
Malam harinya Reni mengirim pesan kepada Damar. Di dalam pesannya ia mengatakan bahwa ia dipecat oleh papanya Reno dari group orkes dangdutnya. Damar menghibur Reni dengan mengatakan bahwa rejeki tidak hanya ada di group orkes papanya Reno saja. Reni masih bisa tampil di group orkes dangdut yang lain. Dan Reni pun kembali bersemangat dalam kegalauannya.
Hari demi hari dilalui oleh Reni dengan menanyakan Job kepada group orkes dangdut yang lain. Tap tak satu pun dari mereka yang memberikan Job kepada perempuan itu. Usut punya usut ternyata ketua group orkes dangdut itu sudah dihubungi oleh papanya Reno untuk memblacklist Reni. Tentu saja mereka tidak ada yang berani memakai jasa Reni karena pengaruh papanya Reno di dunia perorkesan masih sangat besar. Karena tidak ada job sama sekali, Reni merasa itu adalah akhir dari perjalanan karirnya di dunia tarik suara.
Reni yang sangat mencintai dunia tarik suara dan juga membutuhkan biaya untuk perawatan ibunya pun tentu saja terpuruk dan sedih menghadapi kenyataan itu. Hanya kepada Damar ia bisa mencurakan semua isi hatinya. Sementara itu kondisi ibunya Reni semakin lama semakin menurun karena semakin menipisnya biaya pengobatan dan perawatan yang bisa dikeluarkan oleh Reni. Tapi, perempuan itu menahan sakitnya demi tidak membuat anaknya semakin terpuruk.
Untuk menghibur Reni, Damar mengajak Reni ke pantai. Di sanalah Reni mengungkapkan perasaannya terhadap Damar, tapi Damar menjawab dengan ragu-ragu. Ia mengatakan statusnya yag sebenarnya kepada Reni. Dan di luar dugaan ternyata Reni menerima status Damar. Akhirnya mereka berdua di pantai itu meresmikan hubungan asmara mereka.
Namun, kesialan kembali melanda. Pada saat mereka akan pulang. Ternyata motor yang mereka bawa sudah raib diambil pencuri. Tanpa mereka ketahui, Reno dan Jack sedang memantau mereka. Dan ia yang masih sangat mencintai Reni pun tidak terima kalau Reni harus menjadi milik Damar.
Damar pun menghubungi Yudha dan Bagas agar menjemput mereka ke pantai. Sebagai teman yang setia mereka berdua datang untuk menjemput Damar dan Reni. Mereka menyesalkan kejadian hilangnya motor Damar. Tapi itu semua sudah takdir yang tidak bisa dihindari oleh mereka. Tak lupa mereka juga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek terdekat.
Mereka berempat kemudian mangkal di tempat ojek biasanya.
“Kami sudah hancur, Yud … Gas … Reni sudah kehilangan pekerjannya sebagai penyanyi dan aku sudah tidak bisa enjadi driver lagi karena kehilangan motor. Entahlah, untuk ke depan kami akan menyambung hidup dengan apa,” keluh Damar yang duduk di sebelah Reni.
Bagas dan Yudha menatap prihatin kepada Damar dan Reni. Ia tidak menyangka mereka berdua akan bernasib sesial itu. Selama beberapa menit Damar hanya bisa menatap ke depan dengan tatapan kosong.
__ADS_1
“Bro … Aku ada sesuatu yang ingin kutunjukkan sama kamu.” Bagas berkata kepada Damar.
“Apa, Bro?” tanya Damar.
Bagas pun mengeluarkan Ponselnya dan menunjukkan video yang pernah ia unggah dan sudah ditonton oleh banyak orang dan mendapat banyak komentar positif dari netijen.
“Sialan kamu! Ngerekam orang nggak pake ijin! Hapus!” gerutu Damar.
Sementara itu Reni juga memperhatikan isi video tesebut. Ia sepertinya juga takjub dengan pertunjukan akustik kekasihnya.
“Jangan, Bro! Ini kesempatan buat kamu supaya bisa terkenal! Kamu kan bilang kalau kamu sekarang bingung butuh ladang pekerjaan? Dari sini kamu bisa dapat duit, Bro!” protes Bagas.
“Tuh, Rani juga bilang bagus, kan?” ucap Bagas.
“Iya, Bro. Kami menyarankan kamu mebawakan lagu ini lagi, tapi sekarang direkam dari arah depan. Dan hm … gimana kalau kamu berkolaborasi dengan Rani? Sepertinya tambah oke!” potong Yudha.
“Maksudmu laguku didangdutin?” protes Damar.
__ADS_1
“Why not? Dangdut itu sekarang sudah banyak dikenal orang, Bro! Dari kalangan bawah sampai kalangan atas semuanya suka dangdut. Ya, nanti kan bisa dicampur-campur gitu musiknya. Gimana?” tawar Yudha.
“Hm … Tapi, kalian yang mainin musiknya, ya? Soalnya aku nggak begitu paham dangdut.”
“Oke. Kami siap!”
“Gimana, Ren? Kamu mau? “ tanya Damar kepada Reni.
Reni menjawab dengan menganggukan kepalanya.
“Yes!” teriak bagas dan Yudha.
*
Singkat cerita mereka berempat pun melakukan latihan untuk mempersiapkan penampilan mereka ang akan diunggah di akun sosia media mereka. Awalnya istri-istri Bagas danYudha protes karena tidak diberi jatah belanja harian oleh mereka berdua. Tapi, karena mereka menjanjikan akan memajang produk jualan istri-istri mereka di sosial medianya, akhirnya mereka pun menerima tawaran itu.
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Bagas menunggah video musik hasil rekaman mereka berempat. Mereka memberi judul “Duet Penyanyi Misterius dan Rani A”. Setelah itu mereka menunggu reaksi netijen atas kemunculan video tersebut. Sayangnya, saat mengunggah videonya ada trobel jaringan sehingga proses unggahnya lama dan mereka tidak tahu apakah videonya sudah berhasil diunggah atau tidak.
__ADS_1
BERSAMBUNG