
Hari Rabu pun tiba.....
Hari ini dimana Disa berjanji akan menmani Anggi menonton basket di kampus Anggi.
Setelah Disa siap dan berpamitan kepada ibu panti, Disa pun berangkat bersama Anggi.
"Gue ke toilet dulu,,,,lu tunggu di sini ya..."ucap Anggi dengan berlari menuju toilet, Disa pun duduk di kursi panjang koridor kampus yang terlihat ramai hari itu.
"Asik bgt ya kalo bisa ke kampus tiap hari, belajar,ke perpustakaan,dan liat event event tertentu kek gini"gumam Disa dalam hati dengan memandang sekitar kampus, meski banyak para mahasiswa yang berlalu lalang memandang Disa kagum dengan kecantikan alaminya,ada pula yang melirik sinis.
Disa hanya bisa menunduk menghindari tatapan tatapan aneh yang di tujukan pada nya.
Sampai saat matanya menatap sosok pemuda tampan dengan kacamata coklat yang berjalan gagah dengan memainkan ponselnya, seketika Disa menegang di tempat nya dan coba menutupi muka nya dengan selebaran kampus.
"Gawat....ada orang itu,"gumam Disa dengan menutup mukanya.
Disa semakin panik seseorang yang sangat ia hindari itu tiba-tiba berhenti di depan nya,tampak mengangkat telfonnya.
Disa yang semakin takut panik karena melihat Anggi yang berjalan mendekat tanpa menoleh bermain ponsel nya. Disa menutup matanya rapat sambil sesekali mengintip dan dia bernafas lega ketika orang yang paling ia hindari itu berjalan dan melewati Anggi,dan teryata Anggi gak ngeh dengan kehadiran orang itu, Padahal riuh saat itu.
Tapi teryata seseorang yang berjalan di samping lelaki tadi memperhatikan Disa dan tersenyum pada Disa, seketika Disa tersenyum kikuk dan menutup muka nya kembali sampai Anggi menepuk punggung nya dan segera menariknya ke lapangan basket yang terdapat di salah satu ruangan yang ada di kampus besar itu.
"Lu kenapa sih....kek abis liat setan"tanya Anggi bergelayut di lengan Disa.
"Eng....nggak papa kok,,,,,yuk jalan"ucap Disa yang tak mau membahas apa yang tadi ia lihat.
Suara sorak Sorai sudah memenuhi lapangan basket yang sangat luas dan elit itu,dengan yel yel yang menyerukan nama para pemain yang akan hadir.
Riuh semakin tak bisa terbendung ketika kesepuluh pemain inti masuk ke dalam dan mata Disa membulat sempurna melihat salah satu dari kesepuluh pemain itu adalah atasannya iya atasan nya di toko roti yaitu Nick Carter Wijaya .
Anggi juga tak kalah heboh melihat para pria tampan dengan sejuta pesonanya. Dia menepuk nepuk keras lengan Disa Karena melihat para pria tampan berjajar di lapangan basket siang itu Disa kembali terkaget,ketika melihat lelaki yang paling dia hindari teryata ada di situ,menjadi salah satu pemain inti dan memakai kaos yang sama dengan kaos milik Nick.
"Disaaa....itu bos lu tampan mampussss....ya Allah....gue mau dong jadi handuknya dissss"teriak Anggi histeris dan Disa hanya menggeleng dengan tersenyum melihat keantusiasan sang sahabat.
Saat tak sengaja Nick melihat Disa duduk di bangku salah satu penonton,dia melambaikan tangan pada Disa, Disa yang bingung hanya mengangguk sopan sedangkan Anggi dan semua penonton yang duduk di area itu langsung histeris meraung raung dengan berteriak nama Nick.
Tanpa sepengetahuan Disa Prabu memperhatikan sikap Nick yang tersenyum manise menyapa Disa,dia hanya mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum smirk penuh arti.
__ADS_1
Pertandingan pun di mulai, kedudukan di pimpin oleh tim Nick dan kawan kawan nya, sampai waktu istirahat tiba,para mahasiswa berebut memberikan minuman pada deretan pria tampan yang ada di situ, Disa yang saat itu tak nyaman meminta Anggi menemaninya ke toilet,dengan terpaksa Anggi menemaninya padahal Anggi kepengen melihat para idolanya mengelap keringat, karena sexi katanya.dasar Anggi.
"Hai.....kamu di sini???gak berangkat ke caffe??"sapa Nick pada Disa dan Anggi yang tiba-tiba ada di dekat Mereka.
Disa belum sempat menjawab, Anggi pun masih terpesona dengan lelaki tampan penuh keringat di depannya.
"Sayang....kamu di sini???pasti mau kasih surprise ke aku???ya kan??? unchhhh....manis bgt seh..."ucap lelaki yang tiba tiba merangkul pundak Disa Anggi yang melongo melihat Disa dan lelaki itu yang tak lain adalah Prabu bergantian.
Disa tak bisa bernafas,hanya bisa mengerjapkan matanya berulang, sedangkan Prabu yang tersenyum seperti menghipnotis Disa agar diam dan mau menuruti apa katanya.
"Nick....lu kenal cewek gue???sayang kamu kenal Nick???"tanya Prabu lagi.
"Disa karyawan di toko roti gue"jawab Nick dengan tatapan yang tak dapat di artikan kepada Disa dan Prabu.
"Wah.....ada apa ini???sapa lelaki lain yang tak kalah tampan mendekati mereka ber empat Dion namanya.
"Dan ini...???"lelaki itu menyerngit...".lu bisa move on juga dari Sofia???dannnn....eummm....yang ini lebih manis gue rasa"ucap Benny yang menggoda dengan menaik turunkan alisnya.
Sedangkan Agra diam memandang wajah Disa yang kebingungan.
"Hai Disa...."sapa kedua pria tampan di kanan kiri Prabu, Disa hanya tersenyum kikuk sedang mencerna apa yang terjadi saat ini.
"Disa kuliah di sini???"tanya Benny kepo
"Eng....enggak tuan...,sa...saya temenin temen saya"ucap Disa degan gugup dan salah tingkah.
"Ahahhahahah..... sumpah gue di panggil tuan sama cewek lu bro....ih gemes bgt gue..."ucap Benny pada Prabu dan teman teman nya.
Prabu hanya mengendikan bahu tak perduli,dan sesekali memandang Disa dengan tatapan tak dapat di artikan.
"Sayang....kamu jan diem aja dong,,,,"ucap Prabu yang masih bersandiwara memegang pipi cuby Disa"aku tau kamu masih marah sama aku....aku minta maaf oke..!!!"sambung Prabu lagi.
Sedangkan Disa hanya bisa mengangguk dan tersenyum bingug menatap Prabu lelaki dingin yang selalu membentak dia itu, Anggi tak banyak berkomentar karena dia masih menikmati pemandangan surgawi yaitu kehadiran para pria tampan yang berkerumun di sekitar nya.
Nick yang sepertinya tak suka segera kembali ke bangku pemain di pinggir lapangan basket indor itu dengan mengepalkan tangannya.
"Sial......gue gak bisa tinggal diem"gumam Nick dengan emosi. Agra yang duduk di sebelahnya menatap heran pada sahabat nya itu.
__ADS_1
"Lu gpp???"tanya Agra menepuk pundak Nick yang sedang menatap lurus ke arah lapangan.
"Iam oke...."jawab Nick dengan senyum tipis.
"Kamu harus nonton aku sampai kelar,,,,jangan berani lari,atau kamu bakal menyesal...."ucap Prabu pada Disa setengah berbisik dan meninggalkan kan Disa yang mematung di samping Anggi.
"Kita main dulu ya Disa cantik...."ucap Dion menggoda dan dapat pukulan dari Prabu seketika.
"Dis.... Disa....dis... Disa....."panggil Anggi menggoyang lengan sahabat nya itu.
"Lu punya utang penjelasan ke gue..."ucap Anggi lagi.
"Au ah nggi pala gue pusing,,,tapi gue harus nonton ni pertandingan sampai kelar,,,, teryata keputusan gue nemenin elu salah besar nggi..."ucap Disa lesu dan segeralah berjalan menuju kursi penonton.
Sedangkan Anggi masih bingung mencerna ucapan Disa.
"Maksudnya apa sih....eh Disa...tunggu gue"panggil Anggi yang sudah di tinggalkan oleh Disa di tempat tadi.
Pertandingan telah usai,dan saatnya para pemain pun keluar untuk segera meninggalkan kampus,hasil di menangkan oleh team Prabu cs dengan poin cukup tinggi yang di peroleh.
Meskipun di babak ke dua tadi Nick tidak terlalu berkonsentrasi dalam permainan,entah apa yang mengganggunya.
"Kamu pulang bareng aku,,,,"ucap Prabu yang tiba-tiba berada di samping Disa.
Aldo yang di belakang nya hanya menyerngit heran dengan kelakuan bos yang juga sahabat nya itu.sedangkan Disa hanya diam menatap tingkah pria dihadapannya itu sejak tadi.
"Gak usah GR dulu....aku cuman mau ngomong sama kamu"sambung Prabu yang mendapat tatapan bingug dari Disa.
"Nggi gue pulang sama tuan....eumm"ucap Disa terhenti karena tak tau nama laki laki yang ada di sebelah nya.
"Prabu....Prabu Sastra Pradja,pasti kamu tau siapa saya tanpa saya jelaskan,dan saya yang akan antar teman kamu"ucap nya dingin pada Anggi yang menatap nya heran.
"Eh om....aku gak tau apa motif kamu ya,,,tapi sampe ada yang terjadi, bahkan dari
Sehelai rambut Disa,aku bakal cari om buat bertanggung jawab"ucap Anggi Tanpa takut menatap Prabu dan memeluk Disa dengan berbisik"gue udah pasang GPS ke hp lu,gue kalo ada apa apa kabarin gue"bisik nya dan berlalu meninggalkan Disa, Disa hanya bisa menatap Anggi dengan perasaan campur aduk.
"Do....lu pulang bareng Benny dan yang lain,gue bawa mobil sendiri aja"ucap Prabu pada sang asisten,dan Aldo pun mengangguk meninggalkan tempat itu.
__ADS_1