SUAMI RAHASIA PENYANYI DANGDUT

SUAMI RAHASIA PENYANYI DANGDUT
BU INGGRID


__ADS_3

Bu Inggrid adalah tetangga Damar yang terkenal dengan kehebohannya. Bu Inggrid ini sebenarnya umurnya hanya terpaut beberapa tahun di atas Damar. Namun, karena B Inggrid inimenikah muda dan sdah turun mesin sebanyak dua kali, akhirnya wajahnya kelihatan jauh lebih tua daripada usianya. Suaminya kabur ke pelukan wanita lain sehingga beberapa tahun ini perempuan tersebuh hidup menjanda bersama kedua anaknya. Yang satu sudah SMP mau masuk SMA sedangkan yang satunya masih SD.


"Hm .. Mas Damar nggak ada keiginan mau menikah lagi?" tanya Bu Inggrid sambil merapatkan dirinya ke Damar yang sedang berusaha mencabut rumput.


"Ya Tuhan, ular!!!!" pekik Damar berpura-pura untuk menghindari Bu Inggrid yang sedang berusaha menyandar ke bahunya.


"Mana ularnya, Mas? Aku takut!" teriak Bu Inggrid sambil berlari ke arah pintu gerbang karena dipikirnya Damar sedang memegang ular.


Ketika Bu Inggrid sudah sampai di pintu gerbang, ia pun menoleh ke arah Damar. Dilihatnya laki-laki itu sedang menenteng tali rafia di tangan kanannya.


"Ternyata bukan, Bu Inggrid. Hanya tali rafia."


"Oalah, Mas Damar ini bikin aku kaget saja. Kalau aku sampai pingsan di sini gimana? Oh iya, ya? Kan ada Mas Damar di sini. Kalauaku pingsan, pasti Mas Damar akan menggendongku ke rumah. Dan, pas aku membuka mataku, yang ada wajah Mas Damar di depanku.Ya Tuhan ... Pasti indah banget!" ujar perempuan ganjen tersebut seolah tidak malu kata-katanya didengar langsung oleh Damar.


Damar pun pura-pura tidak memperdulikan omongan Bu Ingrid. Ia sudah hapal karakter perempuan itu. Dari dulu omongannya memang seperti itu.


"Assalamualaikum ..." Tiba-Tiba terdengar suara seseorang datang.


"Waalaikumsalam ...," sahut Damar dan Bu Inggrid secara bersamaan.


Ternyata yang datang adalah Bagas dan Yuda, teman nongkrong sekaligus teman kerja Damar sebagai driver ojek online. Mungkin karena terlalu fokus membersihkan rumah, Damar sampai tidak menyadari suara motor kedua temannya itu.


"Ya Ampun ... Mimpi aku semalam, ya? Hari ini aku bisa ketemu cowok-cowok cakep!" seru Bu Inggrid begitu melihat kedua orang yang baru datang tersebut.


Bu Inggrid langsung berbinar matanya dan ia mengulurkan tangannya kepada Bagas.


"Siapa ini, Mar?" ucap Bagas dengan menggunakan bahasa isyarat.


"Salaman saja, Gas," jawab Damar juga menggunakan bahasa isyarat.


"Miss Inggrid ..."


"Bagas ..."


"Ya ampun ... gagah-gagah benar kalian ini," ujar Bu Inggrid setelah bersalaman dengan Bagas dan mau bersalaman dengan Yuda.


"Miss Inggrid ..."


"Yu-da .."


Yuda sedikit merasa takut dengan Bu Inggrid yang terlalu frontal mengungkapkan kekagumannya kepada lawan jenis. Bagas dan Yuda berjalan mendekati Damar.

__ADS_1


"Bu Inggrid ...," panggilnya.


"Panggil MIss nggrid dong, Mas Damar! Masa aku sudah dandan cantik begini masih dipanggil Bu?" protes perempuan itu.


"Miss Inggrid punya cangkul atau sabit, nggak?" tanya Damar.


"Pemotong rumput, ya? Hm ... Kalau sabit kayaknya nggak ada. Adanya cangkul. Mau buat apa, Mas?" ''


"Ya untuk membersihkan halaman ini, Bu. Boleh pinjam, nggak?"


"Kirain mau nyangkul apaan gitu? Oke deh, aku ambilin, ya?" jawab Bu Inggrid sambil berjalan pulang.


Setelah Bu Inggrid pulang, Bagas dan Damar berani berbicara dengan keras perihal Bu Inggrid.


"Siapa dia sih, Mar?" tanya Bagas.


"Tetangga," jawab Damar datar.


"Pasti di janda, ya?" ujar Yuda.


"Ya ... Suaminya pergi sama perempuan lain. Kenapa sih?" ujar Damar.


"Pantesan dia kayak gitu." ujar Yuda.


"Ealah, bukan gitu, Mar. Serem aja lihat perempuan model begitu."


"Halah ... Gayamu, Yud! Mpok Atin penjual kopi aja kamu sikat." protes Bagas.


"Sialan kamu, Gas! Itu kan aku cuma ramah saja biar bisa sering-sering ngutang di sana."


"Ngeles aja kamu! Ngomong aja modus."


"Sudah-Sudah! Ke sini mau debat apa mau bantuin aku?" potong Damar.


"Ya .. mau bantu lah. Sory, Mar," ujar Bagas.


Mereka bertiga pun melanjutkan pekerjaan membersihkan halaman dan bagian dalam rumah Damar yang sudah lama tidak ditempati.


"Halo para cowo ganteng! Miss Inggrid datang membawa cangkul, golok, sapu, dan yang tidak kalah penting kue lapis legit ...." teriak Bu Inggrid dari luar pagar.


Ketiga pria itu pun langsung menoleh ke arah perempuan ganjen itu. Mata Bagas dan Yuda pun beradu sebagai kode apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.

__ADS_1


"Gimana, Yud?"


"Sikat, Gas!"


Yuda dan Bagas pun berlari ke arah Bu Inggrid untuk merebut kue yang dibawa leh perempuan itu. Bu Inggrid terkejut dengan tingkah kekanak-kanakan mereka berdua.


"Lah kok malah berebut kuenya? Cangkul dan goloknya malah nggak ada yang ngambil. Duh, dasar laki-laki! Nggak usah berebut kenapa, sih? Tenang, kalau nggak kebagian lapis legitnya, aku kan juga legit?" ujar Bu Inggrid dengan nada kenes.


Damar yang mendengar ucapan Bu Inggrid pun senyum-senyum sendiri.


"Mas Damar kok mah senyum-senyum sendiri? Ajak aku dong Mau kalau mau senyum!" Giliran Damar yang dirayu oleh Bu Inggrid.


Bagas dan Yuda pun tertawa cekikikan melihat Damar yang tidak bisa menyahuti ucapan Bu Inggrid.


Ketiga pria itu pun saling bahu membahu membersihkan halaman dan bagian dalam rumah Damar. Setelah bekerja selama kurang lebih dua jaman, akhirnya pekerjaan itu pun selesai. Ternyata Bagas dan Yuda membawa terpal dan kasur lipat untuk atap dan alas tidur Damar sementara waktu.


Setelah selesai menata ruangan yang akan digunakan oleh Damar untuk tidur nanti malam, Damar pun duduk mengobrol sambil menikmati lapis legit buatan Bu Inggrid.


"Mas Damar, kenapa sih kamu harus bercerai dengan istrimu?" tanya Bu Inggrid.


"Nggak apa-apa, Bu ...eh Miss Inggrid. Kita nggak cocok saja," jawab Damar.


"Ah, alasan klise itu. Pasti Mas Damar ini selingkuh, ya?"


"Nggak usah bahas itu lagi ya, Miss. Oh ya, ke mana Bagas dan Yuda?" tanya Damar.


"Tau tuh. Kayaknya mereka berdua lagi asyik nonton video di depan," jawab Bu inggrid.


Karena merasa tidak enak berlama-lama duduk berdua dengan Bu Inggrid, Damar pun ke depan menyusul kedua temannya. Ternyata di depan, Bagas dan Damar sedang asyik menonton video seorang penyanyi dangdut yang sedang beraksi di atas panggung.


"Kalian nonton apa, sih?"


"Sini Mar, nonton bareng! Ada penyanyi dangdut bagus banget. Kamu pasti suka," jawab Bagas.


"Males aku nonton dangdut. Paling ya gitu-gitu aja. Suara minus goyangan plus-plus. Itu kan kesukaan kalian?" protes Damar.


"Beda ini, Mar. Ini penyanyinya nggak suka pamer goyangan. Dan suaranya bagus banget pokoknya. Rugi kalau kamu nggak nonton," jawab Yuda.


Karena penasaran dengan omongan kedua temannya, Damar pun menonton video tersebut dan ia pun terkejut setelah mengetahui penyanyi yang ada di video itu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Ayo berikan like dan dukunganmu untuk novel ini!


__ADS_2