
"Enteng sekali lu ngomong...!!!mata lu buta???lu gak liat gimana senang nya Mami lihat elu???elu mau lepas tanggung jawab gitu aja???enggak....gue gak akan lepasin elu!!!!dan asal lu tau,,,,gue bakal bikin lu nyesel udah main main sama gue"ucap Prabu egois dan langsung meninggalkan Disa yang seketika terduduk lemas di tengah padang rumput di samping danau buatan itu Disa hanya bisa menangis dia bingung,apa kesalahannya???apa dosa nya di masa lalu hingga dia seperti ini, Disa menepuk keras dada nya yang sesak dengan berbagai pertanyaan yang ia pun tak tau apa jawaban nya.
Disa hanya bisa menangis meraung di depan danau buatan itu hingga ia sadar dan meninggalkan tempat tersebut dengan berjalan kaki,dengan merasakan perih di kaki nya Disa perlahan berjalan menelusuri trotoar, Disa berjalan dengan tatapan kosong,para tetangga yang melihat Disa kebingungan tak biasa'nya gadis riang itu berjalan tanpa alas kaki,tapi menggunakan gaun Indah dengan rambut agak berantakan karena tangisan nya tadi,dia sedikit menunduk menyembunyikan mata sembab nya itu.
Sampai di panti, Disa memilih pintu belakang yang dekat dengan kamar nya ia segera masuk dan mengganti baju nya serta membersihkan diri agar ibu panti tak menanyakan keadaannya tadi,sebisa mungkin Disa akan bersikap wajar seperti biasanya,tapi mata sebab????itu masalah nya dia tak akan bisa menyembunyikan hal itu.
Malam itu, Disa tak lagi keluar dari kamarnya ibu Cindy yang khawatir dengan keadaan Disa hanya bisa mengetuk pintu kamar anak mantan majikan nya itu, setelah memastikan disa tidak apa apa,ibu Cindy pun kembali dengan aktivitas nya, meskipun dia tau Disa sedang tidak baik baik saja.
Hingga pukul 02:30 Disa masih terjaga dengan lutut yang ia peluk,dengan dagu yang bersandar di atas nya. Disa melamun dan melamun hingga dia bangun dan menduduki kursi belajar yang ada di kamar mungil nya.
Dia buka lembaran buku berwarna coklat tua,dengan sampul lulit indah.
Ia...itu diary Disa,tempat Disa menorehkan rasa sakit,sedih, gembira dan apapun itu setelah curhatan nya bersama Anggi tentunya.
***September....
__ADS_1
Hai malam....apa kabar???Pasti kau baik dan akan selau baik,,,,tapi tidak dengan aku loh,hari ini sungguh melelahkan malam,aku bertemu dengan orang yang terlihat menyayangi ku,aku juga di hadapkan dengan seseorang yang memaki ku,tanpa mau percaya segala penjelasan ku....
Malam.....beri aku ketenangan,usir segala gundah dan rasa sakit serta kecewa ku,dan biarakan aku melupakan nya esok ketika aku terbangun***....
Usai meletakan kembali buku kesayangan nya itu Disa merebahkan dirinya,dia melihat kosong pada langit-langit kamar yang usang itu hingga tak lama ia tertidur.
Pagi hari....
Setelah melakukan kewajiban subuh nya Disa seperti biasa menyiapkan makanan untuk adik adiknya,di bantu dengan ibu Cindy.
"Hah....gpp kok Bu,,,,aku cuman kecapekan dan kek nya masuk angin jadi gini deh,,,,owh iya pagi ini aku buatin nasi goreng telur dadar ya Bu....biar adek adek suka'..."ucap Disa mengalihkan perhatian Bu Cindy.
Sang pengasuh hanya tersenyum simpul,dia tau Disa hanya pura pura,tapi dia tak mau memaksakan Disa agar bercerita,biar Disa yang putuskan apakah dia akan berbagi beban padanya atau tetap diam dalam senyuman indah nya.
Setelah semua sarapan, Disa segera bersiap untuk berangkat,dia kayuh sepeda nya dengan tatapan mata sendu,tapi dia tak mau berlama-lama bersedih hanya akan membuat nya terlihat bodoh pikir Disa.
__ADS_1
Beberapa hari sudah berlalu,hari ini kebetulan Disa mendapatkan hari libur bulanan nya,ia menghabiskan hari liburnya dengan mengajak semua anak-anak panti beberes dan membersihkan tempat tinggal mereka. Anggia yang tak mau ketinggalan pun ikut dalam kegiatan bersih bersih panti tersebut.
Tawa,canda teriakan menghiasi hari itu Disa yang selalu tersenyum dan terkadang terbahak karena tingkah konyol adik adik nya dan sahabat nya itu pun merasakan bahagia yang luar biasa,hingga....saat sore menjelang ada sebuah ketukan pintu yang mengagetkan nya dan seluruh penghuni panti.
Tok...tok....tok.....
"Assalamualaikum....."sapa wanita paruh baya yang tetap terlihat cantik di usianya yang tak lagi muda.
"Walaikum salam...."ucap serentak para penghuni panti yang kala itu sedang bersandar di sofa ruang tamu,ada pula yang selonjoran di karpen bawah karena sofa hanya satu memanjang..
"Bu Ratih???"ucap Disa segera bangun dari selonjoran nya di lantai dan mengalami wanita paruh baya itu dengan sopan,para anak anak segera masuk dan memanggil sang pengasuh yang saat itu berada di dapur.
"Sayang....kamu gak kabari mami selama seminggu lebih,padahal Mami dan Micka sll nunggu kamu dan kabar kamu....kamu apa kabar hemm????"ucap Ratih memeluk dan mengelus rambut Disa.
"Disa baik kok Bu,maaf Disa terlalu sibuk bekerja jadi Disa lupa tanya kabar ibu, ibu sehat kan???dan kak Micka???? Bapak juga???"tanya Disa bertubi Ratih mengerutkan keningnya dia merasa aneh karena Disa tak bertanya apa kabar Prabu,tapi dia pura pura tak mengambil pusing apa yang di fikirkan Disa saat ini.
__ADS_1
"Alhamdulillah.....kabar kami baik sayang,kamu kapan main ke rumah lagi??? Papi kangen pangsit goreng bikinan kamu loh"jawab Ratih yang saat itu menggenggam erat tangan Disa.