
Aliya pun pergi setelah Reno pergi dan sebelum sampai kampus, Aliya meminta pada sopir taksinya untuk mencari taylor.
Ya, Aliya ingin memotong lengan kemeja Reno yang hangus.
Aliya pun meminta lengan itu sama panjangkan antara kanan kirinya.
"Baik, terimakasih. Nanti siang, sepulang kuliah, saya ambil, ya, Pak!" kata Aliya dan Bapak Taylor pun mengiyakan.
Setelah itu, Aliya melanjutkan perjalanannya ke kampus, dan Aliya kembali merasa kesal setelah melihat Gilang yang sedang menunggunya di Koridor.
Aliya berjalan begitu saja, ingin melewati Gilang, tetapi, Gilang memanggilnya dan Aliya pun berhenti.
"Ada apa? Bukannya sudah jelas urusan kita selesai saat itu juga!" kata Aliya seraya menatap Gilang dan Gilang tersenyum seraya menyentuh rambut Aliya yang tergerai. Pria yang tak mau kalah tampan dengan Reno itu pun memiliki niat yang tak benar.
Sementara itu, gadis berpakaian rapih, dengan dress yang berkerah itu pun melepaskan tangan Gilang.
"Kenapa, Al? Bukannya lo suka dengan sentuhan gue?" tanya Gilang seraya menghimpit Aliya ke dinding.
Aliya pun mendorong dada Gilang menggunakan tangan kanannya karena tangan kirinya harus membawa beberapa tumpukan buku.
"Jangan macam-macam, atau suamiku akan bertindak!" kata Aliya dan Gilang kembali dengan ide busuknya itu.
"Al, apa benar, dia ikut andil dalam kehamilan anak ini?" tanya Gilang seraya berbisik dan mata Aliya sudah basah karena berkaca.
"Al, gue masih cinta sama lo! bisakah kita kembali, di belakang suami mu!" ajak Gilang yang berbisik di telinga Aliya.
Aliya yang sudah tidak dapat menahan perasaan kesal dan sedihnya itu pun menampar Gilang dengan kencangnya.
Gilang yang merasa sakit di pipinya itu mengusapnya dan tak menyangka kalau Aliya seberani ini sekarang.
Aliya menatap tak percaya pada Gilang, ia pun mengatai Gilang sangat menjijikkan.
"Menjijikkan!" kata Aliya yang kemudian pergi dari hadapan Gilang. Dan tampa keduanya sadari, keduanya telah menjadi pusat perhatian dari mahasiswa lainnya.
Gilang merasa malu dan segera berbalik badan. Ia pergi meninggalkan dengan arah yahh berbeda.
Sementara itu, Aliya yang menangis segera pergi ke kelas untuk menunggu dosen datang.
Zulfa pun menarik kursi sebelah Aliya dan menanyakan apa yang membuat Aliya menangis.
"Fa, kalau kamu tau sesuatu tentang aku, apa kamu akan benci aku? Akan memandang aku rendah?" tanya Aliya seraya menatap Zulfa yang sedang menatapnya.
Zulfa pun memeluk Aliya dengan mengatakan kalau dirinya akan tetap menjadi sahabat terbaik Aliya.
Aliya mengangguk dan segera menghapus air matanya.
****
Sementara itu, tanpa Gilang sadari, ia masih dalam pengawasan, Gilang salah telah bermain-main dengan istri konglomerat.
__ADS_1
Arman yang mendapatkan pesan itu dari orang suruhannya pun segera memberitahu Reno.
Arman mengetuk ruangan Reno, dan Reno yang tengah berdiri di tepi jendela pun menyuruh Arman untuk masuk.
Arman yang melihat Reno terdiam di sudut pun bertanya.
"Maaf, Tuan. Apakah ada sesuatu yang menganggu pikiran, Tuan?"
"Ya, ada. Kenapa kancil ku hari diam, apa harus ada Bunda di rumah supaya dia kembali aktif?" tanya Reno yang tak mau menatap Arman.
Arman hanya mendengarkan Tuannya yang ternyata sedang gelisah. Dalam hati, Arman merasa senang, karena ternyata dengan hadirnya Aliya mampu membuat Reno memiliki hati.
Lalu, Reno yang melihat senyum Arman itu pun tersadar dengan apa yang diucapkan.
Reno kembali menjadi dingin di depan asisten pribadinya.
Reno duduk ke kursi kebesarannya seraya menanyakan keperluan Arman.
"Ada apa?" tanya Reno seraya menatap Arman tajam.
Arman yang menundukkan kepala itu mengatakan kalau Gilang telah berulah.
"Gilang, dia menggoda istri anda, Tuan!"
"Hah!" Reno berdecak dan Reno pun menyuruh sesuatu pada Arman yang hanya Arman dan Reno ketahui.
Setelah itu, Arman pamit undur diri dari dan Reno pun hanya menatap Arman yang pergi dari ruangannya.
Reno mengirim Aliya pesan pada Aliya yang sedang berjalan bersama dengan teman-temannya ke kantin setelah jam pelajaran selesai.
Dan Aliya pun menerima pesan tersebut seraya menatap mahasiswa yang sedang memperhatikannya.
Ya, ternyata, kabar Aliya dan Gilang yang bertengkar itu menjadi tranding topik di kampusnya.
Dan ternyata, Gilang yang menyimpan sakit hati karena telah dipermalukan itu sedang duduk bersama dengan teman-temannya di kantin.
Mengetahui itu, Aliya pun pergi meninggalkan kantin dan tentunya meninggalkan Gilang yang menatapnya tajam.
"Ingat dengan pernikahan kita, sekarang, kamu adalah istri dari konglomerat! Ingat itu! Jangan sampai mencoreng nama baikku!" isi pesan dari Reno dan Aliya pun menarik nafas dalam.
Aliya tak membalasnya dan segera menyimpan kembali ponsel itu ke tasnya.
Dan apa yang Aliya lakukan, membuat Reno merasa diabaikan.
"Hah! Gadis gila! Siapa dia berani mengabaikan pesan ku!" gerutu Reno seraya menatap layar ponselnya.
Karena kesal, Reno pun meletakkan ponsel itu dengan sedikit kasar di meja kerjanya.
Lalu, Reno memijit pelipisnya.
__ADS_1
****
Sementara itu, Aliya memilih untuk pulang dan tidak lupa mengambil kemeja Reno lebih dulu.
Setelah itu, Aliya pun pulang.
Aliya yang merasa pintar dengan idenya pun tersenyum dan Reno pasti akan memujinya, itulah yang Aliya pikirkan.
Aliya yang merasa baik karena sebentar lagi Reno akan memujinya pun dengan semangat mengerjakan pekerjaan rumahnya.
Tidak lupa, Aliya mengambilkan baju ganti untuk Reno, Aliya meletakkan baju ganti itu di gantungan kamar Reno.
Aliya juga menyimpan baju yang lengannya baru saja dijahit itu ke lemari.
Selesai dengan itu, Aliya masuk ke kamar, ia mengerjakan tugasnya seraya menunggu suaminya pulang.
Tidak lama kemudian, Reno pun datang. Ia yang lelah memilih untuk segera mandi dan setelah itu, Reno merasa kalau baju yang Aliya pilihkan untuknya sedang tidak tepat, karena Reno ingin memakai kaos tanpa kerah.
Reno pun memilih bajunya sendiri dan Reno melihat ada sesuatu yang berbeda dengan kemeja kesukaannya.
Reno pun mengambil kemeja itu dan menatapnya.
"Kenapa bisa berubah jadi lengan pendek?" kata Reno, pria itu masih terlilit dengan handuknya di pinggang.
Reno sangat marah dengan apa yang dilihat, karena Reno sendiri tidak menyukai kemeja lengan pendek.
"Aliya!" teriak Reno dari kamarnya dan Aliya merasa kalau Reno sedang mengaum.
"Astaga, ada apa ini?" tanya Aliya pada dirinya sendiri.
Aliya yang sedang duduk di ranjang dengan laptopnya pun segera turun dan menghampiri Reno yang sudah mengeluarkan asap dari hidungnya.
Dengan polosnya, Aliya yang baru saja masuk itu tersenyum saat melihat Reno yang hanya menggunakan handuk.
"Apa senyum-senyum!" bentak Reno dan Aliya pun menaikan sudut bibirnya saat itu juga.
"Ada apa?" tanya Aliya dengan ketusnya.
"Apa ini, hah?" bentak Reno seraya menunjukkan kemeja berwarna krem itu pada Aliya.
"Baju, kemeja, hem, apa lagi?" jawab Aliya.
"Kenapa bisa buntung, hah?" tanya Reno seraya melempar kemeja itu ke tempat sampah.
Aliya hanya memperhatikan dengan datarnya.
Apa yang akan Aliya lakukan kali ini? Apakah Aliya dapat mengalahkan Reno yang tersulut amarah.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya, All. Dukung karya Author dengan vote dan giftnya, ya. Terimakasih π