SUAMIKU TAKDIRKU

SUAMIKU TAKDIRKU
Hadirnya Hanya Membawa Luka


__ADS_3

Reno pun memegangi tangan Aliya, ia menatap Aliya dengan berkata, "Jangan sentuh-sentuh aku!"


Aliya yang ditatap oleh Reno itu mengedipkan mata dengan anggunnya.


"Tidak usah sok imut, kamu!" kata Reno yang kemudian melepaskan tangan Aliya, setelah itu, Reno masuk ke kamarnya dan Aliya mengekori di belakang Reno.


Dan Reno segera menutup pintu sebelum Aliya benar-benar ikut masuk.


"Astaga, Pak!" kata Aliya yang berada di balik pintu.


Sementara itu, Reno sedang melepaskan kaosnya, ia menggelengkan kepala saat teringat dengan Aliya yang begitu polos.


Sementara itu, di tempat lain, setelah mengantarkan Edi dan Surti, Arman segera memenuhi panggilan Reka.


Reka yang sedang bersedih itu mengenakan baju serba hitam.


Ia duduk di kursinya yang begitu empuk dan besar.


Lalu, Arman yang sudah tiba itu mengetuk pintu ruangan Reka.


"Masuk!"


Arman pun membuka pintu dan Reka menyuruhnya untuk duduk.


Arman menganggukkan kepala.


"Kenapa, kamu menyembunyikan ini?" tanya Reka seraya menatap Arman.


"Maaf, Nyonya besar. Semua perintah Tuan," jawab Arman yang menjawab dengan menunduk.


"Kalau begitu, siapa wanita itu?" tanya Reka, ia merasa penasaran dengan mantan kekasih anaknya.


"Dia, Serena."


"Bawa dia kembali!" perintah Reka, setelah itu, ia bangun dari duduk dan melangkah kakinya, namun, langkah kaki itu terhenti saat Arman bertanya.


"Nyonya, Tuan sudah susah payah, kenapa wanita itu harus kembali?" tanya Arman yang sudah berdiri dari duduk.


Reka yang tak berbalik badan itu menjawab.


"Lakukan, itu perintah ku!" jawab Reka yang kemudian pergi dari ruangannya.


Arman hanya bisa mendesah pasrah.


****


Dan, entah apa yang Arman katakan pada Serena sehingga mampu membuat wanita itu kembali menemui Reno.


Bahkan, Arman memberitahu alamat Reno berada.


Kehadiran Serena yang tak diundang itu membuat Aliya bertanya-tanya.


Aliya yang baru saja kembali dari kuliah itu melihat idolanya tengah duduk manis di apartemen.

__ADS_1


Aliya yang tak mengerti tujuan Sang Idola pun bertanya.


"Maaf, anda Serena, bukan?" tanya Aliya yang berjalan mendekat ke arah Serena duduk.


Serena yang mendengar pertanyaan itu pun melihat ke arah Aliya berdiri.


Terlihat, dengan riangnya, Aliya mendekat dan ikut duduk bersama dengan Serena.


Aliya juga meminta tanda tangannya, tidak hanya itu, Aliya juga meminta foto bersama.


Sementara itu, Serena yang tampil dengan sangat cantik itu memperhatikan Aliya dari atas sampai ujung kaki.


"Siapa gadis ini?" tanya Serena dalam hati.


Lalu, Aliya yang baru saja memposting foto tersebut pun kembali pada Serena, ia bertanya tujuannya.


"Maaf, apa yang membawa anda kemari?" tanya Aliya setelah menyimpan kembali ponselnya.


"Saya mencari Reno," jawab Serena dengan tersenyum.


"Ada hubungan apa dengan Mas Reno?" tanya Aliya dalam hati. Ya, setelah pesta pernikahan, Reno meminta pada Aliya untuk berhenti memanggilnya Bapak.


Bagi Aliya, itu adalah bentuk kemajuan dalam usahanya mendekati Reno.


"Untuk apa?" tanya Aliya.


"Anda tidak sopan, tidak seharusnya Anda bertanya apa tujuan saya!" kata Serena seraya sedikit tersenyum.


Aliya hanya menganggukkan kepala dan memilih untuk tidak bertanya.


Aliya masuk ke kamar dan memilih untuk beristirahat.


****


Di ruang tengah, Serena sendiri masih bertanya-tanya. "Siapa dia? Setahuku, Mas Reno tidak memiliki adik," batin Serena.


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya, Reno pun pulang, ia pulang dengan membawakan susu hamil untuk Aliya.


"Al!" seru Reno yang terus berjalan masuk, ia masih belum menyadari keberadaan Serena.


Mendengar suara Reno, Serena pun bangun dari duduk.


Ia berjalan menyambut Reno yang baru datang.


Reno yang melihat Serena sudah berdiri di depannya itu terdiam, menjatuhkan belanjaannya begitu saja.


"Kenapa? Apa kamu terkejut dengan kedatangan ku?" tanya Serena. Setelah bertanya, Serena tersenyum manis pada Reno yang masih mematung.


Reno mengira kalau itu adalah bayangan, tetapi, bayangan itu terlihat sangat nyata dan Reno menyadari kalau itu adalah sungguhan saat Serena meraih tangan Reno.


"Aku kembali," kata Serena dan Reno yang masih terdiam itu tak mampu berkata-kata.


Baginya, kehadiran Serena sudah tidak diharapkan lagi. Lalu, Reno pun melepaskan tangan Serena dari tangannya.

__ADS_1


Reno yang melangkah meninggalkan Serena itu berteriak, Reno memanggil Aliya.


"Aliya!"


Dan Aliya yang sedang tertidur pun segera membuka mata. Aliya yang masih berantakan dengan rambut acak-acakan itu keluar dari kamar.


Belum sempat bertanya, Reno sudah memerintahkan Aliya untuk mengusir wanita yang dibencinya.


"Usir wanita itu! Pastikan dia keluar dari tempat ini!" perintah Reno pada Aliya, Reno berbicara dengan nada tinggi seraya menatap Aliya tajam dengan jari telunjuk yang menunjuk Serena.


Mendengar itu, Serena segera bersimpuh di kaki Reno, memegangi dua kaki Reno dan Aliya yang melihat itu pun meminta pada Serena untuk bangun.


"Anda dengar sendiri, apa yang Mas Reno katakan! Silahkan pergi!" perintah Aliya seraya melepaskan tangan Serena dari kaki Reno.


Serena yang melihat Aliya berusaha mengusirnya itu mulai tak menyukainya. Serena melepaskan tangan Aliya dari tangannya.


"Jangan ikut campur!" kata Serena seraya melepaskan kasar tangan Aliya.


Melihat Serena yang tak mau pergi, Reno memilih untuk masuk ke kamar, Reno yang kesal itu harus membanting pintu kamarnya yang tak bersalah.


"Saya harus mendengarkan ucapan suami ku dari pada ucapanmu! Pergi dari sini!" kata Aliya seraya menunjuk pintu keluar.


Mendengar kata suami, lalu, Serena menjadi bingung.


"Arman, apa yang dia katakan? Dia bilang Reno tak dapat melupakan ku, tapi... Reno sudah menikah!" kata Serena dalam hati.


Serena dan Aliya saling menatap, melihat gadis kecil yang sama sekali tak gentar itu, akhirnya, Serena memilih untuk pergi, Serena yang berbalik badan itu melihat belanjaan Reno yang tergeletak di lantai.


Serena melihat kotak susu untuk ibu hamil.


"Apa? Jadi... wanita ini tengah hamil?" tanya Serena dalam hati.


Setelah itu, Serena pun benar-benar pergi dari apartemen Reno dengan kesalnya.


Setelah itu, Aliya yang melihat belanjaan itu segera membereskan. Aliya merasa terharu saat melihat apa yang Reno bawakan yaitu susu coklat almond.


"Mas Reno perhatian sama aku?" tanya Aliya pada dirinya sendiri.


Setelah membereskan itu, Aliya mengetuk pintu kamar Reno.


Dan Reno yang sedang berbaring dengan memeluk guling itu mengabaikan Aliya.


"Mas, dia sudah pergi," kata Aliya dari balik pintu.


Mendengar itu, air mata Reno harus menetes.


"Kenapa dengan ku? Kemarin, aku inginkan dia untuk hadir, sekali saja untuk meminta maaf dan sekarang, aku tak berdaya saat melihatnya!" kata Reno dalam hati.


Sementara itu, Aliya masih menunggu di balik pintu.


Tanpa Aliya tahu, bahwa perjuangannya akan semakin berat setelah kehadiran Serena.


Mampukan Aliya mempertahankan status pernikahannya?

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen setelah membaca, ya. Dukung author dengan gift/votenya, terima kasih. πŸ’™


Mohon maaf untuk typonya. πŸ™


__ADS_2