
Disa yang melihat Prabu turun dengan setelan casual nya hanya menoleh sebentar dan kembali duduk dengan gugup.
Ratih menepuk pundak nya dan melangkah pergi ke dapur untuk bersiap mempersiapkan acara makan malam.
"Mami ngomong apa tadi??"tanya Prabu yang tanpa Disa tau sudah ada di sebelah nya. Disa yang gugup hanya menggeleng dan kembali menunduk.
"Tuan,,,,saya mau pulang saja,saya gak enak...."ucap Disa memberanikan diri.
"Kamu gak denger tadi kita harus makan malam,kamu mau di sini ato ikut gue ke ruang kerja,,,ada hal yang harus gue urus.."ucap Prabu beranjak meninggalkan Disa yang masih bingung dengan hal yang sejak tadi terjadi padanya.
"Ada apa dengan keluarga ini???apakah aku sudah salah bersikap??? bagaimana bu Ratih mengatakan kalau aku yang akan di jodohkan??ya Allah...aku pusing tolong aku..."ucap Disa dalam hati dan terkaget ketika ada wanita tua menghampiri nya memberi nya satu gelas jus mangga dingin.
"Silahkan di minum nona,,,,"ucap wanita tersebut
Disa mengucapkan terimakasih dan segera meminum jus yang terlihat segar tersebut, karena kerongkongan nya memang kering sejak tadi.
Disa yang merasa bosan mengikuti sang nyonya rumah menuju dapur,
"Bu Ratih...maaf Disa mau bantu,lagian Disa diem bae di depan bosen Bu...."ucap Disa ramah dan segera melinting baju nya sampai siku, menguncir rambut indah nya yang tadi di tata sedemikian Rupa.
Disa masih tetap tampak manis dan tetap menarik meski dengan celemek dan sedikit noda tepung di pipinya.
"Assalamualaikum.....mami... princess pulang"ucap seorang gadis yang berjalan menuju dapur langkah nya terhenti ketika melihat gadis cantik bercepol dan bergaun selutut dia mengamati nya hingga dia berteriak,
"Disaaaaaaa.....ya Allah ini benar Disa kan??? Arfiena Faradisa kan????kok cantik bgt...."ucap Micka histeris dan memeluk Disa dan detik selanjutnya dia memandang Disa menyelidik.
"Tunggu..... kenapa kamu bisa di sini???kenapa kamu bisa masak di dapur aku,,,,??"tanya Micka antusias.
__ADS_1
"Dia itu calon kakak ipar kamu sayang...!!!dan Disa yang kamu ceritakan itu dia??? Wah..... Disa kamu memang sudah di takdir kan untuk jadi bagian dari keluarga kita sayang...."ucap Ratih yang merangkul Disa,Disa hanya memandang bingug pada Ratih dan Micka Micka yang belum tau jalan ceritanya masih dengan mode bahagia karena dia memang menyukai Disa sejak awal mereka bertemu.
"Lu hutang cerita sama gue kakak ipar,,, hehehehe....aku ganti baju dan mandi ya miiih....
Disa aku ke dalem dulu ya...."ucap Micka berlalu menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya yang bersebelahan dengan kamar sang anak sulung.
Setelah berkutat dengan bahan masakan di dapur Disa membersihkan tangan nya di toilet dekat dapur, saat dia keluar tak sengaja'dia berpapasan dengan pria paruh baya tapi tak terlihat tua, Disa menunduk sopan pria itu menyerngit dan memandang Disa dia bingug siapa gadis ini, kenapa gadis cantik dan sopan ini ada di rumah nya begitu pikirnya,tapi dia pura pura biasa saja dan tersenyum ramah meninggalkan Disa yang diam bingung.
Tiba saat nya makan malam, Prabu yang sedari tadi sibuk di ruang kerjanya menengok ke arah pintu setelah ada seseorang yang mengetuk nya dari luar.
"Maaf tuan,nyonya Ratih menyuruh saya memanggil Anda makan malam sudah siap"ucap Disa yang tidak pernah berani memandang wajah Prabu.
Prabu hanya ber ekspresi datar dan diam,dia menutup laptopnya dan berlalu melewati Disa dan berjalan menuju meja makan.
"Disa.....sini nak,kenalkan ini Papi nya Prabu..."ucap Ratih memeluk pundak sang calon menantu."Pi....ini yang udah sering Mami cerita in,cantik kan???dan asal Papi tau dia ternyata udah jadi pacar Prabu Pi....jadi mami gak usah repot dong ngejodohin mereka"bangga sang Mami pada suaminya dan hanya senyum bangga yang di tunjukan oleh sang Papi, sedangkan Prabu menahan amarahnya,dia merasa di bohongi oleh Disa,banyak pertanyaan yang ada di benak Prabu, tapi dia hanya diam sibuk dengan gadgetnya yang entah apa ia kerjakan.
Disa yang melihat hal itu, bingung dia takut melihat ekspresi sangar Prabu yang sekilas meliriknya, memperhatikan nya dengan pandangan meremehkan.
"Gak tertarik,,,paling kek di drama drama...klise"ucap Prabu acuh yang semakin membuat Disa tegang dan tak nyaman.
"Disa....."panggil sang Papi Disa menoleh dan memamerkan senyum terpaksa,lebih ke senyum ketakutan seh sebenarnya,"kamu jangan kaget ya!!!dengan sikap Prabu yang seperti itu....dia sebenarnya anak baik,,dan... Papi suka sama kamu,masakan kamu enak'"ucap sang Papi menenangkan Disa membuatnya seperti mendapat angin segar.
"Tee...terima kasih tu...tuan..."ucap Disa tergagap dan kembali menunduk, Prabu yang melihat hal itu tersenyum sinis,melirik ke arah Disa.
Acara makan malam pun berjalan dengan hikmat,penuh kehangatan, Disa sungguh menyukai keluarga itu terlebih Micka sang bungsu yang amat sangat cerewet,tapi tidak dengan Prabu dia hanya makan sedikit dari porsi biasa, setelah ia tau makanan itu buatan Disa dia lebih banyak diam dengan gawai nya. Disa yang menyadari hal itu sebenarnya tidak enak hati,dia ingin menjelaskan apa yang terjadi tapi sepertinya Prabu terlalu ngeri untuk di ajak ngobrol saat itu.
Hingga waktu pun bergulir,tepat pukul setengah sembilan Disa pamit pulang, awalnya dia ingin sekali pulang dengan taksi tidak apa apa uang yang di milikinya berkurang asal dia tak satu mobil dengan Prabu yang malam itu menunjukkan aura mencekam.
__ADS_1
Tapi seperti biasa paksaan Ratih tak bisa di ganggu gugat oleh nya, akhirnya di sini lah ia di dalam mobil bersama Prabu Sastra Pradja.
Mereka saling diam, Disa ingin sekali memulai percakapan,tapi dia tak memiliki keberanian untuk itu,dan tiba tiba mobil Prabu berbelok ke arah yang berlawanan tidak lagi ke arah rumah Disa,tapi ke arah danau yang tak jauh dari panti yang Disa tinggali.
Ckiiiitttt......srekkkk....
"Turun Lo...."ucap Prabu tanpa ekspresi setelah ia melepas seat belt dan keluar dari mobil serta membanting pintu kencang,yang membuat Disa melonjak kaget dengan kelakuan Prabu tersebut.
Disa turun,mengekor tergesa dengan high heels yang ia lepas karena jujur saja kaki nya terluka dan itu sangat menyakiti nya,tapi ia bertahan sejak tadi untuk menghormati keluarga Prabu.
"Tu...tuan....kenapa harus ke sini???danau ini terlalu sepi tuan, sebaiknya kita bicara di teras panti"ucap Disa ketakutan dan menundukkan kepalanya.
"Kenapa???takut gue habisin lu di sini??? cih....dasar penipu...gue gak nyangka,gadis kecil kek lu pinter bgt ngibul orang orang dewasa!!!"ucap Prabu sarkas dan menohok hati Disa,yang bingung dengan ungkapan'menipu' .
"A...Apa maksud tuan???saya menipu siapa??"bingung Disa ketakutan meremas gaun yang ia pakai.
"Masih aja gak ngaku lu???lu....yang mau gue jadiin alat,buat ngecoh Mami gue,biar dia stop jodoh jodohin gue, teryata adalah wanita pilihan Mami gue,,, hahahaha lucu kan???lu kasih apa nyokap gue???sampe segitu sempurna nya elu di mata dia???"ucap Prabu menghakimi Disa.
Disa hanya meneteskan air matanya,dia menyeka cepat air mata nya dan mendongak menatap Prabu yang sedari tadi tampak marah hingga pandangan nya saja mampu mencabik-cabik Disa sang gadis lugu itu.
"Ma..maafkan saya tuan,,,,,saya sudah menolak berulangkali ide tuan,tapi tuan selalu memojokan saya,mengancam saya....hiks....hiks....dan untuk nyonya Ratih,saya hanya kebetulan menolong beliau yang saat itu kesakitan di sebuah bangku taman dekat kedai coffe tempat saya bekerja,saya tidak pernah tau dan bahkan pernah berfikir bahwa beliau adalah ibu dari tuan....hiks...hiks...."ucap Disa dengan mengelap air mata nya yang tak dapat ia bendung lagi.
"Halah.....alasan,cewek miskin kek elu,sekali dapet mangsa,bakal di tempel terus,,,,,gak usah deh pake drama nangis segala,gue udah khatam sama kelakuan cewek cewek kurang duit kek elu"ucap Prabu kasar seketika membuat Disa seperti tersambar petir,dia tidak pernah malu di katakan miskin karena itu memang kenyataannya,
Tapi dia lemas ketika prabu mengatakan bahwa dirinya dengan sengaja memanfaatkan keadaan.
Disa tak terima,tentu....tapi dia memilih diam dan mundur beberapa langkah.
__ADS_1
"Maaf tuan,,,,kalor memang tuan mengatakan ini semua salah saya,saya minta maaf....saya akan menjauh sejauh mungkin agar tuan tidak pernahel melihat ataupun bertemu dengan saya lagi, karena saya telah menghancurkan segala rencana tuan...."ucap Disa sekuat tenaga,ia sesekali menggigit bibir bawah nya untuk menahan tangis nya.
"Enteng sekali lu ngomong...!!!mata lu buta???lu gak liat gimana senang nya Mami lihat elu???elu mau lepas tanggung jawab gitu aja???enggak....gue gak akan lepasin elu!!!!dan asal lu tau,,,,gue bakal bikin lu nyesel udah main main sama gue"ucap Prabu egois dan langsung meninggalkan Disa yang seketika terduduk lemas di tengah padang rumput di samping danau buatan itu Disa hanya bisa menangis dia bingung,apa kesalahannya???apa dosa nya di masa lalu hingga dia seperti ini, Disa menepuk keras dada nya yang sesak dengan berbagai pertanyaan yang ia pun tak tau apa jawaban nya.