SUAMI RAHASIA PENYANYI DANGDUT

SUAMI RAHASIA PENYANYI DANGDUT
PERMINTAAN


__ADS_3

Tidak seperti biasanya Reno mendatangi papanya ke studio. Selama ini pemuda tersebut menjaga jarak dari papanya. Berkali-kali bos orkes itu berusaha untuk dekat dengan Reno, tapi Reno selalu menghindar. Pemuda itu lebih dekat dengan mamanya. Jika Reno ingin meminta sesuatu dari papanya, biasanya pemuda itu memintanya melalui mamanya. Kedatangan Reno di studio musik milik papanya tentu saja membuat semua orang yang berada di tempat itu menjadi terperangah, terlebih papa Reno sendiri.


“Selamat siang, Pa …”


“Si-siang Reno …” Papanya Reno sampai tergagap saat melihat Reno tiba-tiba muncul di hadapannya.


“Pa, aku ingin ngobrol penting dengan Papa. Papa ada waktu kan buat Reno?”


Papanya Reno masih tercengang mendengar anak kandungnya tersebut berbicara semanis itu. Selama ini hubungan mereka sangat dingin. Tidak dipungkiri, penyebab renggangnya hubungan mereka selama ini karena waktu Reno masih SMP, papanya pernah menjalin affair dengan salah satu artisnya. Dan hal itu sempat membuat mamanya Reno depresi. Reno yang saat itu juga mengetahui masalah tersebut,akhirnya uring-uringan dengan papanya. Meskipun akhirnya papanya Reno memutuskan hubungan spesialnya dengan perempuan tersebut, tapi luka di hati Reno sulit untuk sembuh. Sejak saat itu lah Reno seperti menjauh dari papanya. Dan hal itu pula yang melatarbelakangi kenapa Reno bisa menjadi seorang Playboy kelas kakap. Pemuda itu baru saja insyaf setelah mengenal artis papanya yang bernama Rani Alaska yang berbeda dari perempuan yang lain. Sayangnya, Rani sulit untuk ditaklukkan oleh pemuda tersebut.


“Hm … Oke … Ayo,ikut Papa!”


Dengan kikuk Reno pun mengekor di belakang papanya menuju ke sebuah ruangan khusus yang berada di pojok studio musik tersebut. Reno, sebagai calon pewaris semua harta bos orkes itu baru kali ini masuk ke ruangan tersebut. Ia baru sadar bahwa ruangan tersebut kedap suara, sehingga suara hiruk pikuk di ruangan studio musik tadi tidak terdengar ke dalam ruangan tersebut. Sementara mereka berdua berada di dalam ruangan tersebut, anggota orkes dangdut menebak-nebak apa yang sedang mereka berdua perbincangkan di dalam.


“Duduk, Ren!”


“Iya, Pa!”


“Mau minuman dingin apa hangat?”


“Nggak usah Pa! Aku Cuma sebentar kok!”


“Oke …”


Papanya Reno duduk dengan tenang berhadapan dengan anaknya. Ditatapnya dalam-dalam wajah anaknya itu. Sudah lama sekali ia tidak menatap dalam-dalam wajah anaknya itu. Ia sangat rindu masa-masa Reno masih kecil dulu.


Papanya Reno sengaja tidak menanyakan keperluan Reno datang ke tempat kerjanya. Ia tidak ingin pertanyaannya mengusik kenyamanan hati anaknya. Biarlah Reno sendiri yang mengutarakan isi hatinya. Setelah diam selama beberapa detik, akhirnya Reno pun membuka suara.


“Pa … Reno ingin menikah.” Akhirnya keluarlah kata-kata dari mulut Reno.


Tentu saja papanya Reno tercengang mendengar kalimat tersebut.

__ADS_1


“Kamu yakin dengan apa yang kamu ucapkan barusan, Ren?”


Meskipun selama ini papanya Reno hubungannya agak renggang dengan Reno. Bukan berarti ia tidak tahu kalau anaknya tumbuh menjadi Playboy yang tidak mau menjalin hubungan serius dengan perempuan. Mendengar Reno mengatakan hal itu, tentu saja membuat hati pria itu senang. Karena selama ini ia dan istrinya sudah sering memperbincangkan hal itu. Namun, mereka tidak berani menanyakannya langsung pada Reno.


“Iya, Pa. Aku sudah capek pacaran terus. Kali ini aku ingin membina rumah tangga.”


“Iya, Ren! Papa siap melamar gadis itu untuk kamu. Coba kamu katakan pada papa! Siapa gadis yang sudah mencuri hati anak papa ini?” Papanya Reno menyambut jawaban anaknya dengan antusias sekali.


Reno tidak langsung menjawab. Ia nampak sedang berpikir.


“Pa, aku sudah lama suka dengan artis Papa yang bernama Rani ….” Akhirnya keluarlah jawaban itu dari mulut pemuda itu.


Jreng Jreng Jreng


Papanya Reno syok sekali mendengar jawaban yang keluar dari mulut anaknya itu. Ia tidak menyangka anaknya yang selama ini selalu berpacaran dengan gadis-gadis yang tampilannya elegan dan kekinian, kok bisa-bisanya jatuh hati pada penyanyi dangdut yang secara penampilan cukup menor dan berbeda jauh dari mantan-mantan pacar anaknya. Tidak dipungkiri Rani Alaska memang memiliki kecantikan dan kharisma tersendiri.


“Kamu sudah lama kenal dengan Rani?”


“Kalian sudah berpacaran?”


“Belum, Pa. Rani menolak saat aku tembak.”


“Wah, hebat juga si Rani sampai berani menolak cinta anak Papa.”


“Iya, Pa. Dia memang berbeda dengan perempuan-perempuan yang lain.”


“Jangan-Jangan kamu hanya penasaran dengan Rani karena dia menolakmu?”


“Tidak, Pa! Dia itu memang tipe aku banget. Aku ingin dia menjadi ibu dari anak-anakku nanti.”


“Oke … Itu urusan papa. Papa selama ini sudah baik sama anak itu. Papa yakin dia tidak akan menolak kalau papa yang melamar dia untuk kamu.”

__ADS_1


“Terima kasih, Pa.”


“Oh ya. Kalau boleh papa tahu, apa alasan dia menolak kamu?”


“Dia bilangnya sih masih mau konsen sama karir dan juga kesembuhan ibunya.”


“Okelah kalau begitu. Dengan begitu papa akan lebih mudah ngomong sama anak itu dan ibunya. Kamu tahu tempat tinggal Rani, kan?”


Reno diam sesaat. Ia seperti memikirkan sesuatu. Setelah itu pemuda itu pun menyahut.


“Itu dia Pa. Aku tidak tahu tempat tinggalnya yang sekarang. Sekarang dia sudah tidak kos lagi. Dia tinggal dengan ibunya di kampung.”


“Oke. Itu urusan gampang. Aku ada rencana untuk anak itu. Kamu tenang saja, Rani pasti akan jadi istrimu.”


“Terima kasih banyak ya, Pa. AKu berharap sekali dengan Papa.”


Ucapan Reno membuat papanya merasa terharu karena setelah sekian lama akhirnya ia merasa dianggap orang tua kembali oleh anaknya.


“Pa, aku pamit dulu, ya?” Reno berdiri dari tempat duduknya.


“Kamu mau ke mana?”


“Aku mau jalan-jalan cari maka sama Jack.”


“Hati-Hati di jalan, ya?”


“Iya, Pa.”


Reno mencium tangan papanya. Pemuda itu mendapat pelukan hangat dari pria dewasa di depannya. Papanya Reno menatap kepergian anaknya dengan perasaan haru.


“Ren, papa tidak akan mengecewakanmu saat ini.”

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2