SuamI Arogan & Istri Pengertian

SuamI Arogan & Istri Pengertian
Capt 7


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Disa menjalani hari-hari seperti biasanya Anggi yang sedang menjalani ujian semester nya pun jarang menghampiri Disa di toko maupun di cafe.


Siang itu, kebetulan suasana toko sangat ramai karena hari ini weekend Disa dan teman seprofesi nya sedang sibuk melayani pelanggan.


"Disa...."panggil Nick pada sang pegawai.


"I-iya chef!!!ada yang bisa saya bantu????"tanya Disa pada sang atasan.


"Sebelum pulang bisa ke ruangan saya sebentar???"ucap Nick dengan senyum ramah.


"Oh....oke tentu chef"jawab Disa mantap dan Nick berlalu masuk kembali'ke ruangan nya.


Setelah Disa selesai merapikan pekerjaan nya,dia segera menemui sang bos di ruangan nya.


Tok...tok...tok....


"Selamat siang pak...."sapa Disa pada sang atasan ketika membuka pintu ruangan bertema abu tersebut.


"Eh....duduk Disa,"


"Terimakasih chefe..."ucap Disa segera duduk di hadapan sang bos.


"Maaf Disa, sebenarnya saya mau menanyakan hal yang sedikit pribadi kepada mu,mohon kamu jangan tersinggung, karena saya beneran gak ada maksud apa apa,eum.....apa benar kalo kamu pacaran sama sepupu saya? Prabu!!"tanya Nick dengan tatapan tajam.


Disa berusaha setenang mungkin menjawab pertanyaan Nick agar tidak salah jawab nanti.


"Eum....kami...kami emang ada hubungan chef,dan itu belum lama"jawab Disa pelan tanpa memandang wajah sang atasan.


"Jadi benar???? kenapa harus Prabu??"ucap Nick pelan dan menyenderkan punggungnya di sandaran kursinya.


"Maksudnya???"tanya Disa bingung.


"Ah...tidak apa apa,sudah terimakasih,kamu boleh pulang,,,,"ucap Nick tersenyum dan kembali sibuk menatap laptop nya.


Disa permisi keluar dengan langkah bingung,keluar dari ruangan Disa segera membereskan barang-barang nya dan kembali'melanjutkan perjalanan ke kafe, karena shift nya di toko roti telah usai.


Di ruangan Nick....

__ADS_1


"Kenapa harus Disa Tuhan...."ucap batin Nick dan meremas kasar kepalanya, Nick mengerang frustasi , karena Nick telah lama menyukai pegawai kecilnya itu sejak dulu,sejak pertama gadis kecil itu melamar pekerjaan di toko kue nya.


Drrrttt.... drtttt


Nomor baru masuk ke hp jadul Disa, Disa menyerngit dengan ragu Disa mengangkat telfon nya.


📲 Kamu di mana???


📱Maaf ini siapa??


📲Ini gue Prabu,calon pacar lu...


📱Hah....maaf saya sibuk tuan,saya sedang jam kerja saat ini.


📲Jam berapa kamu selsai??


📱Hah???


📲Aku tanya jam berapa kamu selesai dan pulang??


📲Aku tunggu kamu di depan kedai kopi tempat mu kerja,dan gak ada penolakan......


Tut....tut....tut....


Disa hanya bisa membuang nafas kasar,dan melanjutkan pekerjaannya.


Pukul sebelas kurang sepuluh menit Disa sudah bersiap dengan sepeda nya,saat dia akan mengayuh sepedanya tiba tiba mobil sport berhenti di depan sepeda dan mengagetkan nya.


"Astaghfirullah...."pekik Disa kaget dan mengelus dadanya.


"Ya Allah tuan.....tuan bisa gak sih pelan pelan,kalo saya ketabrak gimana???"pekik Disa di saat dia melihat sosok tampan dengan pakaian casual keluar dari mobil berwarna merah doop itu.


"Hemmm....kamu berani bentak saya???"ucap Prabu santai dan dengan tatapan datar, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.


"Bu...bukan begitu tuan,tapi anda mengagetkan saya,kalo saya tertabrak dan mati.... bagaimana dengan adik adik saya di panti??"jawab Disa takut dan sendu.


Prabu yang melihat hal itu hanya berdecak dan menggeleng kan kepala.

__ADS_1


"Ckckck...lebay Lo...emang gue anak kemarin sore yang bakal nabrak pas bawa mobil dalam keadaan se lambat ini"jawab Prabu sambil menggulung kemejanya.


"Kan takdir orang gak ada yang tau tuan"ucap Disa masih dengan wajah pucat memegang dada nya karena masih ketakutan.


"Udah....udah....gue mau tau jawaban elu,soal tempo hari..."ucap Prabu pada Disa to the point.


"Sa....Saya....saya...tuan, apakah gak ada cara lain,apa harus saya jadi pacar tuan???"ucap Disa yang malah ber negosiasi pada Prabu, berharap dia akan mendapatkan keringanan pertanggungjawaban atas kelalaiannya saat menabrak dan mengotori jas Prabu.


"Gak....gue butuh lu, untuk menghentikan kelakuan nyokap yang demen banget mau jodoh jodoh gue,,,nah gue mau lu bantu gue biar nyokap gue berhenti karena gue udah punya pacar,,, meskipun boongan"ucap Prabu Santai seperti di pantai.


Disa membelalakkan matanya karena tak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh Prabu.


"Ma...maaf tuan,,,,apa saya tidak salah dengar???saya harus membohongi oraang tua tuan juga???gak gak....saya gak mau tuan,saya takut kualat,saya gak mau ....saya lebih baik mencicil kerugian jas tuan, dari pada harus kualat sama orang tua..."ucap Disa ketakutan.


"Oke...kalo itu mau Lo,tapi asal lu tau...."jeda ucapan Prabu dan menatap wajah Disa marah"gue mau 15juta cash,gak ada tu istilah nyicil,gue bukan tukang kridit...."ucap Prabu yang mengagetkan Disa,dia seketika membelalakan mantanya dan cairan bening yang sedari tadi di tahan nya lolos tanpa aba-aba,


Ada gurat iba di mata Prabu,tapi itu segera di tepis nya karena yang ia mau adalah Disa menjadi kekasih pura pura nya, setidaknya sampai ibunya berhenti menjodohkan dia dengan wanita pilihan ibunya itu.


"Gak usah kek sinetron deh,gue gak akan luluh dengan air mata lu"ucap Prabu bersedekap menatap Disa.


"Ba...baik,saya akan jadi kekasih Anda,tapi untuk berapa lama tuan???saya juga punya kehidupan pribadi dan saya harap tuan menghargai itu..."ucap Disa terpojok karena keadaan,dia terpaksa menyetujui kekonyolan Prabu karena dia tidak mungkin memiliki uang sebanyak itu untuk melunasi biaya pengganti jas.


"Yes..."Prabu bersorak dalam hati,tapi dia sangat pandai menyembunyikan ekspresi dan bersikap datar datar saja."anak pintar,gue harap elu bisa gue ajak kerja sama dan satu lagi,untuk berapa lama kita pura pura itu gue belum tau...!!!dan gue harap juga gak akan lama, karena gue juga gak mau tu lama lama punya pacar anak ingusan kek elu"Prabu memang tak punya hati, seenaknya berbicara dan menyakiti hati gadis bermata indah itu, Disa hanya bisa menangis dalam diam dan menundukkan kepalanya tak mau berlama-lama dia segera pamit mengayuh sepeda nya dan meninggalkan Prabu.


Disa pulang dengan hati hancur,dia tak tau lagi harus berkata apa dan mengadu kepada siapa, karena Disa tidak pernah beebagi beban kepada ibu Cindy,dia tak mau memberi beban lebih pada wanita paruh baya tersebut bagi Disa melihat Cindy sehat dan bisa mengurus adik adik nya di panti saja sudah suatu hal yang sangat di syukuri nya.


"Assalamualaikum,,, Disa pulang Bu"sapa Disa di depan pintu masuk saat melihat wanita yang merawat nya itu duduk dan menyulam di bawah cahaya lampu yang tidak terlalu terang,"ibu...kenapa masih disini???lain kali gak usah tunggu Disa, Disa gpp ibu kan udah capek seharian kerja dan jaga adik adik"ucap Disa mendekati Cindy dan mencium punggung tangan nya.


"Ga apa apa nak,ibu belum bisa tidur,ibu juga memang sengaja'nunggu kamu ada kabar baik nak,ada donatur baru untuk panti kita,tadi siang dia kesini membawa banyak makanan , pakaian dan mainan untuk adik adik kamu,usia wanita itu lebih tua dari ibu tapi dia baik sekali dan menanyakan kamu,,,,apakah kamu mengenal nya??"


"Hah???siapa memang nya Bu??apa beliau bilang kalo beliau kenal Disa???"Disa malah balik bertanya karena bingung.


"Iya... nyonya Ratih Wijaya bilang kamu anak baik,dan dia menyukai mu dia berharap kamu mau jadi menantu masa depan nya untuk anak sulung nya yang sampai sekarang belum menikah"ucap Cindy dengan senyum sejuta harapan, Disa amat bahagia ketika melihat senyum wanita yang telah merawat nya itu.


"Ratih...???"gumam Disa sambil berfikir"jangan jangan wanita yang aku tolong tempo hari Bu!!!aku pernah menolong wanita yang merasakan sakit di dada nya Bu,dia baik sekali dan sering mengunjungi toko tempat Disa kerja,dan teryata dia Tante dari bos Disa Bu...dia juga bernama nyonya Ratih ,semoga itu orang yang sama...dia benar benar orang baik"


Ucap Disa seraya menerawang.

__ADS_1


__ADS_2