SuamI Arogan & Istri Pengertian

SuamI Arogan & Istri Pengertian
Capt 22


__ADS_3

***Maaf tuan....saya sudah siapkan sarapan tuan,tapi saya tidak berani menyiapkan perlengkapan kerja tuan, karena saya tidak berani mengganggu waktu istirahat tuan,saya pamit untuk bekerja,saya akan sampai di rumah pukul tiga sore,mohon tuan memberi izin***...



***Disa***.....


Seperti itu memo yang di temukan Prabu menempel di kulkas rumah nya, Prabu menatap memo itu dingin dan cuek meremas dan melemparnya ke tong sampah di dekat dapur.


Dia kembali melanjutkan mengambil air dingin dalam kulkas tersebut meneguknya hingga tandas.


Dia mengedarkan matanya ke meja makan di samping dapur tersebut.


Prabu membuka tudung saji, terlihat nasi goreng yang masih mengepul kan asap segelas susu dan beberapa buah.


Prabu menutup kembali tudung saji dan bergegas ke kamar nya,setelah beberapa menit dengan ritual pagi nya, Prabu kembali ke meja makan menyantap sarapan nya dengan tidak tau malu,tidak menganggap wanita yang memberinya sarapan tapi dengan santainya memakan wanita tersebut.


Di desert heart.....


Disa yang sampai di toko itu segera menyimpan barang nya dan berganti seragam toko roti tersebut.


"Hei....kemana????kok gak masuk empat hari???"tanya Tya menghampiri nya di loker mereka.


Disa tersenyum.


"Ada keperluan mba.... maaf sudah membuat mba dan temen temen lain kerepotan"ucap Disa dengan wajah menyesal, Tya hanya menggeleng dan berlalu meneruskan pekerjaannya.


Disa kembali ke stan yang biasa ia tempati yaitu meja kasir. Sambil sesekali menata beberapa roti hangat yang baru keluar dari oven Disa membersihkan area tersebut juga.


"Selamat pagi chef"ucap Disa menunduk sopan Nick memandang gadis itu sendu,tapo tetap membalas sapaan itu dengan senyuman. Disa yang merasakan hal tidak biasa pada sang bos hanya bisa menunduk tidak enak dengan hal itu.


"Saya kira suami kamu bakal nyuruh kamu berhenti kerja"ucap Nick pelan di samping Disa, Disa menoleh kaget dan menggeleng.


"Saya akan tetap bekerja chef,,,tapi hanya di toko roti ini, sampai jam normal....dari pada saya di rumah bosan karena tidak melakukan hal apapun"jawab Disa jauh lebih pelan dari Nick.


Dari jauh Tya memperhatikan interaksi Disa dan bos nya itu mengerutkan dahi nya.


Nick yang menyadari tatapan salah satu pegawai nya segera pamit meninggalkan Disa.


Disa kembali melanjutkan pekerjaannya. Tya yang kepoo mendekati nya.


"Bisik bisik apa sama si bos???"tanya nya kepo.

__ADS_1


"Eh....ah itu...tadi chef Nick tanya,kemana saya selama izin kemarin"ucap Disa bohong untuk mencari aman,dan Tya manggut manggut.


Jam istirahat makan siang Disa yang sedang melayani pelanggan di kagetkan dengan kedatangan sang suami.


Disa yang tidak menyadari kehadiran Prabu membuat Prabu agak sedikit kesal.


"Segitu sibuknya kamu??"ucap Pria tinggi menjulang di depan Disa, Disa yang mengenal suara tersebut menoleh kaget, Disa yang kaget mundur satu langkah dia refleks menengok kanan dan kiri"kamu...kamu Kenapa???segitu nakutin nya saya sampe kamu gugup gitu???"ucap Prabu dengan mata yang sama sekali tak bersahabat.


"Ma... maaf tuan....tu...maaf maksud saya,ada yang bisa saya bantu....?"ucap Disa gugub, Aldo yang melihat hal tersebut hanya tersenyum menggeleng pada Disa.


"Saya mau......ah .....tidak jadi, Aldo kita cari restoran lain aja,,,,,,lagian siang siang saya gak mau makan roti Titian"ucap Prabu dengan gila nya melenggang keluar pintu toko tersebut.


Disa sampai melongo melihat kelakuan lelaki yang di sebut suami nya itu, Aldo yang menganga hanya diam menggeleng akan kelakuan bos nya.


"Kenapa orang itu dis??? kok pergi aja!!!"ucap Debi teman yang berdiri tak jauh dari meja kasir itu.


"Ah...tuan itu berubah fikiran,jadi tidak pengen makan roti lagi...gak tau kenapa!!"ucap Disa dengan senyuman manisnya.


Tak jauh dari sana Nick yang mengeraskan rahangnya,menatap dengan tatapan marah.


"kenapa Disa...kenapa harus Disa yang kamu permainkan b******"


g toumam Nick pada dirinya sendiri.


"Gue heran...lu kenapa sih???tiba tiba ke toko dan ngerjain bini lu???kalo kangen mah bilang aja kali,,,gak usah pake acara nge prank segala,si Disa sampai melongo bingung lo bro..."


Ucap Aldo mengomel dengan raut muka kesal pada sahabat dan juga bos nya itu.


"Diem ato gaji lu gue potong"jawab Prabu seketika membuat Aldo kicep, sedangkan Prabu diam diam tersenyum smirk, membayangkan muka cengo Disa saat di toko roti tadi.


Sore hari.....


Disa yang sudah terlihat rapi, segera pulang meninggalkan toko roti dia memesan ojek online untuk segera pulang ke apartemen suaminya.


Setelah sampai di tempat tujuan nya, Disa pun turun dan membayar ongkos ojek dan tak lupa berterima kasih dengan senyum ramah.


Memasuki lobby apartemen Disa melewati satpam yang berjaga,sang satpam pun ramah tersenyum hangat pada Disa,karena dia tau Disa adalah wanita yang di bawa Prabu.


"Assalamualaikum...."ucap Disa saat masuk ke dalam apartemen tersebut, kebetulan Disa sudah tau password pintu apartemen Prabu.


Disa segera bergegas ke dapur,dia memasak untuk makan malam nanti yang nanti bisa dia hangat kan kembali.

__ADS_1


Selesai memasak pintu apartemen terbuka,dia melihat sosok Prabu dari sana, Disa segera bergegas membersihkan dapur seperti semula dan pamit untuk membersihkan diri.


Sebisa mungkin dia akan menghindari Prabu,agar dia tidak serba salah lagi pikir nya.


Prabu yang melihat kelakuan Disa hanya diam dan berlalu masuk ke dalam kamarnya,sambil melirik ke arah meja makan.


Pukul setengah tujuh, Disa selesai melakukan kewajiban nya selesai beribadah dia duduk di tepi jendela dan memakan sepotong roti yang ia bawa dari desert heart tadi.


Disa menatap keluar jendela"mama....papa....apa kalian bahagia di sana???aku rindu kalian,,,"ucap Disa dalam hati,dengan tak terasa air mata nya meleleh membasahi pipinya.


Di saat yang bersamaan Prabu merasakan lapar dia pun keluar dari kamar nya, dia menoleh ke kamar di sebelah nya yang terlihat masih terang tapi dia berlalu begitu saja tak perduli.


Prabu yang sudah berdiri di depan meja makan membuka tudung saji dan melihat beberapa masakan lezat yang membuatnya ingin cepat cepat menikmati nya.


"Disa...... Disa......"teriak Prabu mengagetkan Disa yang sejak tadi memandang hujan dari balik jendela kamarnya. Disa bergegas keluar kamar menuju ke arah meja makan.


"A...ada apa tuan??"ucap Disa gugub dengan nafas ngos ngosan.


"Ambilin saya makan,,,,"ucap Prabu dengan masih bermain gawai nya cuek.


Disa patuh, mengambil kan nasi dan beberapa lauk yang di tunjuk oleh Prabu dan meletakkan nya di depan Prabu,tak lupa Disa menuangkan air putih dan meletakkan nya di samping piring tersebut.


"Silahkan tuan,saya permisi dulu..."ucap Disa pamit.


Tapi sebelum Disa melangkah Prabu menghentikan nya.


"Kemana kamu???kamu gak makan???jangan sampai kamu kelaparan dan sakit,nanti Mami bakal riweuh dan ibu asuh mu menyalahkan ku karena tak mengurusmu..."ucap Prabu yang mulai menikmati makanan di depannya.


"Terimakasih tuan,,,,saya berterimakasih,dan saya akan pastikan agar saya tetap sehat dan tidak akan merepotkan tuan kelak"ucap Disa dengan menahan air matanya. Dia memang terbiasa mendengar ucapan kasar Prabu,tapi namanya juga wanita sekuat apapun dia pasti akan tetap selalu sakit ketika mendengar kata kata kasar, apalagi kata kata itu keluar dari mulut sang suami.


"Terserah kamu saja lah,,,,,dasar keras kepala"ucap Prabu bodo amat dan dengan tidak tau malu tetap memakan makanan itu dengan lahap.


Disa memilih berlalu untuk ke ruang cuci, membersihkan cucian nya agar besok bisa kering dan tidak berserakan.


Selesai Prabu makan, Disa merapikan meja itu dengan memasukan lauk sisa kedalam Tupperware dan menyimpannya di kulkas, Disa terbiasa melakukan hal itu karena dia memang tidak suka membuang makanan sisa.


Prabu yang memperhatikan Disa dari ruang TV hatinya agak berdebar saat itu,melihat gadis kecil yang cantik, berkulit putih bersih,dan berpipi chubby itu.wajah polos tanpa make up,dengan rambut panjang yang di gulung cepol berantakan, memperlihatkan leher mulus nya . Prabu menelan Saliva nya Bertapa menggoda nya istri kecil nya itu.


Tapi Prabu segera menggelengkan kepalanya,dia segera meninggalkan ruang tivi dan berlalu memasuki ruangan kerja nya yang berada di samping kamar Disa.


Disa yang melihat Prabu melewati nya hanya diam dan melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Segini dulu ya temen temen...semoga gak bosen dan tetep dukung aku terus...ayo vote vote vote....


Ghamshahamnida....🙏🙏🙏🙏🤗


__ADS_2