SuamI Arogan & Istri Pengertian

SuamI Arogan & Istri Pengertian
Capt 17


__ADS_3

Rombongan mempelai Pria telah sampai di Masjid depan panti asuhan Kasih Bunda yang akan di jadikan tempat pengikatan Janji suci Disa dan Prabu yaitu Ijab Qobul.


Mempelai Pria sudah siap di depan penghulu dan wali hakim pun sudah siap.


Rombongan Disa yang baru saja keluar dari rumah menyita perhatian semua orang yang ada di dalam masjid,yang adalah keluarga besar Prabu dan para tetangga Disa tak terkecuali Hendra.


Disa memang terlihat mamgklingi, berjalan dengan di dampingi sahabat dan ibu asuh nya Prabu tak menoleh sedikit pun ketika para tamu yang tadinya duduk tenang,ketika melihat Disa mereka takjub dan juga kagum.


Disa duduk rapi di samping Prabu, Prabu yang tak tertarik pada awalnya kaget dan kembali menoleh dengan wajah tekagum dengan penampilan Disa,tapi bukan Prabu kalo dia tak merubah dengan cepat ekspresi nya.


Disa yang masih saja gugup masa bodoh dengan sikap Prabu, Aldo yang menyadari tingkah bos nya hanya tersenyum geli.


Sedangkan Mami Ratih dan Micka yang sejak tadi melihat ekspresi Prabu yang sok cool dan sombong hanya bisa terkikik geli.


Akad pun dilaksanakan dengan hikmat, Disa menetes kan air matanya ketika Prabu dengan lantang dan dalam satu tarikan nafas mengucapkan Ijab Qobul nya.


Semua yang ada di dalam masjid tersenyum haru, apalagi Ratih yang menangis tersedu karena bahagia yang ia rasakan. Tapi tidak dengan Hendra yang sedari tadi diam mematung memandang Disa penuh kekecewaan.


Kedua mempelai bergantian menyematkan cincin pernikahan,dan selanjutnya Disa mencium punggung tangan Lelaki yang saat ini sudah sah menjadi suaminya, begitu pula Prabu yang mengecup dahi Disa yang kini resmi menjadi istrinya.


Jantung Prabu berdetak lebih kencang dari biasanya,ada perasaan aneh yang menjalar tapi segera di tepisnya hal itu.


Usai acara sungkeman, mereka menyempatkan diri menerima ucapan selamat dari para tamu yang merupakan keluarga dekat Prabu dan tetangga dekat Disa,hingga pukul dua siang semua selesai, Disa yang saat itu juga akan di bawa oleh mertuanya ke kediaman Sastra Pradja tak melepaskan pelukannya pada Cindy dan adik adik nya.


"Udah ya dis,,,,kamu kan udah jadi istri sekarang,,,gak boleh gini ah,ingat jaga martabat suami dan keluarga mu,jaga perasaan mertua dan sodara sodara mu di sana,jangan pernah membuat malu ataupun ber sikap egois dalam berumah tangga, ibu dan adek adek mu sll mendoakan yang terbaik ya sayang"ucap Cindy di sela tangisan yang tertahan dia sebenarnya begitu berat melepaskan Disa,tapi dia juga menginginkan kebahagiaan Disa.


"Hiks.....hiks.....hiks...... Disa boleh main ke sini kan Bu???"ucap Disa di sela tangisan nya.

__ADS_1


"Tentu saja,,,,pintu rumah ini terbuka lebar untuk mu sayang,,,"ucap Cindy menenangkan.


Tuan,nyonya dan nak Prabu.....saya memohon.... bimbing Disa dan tuntun dia agar menjadi istri yang baik di keluarga kalian kelak,maafkan dia ketika dia tak sengaja teledor,Dan ketika nak Prabu sudah tidak mencintai nya,,,,jangan pernah sakiti Disa, kembalikan saja Disa pada kami, karena pintu panti akan selalu terbuka untuk nya."ucap Cindy dan di beri gelengan oleh Ratih. Anggia yang sejak tadi diam hanya mampu menahan tangis nya, sahabat satu satunya telah menikah dan akan mempunyai kehidupan baru,dia bahagia tapi ada sedikit ketidak ikhlasan nya melepas Disa.


Disa di bawa oleh suami dan mertuanya, dia satu mobil dengan Prabu dan duduk di jog belakang dengan Aldo yang menjadi supir nya.


Iringan pengantin meninggalkan panti, histeris adik adik Disa yang begitu kehilangan, Disa hanya bisa menahan tangis dan memandang keluar jendela mobil yang melaju itu.


Prabu.....dia hanya diam, sesekali melirik ke arah Disa yang tampak lemas tapi tak mengeluarkan sepatah kata pun hanya memainkan ponsel nya.


Aldo yang menjadi supir saat itu curi pandang kepada sepasang pengantin bisu di belakang nya,dia heran pada sang bos yang juga sahabat nya itu,kenapa dia kembali bersikap dingin dan tak punya inisiatif untuk sedikit menenangkan Disa yang memilih duduk agak jauh dari nya,ya duduk di dekat pintu tepat nya.


45 menit kemudian, Disa tiba di istana megah Sastra Pradja, Disa yang masih mematung di dalam mobil pengantin di kejutkan dengan tepukan sang ibu mertua di pundaknya,sang ibu mertua menggandeng menantu kesayangan nya itu erat.


Saat mereka masuk ke kediaman Sastra Pradja Disa di sambut oleh para pelayan di situ, Disa di antar memasuki kamar nya,yang benar adalah kamar Prabu yang saat ini menjadi suaminya.


Ceklek......


Suara pintu terbuka mengagetkan Disa yang sedang melepas aksesoris di kepalanya,dia refleks bangun dari posisi nya dan menudukan kepala nya.


"Maaf tuan,,,saya.....saya lancang duduk"ucap Disa gugup melihat tatapan Prabu yang sulit di artikan,


Prabu hanya diam melewati Disa dan segera masuk ke kamar mandi.


Disa hanya mengelus dada nya,dia amat kaget melihat Prabu masuk ke kamarnya tapi apa boleh buat,ini rumah nya mereka juga sudah sah, Disa tak dapat protes.


Usai melepaskan semua hiasan yang ada di rambut nya, Disa menghapus make up yang sejak tadi membuat nya tak nyaman,

__ADS_1


Disa menghapus makeup nya hingga bersih, membersihkan kuku nya dari kutek cantik yang Anggi buat pagi tadi,


Bersamaan dengan itu Prabu kluar dari kamar mandi,dengan pakaian casual nya Disa tak berani memandang ataupun melirik.


Dia hanya berani meminta ijin untuk menggunakan kamar mandi dan setelah di beri izin secepat kilat dia berlari masuk ke kamar mandi dengan pakaian ganti dan handuk yang dia peluk erat sejak tadi.


Butuh waktu 30 menit untuk Disa menyegarkan tubuhnya, Disa pun keluar dengan baju rumahan yang sudah mertuanya siapkan untuk nya, dress navi selutut dengan lengan pendek tanpa kerah,membuat nya cantik meski tanpa make up,dia hanya memakai skincare yang mertuanya siapkan untuk nya juga.


Prabu yang mendengar pintu kamar mandi terbuka segera menoleh dan lagi lagi,dia terkejut dengan tampilan Disa saat ini,dia seperti selalu kaget dengan bertapa cantik nya Disa yang natural.


Rambut yang basah tertutup handuk memperlihatkan leher mulus putih yang menggoda iman, hanya menelan Saliva yang bisa Prabu lakukan dia membuang pandangannya ke segala arah mengalihkan perhatian nya agar tak terfokuskan pada gadis mungil cantik yang sedang menggosok rambutnya itu.


Tok...tok...tok....


"Pengantin baru.....ayo kita makan dulu,,,,jangan di kamar terus... hehehehe"goda Ratih di balik pintu, Disa yang mendengar hal itu dengan sigap membuka pintu dan tersenyum kepada mertuanya.


"Eh...menantu mami udah seger nih,ayo turun makan nak.... Papi dan Micka udah nunggu"ucap Ratih tersenyum sumringah.


"Iya Bu... Disa sisiran dulu,,,"ucap Disa yang langsung mendapat tatapan tajam dari sang mertua.


"Disa....kamu ini udah menjadi menantu di rumah ini, jadi biasakanlah panggil Mami dan Papi....oke"ucap Ratih lembut dan Disa pun mengangguk setuju.


Setelah Ratih turun Disa menyisir rambut nya yang masih agak basah, setelah rapi dia menoleh ke arah suaminya.


"Ma...maaf tuan,tadi...ibu tuan menyuruh kita turun untuk makan"ucap Disa takut pada seseorang yang sekarang menjadi suaminya itu, Prabu hanya memandang Disa dan turun dari ranjang nya menuju pintu, Disa hanya mengekori nya dalam diam.


Mereka berdua turun beriringan ke lantai utama, karena ruang makan memang terletak di lantai bawah dekat dapur rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2