
Tapi pemuda itu mengurungkan niatnya karena ia masih
berkonsentrasi menahan rasa sakit yang ia rasakan. Alhasil, dari tempat ia
duduk ia hanya bisa mendengar suara riuh teriakan penonton dan juga suara emas
Reni yang berharmonisasi dengan alunan musik dangdut yang menggelegar di
sekitar pentas pertunjukan.
“Ternyata suara anak itu lumayan juga, tapi kenapa dia harus
memilih jalur dangdut? Cara ia menyapa penoton juga luwes sekali. Ah, kenapa
aku malah memikirkan Reni?”
Damar terus menunggu di tempat itu sampai Reni selesai
menyanyikan beberapa lagu. Kemudian ia pun buru-buru membayar minuman yang ia
pesan dan berangkat menuju ke lokasi pementasan. Ia harus menjemput Reni ke
tempat tadi karena perempuan itu tentu saja tidak berani menyeruak kerumunan
penonton sendirian. Harus ada Damar yang melindungi Reni dari godaan fans
perempuan itu.
“Mar, ke mana saja kamu? Aku sudah menunggu sejak tadi,”
keluh Reni.
“Nggak ada Ren. Perlu effort lebih untuk bisa sampai ke sini
karena penontonnya banyak banget.”
“Loh, bibir kamu kenapa jontor begitu?” Reni bertanya sambil
berusaha memegangi bibir Damar secara refleks.
“Aduh, sakit Ren!”
“Kamu habis berkelahi, ya?”
“Enggak kok Ren!”
“Terus ini apa kalau bukan karena habis berkelahi? Makanya
kalau ada pentas dangdut nggak usah deket-deket kalau nonton! Kadang ada yang
suka bikin onar emang!”
Damar agak geli juga mendengar ucapan Reni. Bagaimana tidak,
Reni sebagai penyanyi dangdut malah menyuruh dia untuk tidak dekat-dekat dengan
__ADS_1
pentas?
“Reni … Reni … ngapain aku nonton pentas dangdut di depan?
Aku ini nggak suka musik dangdut, Ren!” Damar berkata pada dirinya sendiri
sambil menahan geli.
“Aku nggak apa-apa kok,Ren. Tadi aku Cuma ketemu Reno!”
jawabnya singkat.
“APA??? Jadi Reno yang melakukan ini sama kamu?” Reni
berkata dengan sedikit berteriak sampai penyanyi lain yang sedang bersiap diri
di tempat itu juga menoleh ke arah Reni.
“Bukan! Temannya yang tiba-tiba saja memukulku saat Reno
sedang berbicara denganku.”
“Maksudmu si Jack?”
“Iya. Reno memanggilnya Jack. Kalau saja orang-orang itu
tidak melerai kami pasti sudah kuhajar si Jack itu!” jawab Damar dengan nada
emosi.
“Entahlah! Dia tiba-tiba datang dan langsung memukulku. Sepertinya
Reno juga tidak setuju dengan tindakannya.”
“Oooo … Dasar Jack itu ikut campur tangan saja urusan orang.
Sekarang mereka ke mana?”
“Mereka sudah pergi. Ya, setidaknya aku sudah mengetahui
kekuatan mereka. Aku tidak perlu takut dengan mereka lagi. Malah aku ingin
membuat perhitungan dengan si Jack itu.”
“Mar, Reno itu banyak temannya. Aku takut terjadi sesuatu
sama kamu?”
“Kamu pikir aku takut? Pokoknya aku harus memberikan
pelajaran untuk si Jack itu. Kamu nggak usah ikut-ikut!”
“Antarin aku pulang saja sekarang, ya?” Reni tidak bisa
membendung kemarahan Damar saat itu.
__ADS_1
“Oke. Kita lewat pintu belakang rumah ini ya? Soalnya di
depan fansmu sudah berkerumun ingin bertemu dengan kamu.”
“Iya, Mar!”
Damar pun meminta ijin kepada tuan rumah untuk diberikan
akses keluar melalui pintu belakang dan mereka menyetujui dan tentu saja Reni
diajak foto-foto duluan oleh mereka. Damar geli sendiri melihat Reni yang
begitu dipuja oleh mereka. Damar tersenyum geli melihat pakaian manggung Reni
yang menurutnya terlihat aneh.
Sebelum keluar, Damar memberikan jaket Ojolnya untuk dipakai
oleh Reni.
“Loh, kok aku yang make?”
“Ya, biar orang-orang nggak bisa ngelihat kamu!”
“Oh … Iya makasih.”
Mereka berdua pun keluar dari rumah itu melalui pintu
belakang. Ternyata trik Damar cukup sukses. Mereka bisa keluar tanpa terendus
fans fanatik Reni yang sudah menunggu di depan rumah pemilik hajat. Sehingga
mereka bisa sampai ke motor Damar tanpa gangguan sedikit pun.
“Makasih ya, Mar!” ucap Reni sambil membonceng di belakang
Damar.
“Sama-Sama …”
Reni ingin sekali bersandar di punggung Damar, tapi ia malu.
Sebelum akhirnya keberadaan polisi tidur membuat perempuan itu terpaksa
merangkul Damar dengan erat.
“M-Maaf ya, Mar!”
“Nggak apa-apa. Kamu pegangan saja. Jalannya banyak yang
rusak. Biar nggak jatuh.”
Dengan rasa canggung perempuan itu pun melingkarkan
tangannya ke perut Damar.
__ADS_1
BERSAMBUNG