang dingin kek dia dis....unch....sexy gitu diliat nya...."ucap Anggi yang tersenyum dengan tingkah sahabatnya itu.
"Owh iya dis....impian lu apa seh???cita cita lu???gitu..."tanya Anggi pada Disa yang fokus menyeruput minumannya.
"Ah....gue???emmm...."sambil mengetuk dagu Disa berfikir...."sebenarnya cita cita gue adalah menjadi seniman seni rupa, seperti ngelukis,bikin patung,,,,tapi gue juga kadang pen jadi penulis,kek nya asik gitu... hehehehe....tapi.....semakin kesini,gie buang jauh jauh impian gue itu, karena gue punya impian Yang baru..... "Jawab Disa dan Anggi mengangguk.
"Terus apa impian baru lu???"tanya Anggi sembari melahap makanan yang ada di depannya.
"Impian baru gue???jan ketawain yah.....huft.... impian baru gue adalah menikah dengan CEO kaya raya sayang sama gue dan adik adik gue di panti,juga Bu Cindy..."ucap Disa tersenyum menerawang dan kembali terkekeh menghadap Anggi yang geleng geleng kepala dengan impian Absurd Disa.
"Gila impian lu....halu bgt....tapi sebagai sahabat yang baik....gue aminin oke....."jawab Anggi yang nyengir dengan memamerkan deretan giginya, Disa pun tertawa renyah dengan tingkah sahabatnya itu.
Selesai makan mereka berlanjut akan bermain dan belanjaan Anggi tentunya dan saat keluar dari food court tiba tiba,
Brukk...
"Aw...."pekik Disa dan seseorang bersamaan.
"Kalo jalan pak...kamu...????kamu lagi kamu lagi....dasar cewek pembawa sial,dimana saya ketemu kamu pasti saya kena sial,,,minggir...."bentak sang pemuda yang teryata adalah Prabu Sastra Pradja seseorang yang memang sudah beberapa kali tak sengaja di tabrakannya. Disa pun takut menunduk dan berulang kali meminta maaf, karena Disa adalah anak yang paling benci ketika di bentak,dia akan ketakutan dan pasti akan menangis.
"Eh...om jaga ya bicara nya,teman saya kan udah minta maaf,lagian kan situ yang jalan gak pake mata,ditu jalan sambil ngobrol...jadi gak sepenuhnya salah temen saya"bentak Anggi tak mau kalah.
"Apa kamu bilang???om??kapan saya menikah dengan tante kamu???"ucap Prabu membentak.
""Lah emang situ om om kan"ucap Anggi tak mau kalah.
"Nggi udah....."sembari menggoyang lengan Anggi Disa sekuat tenaga menahana air mata nya agar tak terjatuh.
"Ma... maafkan saya Pak,saya kurang lihat lihat....permisi..."ucap Disa ramah dan menarik Anggi yang terus merancau.
Di dalam toilet.
"Dis.....lu apa apaan seh???kenapa lu minta maaf sama om om brengsek itu??"rancau Anggi marah marah di depan kaca sambil bersedekap.
"Lu pasti nangis.....udah jangan nangis....gue di sini ada buat elu,,,nyesel gue...muji tu cowok ...emang ganteng seh,tapi brengsek..."ucap Anggi dengan memeluk Disa.
"Gu...gue cuman kaget aja kok nggi,,,,lu tau gue udah tiga kali ketemu sama tu Bapak....tapi,,,,ya gini dengan adegan tabrakan.... pertama kali gue melamun pas berangkat ke cafe,ke dua gue nabrak dia dicafe pake coffelate,dannn..... sekarang....gue gak abis pikir"ucap Disa menghela nafas beratnya.
"Wuahhhhhhhh.....jangan jangan kalian jodo dis..."bro Anggi yang langsung dapat tepokan jidat oleh Disa.
Plok....
"Kalo ngomong jangan ngaco,,, omongan adalah doa,lu jahat bgt doain gue....bisa gila gue kalo jodoh gue model dia...."jawab Disa sambil keluar dari pintu toilet.
Sedangkan di tempat lain....
"Cepetan Aldo....jangan sampe kita ketemu cewek sial itu lagi,,,,,bisa tambah sial gue"ucap Prabu pada sang asisten.
"Jangan terlalu membenci bos..... bahaya'....bisa cinta nanti"ucap Aldo pada sang bos.
__ADS_1
"Aldo....lu minta gue kirim ke cabang Nigeria???"ancam Prabu pada Aldo, seketika Aldo berjalan mendahului membuka mobil untuk sang atasan.