SuamI Arogan & Istri Pengertian

SuamI Arogan & Istri Pengertian
Capt 15


__ADS_3

Waktu berlalu,hingga datang lah hari ini hari dimana Disa akan resmi di lamar oleh keluarga Prabu,


Lamaran yang sederhana memang,sesuai permintaan Disa yang tak mau ber mewah mewah.


Setelah kesepakatan yang ia buat bersama Prabu beberapa hari lalu.


#flashback.....


"Gue mau ngomong sama lu,,,"ucap Prabu yang sedari pagi sudah sampai di depan panti dan menunggu Disa keluar untuk bekerja.


Disa menggiring nya menuju taman tak jauh dari panti itu.


"Tuan ingin bicara apa,saya harus bergegas ke toko"ucap Disa tanpa memandang Prabu yang berdiri menjulang di hadapan nya.


"Kamu kebiasaan ya???kalo ngomong gak pernah pake sopan santun???"ucap Prabu sarkas membuat Disa seketika mendongak dan menatap Prabu.


"Nahe...gitu dong,lu tu ngomong ama gue,bukan ama semut jadi pandangin gue jan madep bawah terus"omel Prabu panjang lebar dengan melotot ke arah Disa.


"Ini cewek kenapa semakin hari semakin cantik sih,dan lihat tubuh nya....aegggghhhhh"ucap Prabu dalam hati frustasi melihat Disa yang kini memandang nya dengan tatapan bingung.


"Ehmmm...lu terimah kan lamaran nyokap gue,tapi jangan GR dulu,gue nerima keadaan ini bukan karena gue mau di jodohkan sama elu,tapi karena kita udah punya kesepakatan sejak awal,dan gue masih curiga sama lu,apa motif lu sebenarnya....dan inget kita hanya akan pura pura menjadi pasangan di depan orang terdekat kita termasuk orang tua aku,dan di luar itu bersikap lah biasa saja serta jangan campuri urusan masing masing.....paham"ucap Prabu dengan tatapan intimidasi pada Disa yang mengangguk pasrah.


"Akan jadi seperti apa pernikahan ku nanti Ya Allah,,,semoga ini jalan yang terbaik untuk ku pilih, Aamiin....."ucap Disa dalam hati,dia mengangguk tanda setuju atas segala ucapan Prabu, Disa lebih sering diam dari pada harus ber argument dengan seseorang yang ada di depan nya saat itu.


#flashback off

__ADS_1


Acara lamaran....


Keluarga Prabu yang mendatangi panti yang sudah di sulap menjadi ruanga indah penuh pernik khas peetunangan itu terlihat bahagia,ada Anggia di sana sahabat satu satunya Disa itu memang sudah menginap di situ sejak semalam,dia nampak shock saat Disa menceritakan tentang segala hal yang ia alami hingga ia akan menikah muda nantinya.


Tapi tidak dengan perjanjiannya dengan Prabu, karena bila Anggi mengetahui hal itu,dia akan mencegah bahkan akan melarang Disa menukah dengan CEO Arogan itu.


Karena saat Anggia tau seseorang yang akan menikahi sahabat nya itu adalah orang yang memaki maki Disa ketika Mereka di mall pun Anggi kaget dan sempat tak percaya dengan keputusan Disa.


Acara lamaran berjalan hikmat, Disa yang memakai kebaya peach sangat cantik hari itu,dengan make up polesan dari sang sahabat Disa di sulap menjadi wanita elegan yang memakai kebaya berwarna senada dengan kemeja yang di kenakan Prabu.


Prabu yang saat itu sangat mempesona, karena ketampanannya pun semakin terekspos siang itu dengan senyum yang sering mengembang memperlihatkan bahwa ia sangat bahagia hari ini,


Sungguh Prabu yang pandai bersandiwara.


Meskipun pada kenyataannya dia sering curi pandang kepada calon istri nya yang sekarang duduk di depan nya setelah acara bertukar cincin tadi.


Senyuman Disa siang itu membuatnya lebih dan lebih menyesal,kenapa bukan dia saja yang menjadi pria yang duduk di depan Disa saat itu.


Setelah lamaran selesai, rombongan Prabu berpamitan pada Cindy dan Disa.


"Sayang.....kamu sehat sehat ya, pernikahan dua Minggu lagi, Mami mau kamu jangan terlalu capek dan harus siap mental juga fisik, Mami Papi udah gak sabar mau jemput kamu buat tinggal bareng kita"ucap Ratih melerai pelukan nya dan mengelus lengan calon menantu kesayangan nya itu.


Disa hanya mengangguk dengan senyuman manis khas dirinya itu.


"Ih....dis lu cantik bgt hari ini,dan gue sependapat ama Mami kalo udah gak sabar bawa kamu pulang ke rumah,,,,biar rumah tambah rame"ucap Micka yang merangkul Disa akrab.

__ADS_1


"Terimakasih atas semuanya ibu,mba Micka dan juga tuan....saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan kalian semua"ucap Disa tulus sembari membungkukkan badan nya.


"Kamu harus terbiasa mengganti panggilan mu pada kami nak"ucap Handoko Sastra Pradja singkat mengelus kepala calon menantunya.


Prabu yang sedari tadi diam hanya memainkan gawai nya sesekali dia melirik Disa yang selalu menebar senyuman nya,entah apa arti senyuman itu,tapi Prabu tak begitu memperhatikan.


Lain hal nya dengan Anggia,dia melihat senyuman Disa yang sama sekali bukan senyum kebahagiaan tapi senyum apa itu??? Anggia selalu bertanya tanya,apakah Disa harus sepertyini?apakah Disa sahabat nya akan bahagia nantinya???dia hanya dapat berargumen dengan hati nya sendiri.


Setelah semua tamu pulang Disa membersihkan dirinya dari make up tipis nya tadi, Anggia memandang Disa yang sejak tadi mondar mandir di depan nya.


"Lu kenapa nggi???dari tadi diem aja lu numben??? padahal tadi banyak banget cogan"ucap Disa pada Anggi yang sedari tadi memperhatikan dirinya dengan tatapan menyelidik.


"Lu yakin dengan semua ini???"tanya Anggi pada Disa yang seketika menyerngit memandang sahabat nya itu.


"Maksudnya???"tanya Disa bingung.....


"Gak ada maksud,,,,, semoga apa yang lu pilih ini dapat membahagiakan elu kelak,dan kalo ada sesuatu hal yang nantinya nyakitin elu,ingat gue adalah orang pertama yang akan nyeret elu keluar dari rumah itu..."ucapan Anggi serius pada Disa.


"Calon mertua dan adik ipar elu emang kelihatan nya baik banget dan sayang banget ke elu,,,,, tapi kenapa gue agak gak sreg ya sama calon laki lu???apalagi setelah gue liata kalo dia adalah om om brengsek yang maki maki lu di mall tempo hari"ucap Anggi penuh dengan penekanan,Disa mendekati Anggi dan meyakinkan sahabat nya itu.


"Bismillah...In Sha Allah gue akan berusaha untuk bahagia kedepannya,dan buat calon suami gue.....semua orang itu bisa berubah sahabat ku,,,,aku yakin dia gak akan nyakitin aku kok,,, kamu tenang aja....."ucap Disa menenangkan sang sahabat.


Anggia pun memeluk sahabatnya itu,dia tau Disa gadis yang tak pernah mengeluh apalagi menjelekkan orang lain,dia akan selalu menenangkan siapapun yang berada di sekitar nya termasuk dirinya.


Setelah Anggi berpamitan, Disa mulai membersihkan panti dari sampah dan pernak pernik hiasan pertunangan tadi,tiba tiba seseorang mengetuk pintu dan memanggil nama Disa.

__ADS_1


"Assalamualaikum.... Disa"sapa Lelaki tampan, berkulit putih dan tinggi itu,dia berusia dua tahun di atas Disa,ia adalah Hendra kakak kelas Disa sekaligus tetangganya,yang kemarin baru pulang dari study nya di Singapura karena ingin menghabiskan masa liburan nya di negara asalnya yaitu Indonesia.


__ADS_2