SUAMIKU TAKDIRKU

SUAMIKU TAKDIRKU
Ternyata, Aku Serendah Itu Di Matamu


__ADS_3

"Kenapa? Apa ada yang salah denganku?" tanya Aliya seraya memalingkan wajahnya.


Dan Reno pun menjawab kalau Aliya tidak salah.


"Tidak, kamu tidak salah, memiliki perasaan bukanlah kesalahan, aku hanya menertawakan kamu yang dulu menantangku untuk tidak jatuh hati dan sekarang, lihatlah... siapa yang jatuh hati?" tanya Reno Aliya pun menitikkan air matanya, Aliya harus segera menghapus air mata itu sebelum Reno melihatnya.


"Lalu, apa Mas Reno juga memiliki perasaan yang sama?" tanya Aliya seraya menatap menatap.


Dan Reno yang tengah merenggangkan tubuh dengan menatap lapangan golf itu menjawab, "Tidak, aku tidak memiliki perasaan apapun, jangan lupakan kita teman, Al."


Mendengar itu, Aliya merasa sakit, tetapi, Aliya merasa kalau semua harus diluruskan dan Aliya pun kembali bertanya, ia bertanya dengan suara yang bergetar.


"Tapi, belakangan ini, sikap kamu terlalu manis, seolah memberiku harapan."


"Al, jangan bodoh. Aku melakukan itu semua karena kita teman, jangan salah paham, oke!" kata Reno seraya menatap Aliya yang sudah menangis.


"Al, berhenti menangis, ini tempat umum, aku tidak mau semua orang yang melihat menjadi salah paham!"


Aliya segera menghapus air matanya menggunakan ujung lengan kaosnya.


Dan Aliya sangat ingin tau apa yang membuat Reno tidak nenyukainya, padahal, Aliya sudah bersikap sebaik mungkin.


"Kenapa? Apa yang membuat Mas Reno tidak menyukaiku, biarku perbaiki!" lirih Aliya.


Aliya menahan rasa malunya saat harus mengatakan cintanya lebih dulu, tetapi, dengan ini, Aliya akhirnya mengetahui pandangan Reno tentangnya yang memang menganggap Aliya sebagai gadis gampangan.


"Al. Jangan paksa aku! Lebih baik kamu pikirkan saja dirimu dan bayimu itu!" perintah Reno dan Reno yang ingin menghindari pertanyaan Aliya itupun melangkah.


Tetapi, langkah Reno terhenti saat Aliya menahan, Aliya menahan lengan Reno dan Reno kembali meminta pada Aliya untuk melepaskan tangan itu.


"Lepaskan tanganmu itu!" perintah Reno dan Aliya menggeleng, ia menatap Reno dengan wajah yang sendu.


"Kenapa. Baiknya Mas Reno katakan alasan itu, aku tidak mau ada salah paham diantara kita," kata Aliya dan Reno menjawab dengan melepaskan tangan Aliya yang masih berada di lengannya.

__ADS_1


Lalu, Reno yang rapih dengan pakaian olahraganya itu pun melanjutkan langkah dan Aliya yang pantang menyerah itu mengikuti Reno dengan terus memanggilnya.


"Mas," panggil Aliya dan Reno terus berlalu.


Aliya mempercepat langkahnya dan Aliya membalikkan badannya, Aliya menjijitkan kaki untuk mencium bibir Reno dan Reno terdiam, ia sama sekali tidak membalas ciuman itu.


Aliya yang tak terbalaskan pun melepaskan ciumannya dan Reno yang terdiam itu akhirnya membuka suaranya.


"Al, karena kamu memaksaku, aku terpaksa harus memberitahu kalau aku sama sekali tidak menyukai gadis murahan, apalagi kamu tengah mengandung anak pria lain!" ucap Reno dan seketika, Aliya merasa kalau dunianya sudah runtuh.


Aliya yang selama ini sudah salah mengira itu merasa sesak, Aliya tak menyangka kalau Reno yang baik hati di matanya itu memandang rendah dirinya, ia pun menatap tak percaya pada Reno yang telah mengatakan itu dan Aliya akhirnya mengerti seperti apa dirinya di mata Reno.


Aliya juga mengerti alasan Reno selalu menolak untuk disentuh selama ini, itu semua karena Reno jijik dengannya, begitulah pikir Aliya.


Aliya yang sakit hati itu pun berbalik badan, Aliya berjalan dengan cepat menuju keluar pintu golf.


Dan Reno hanya bisa menatap kepergian Aliya.


"Maaf, Al. Aku harus mengatakannya supaya kamu berhenti berharap," kata Reno dalam hati.


****


Sementara itu, Aliya harus kembali merasakan sakit hati dan kali ini sangat sakit, orang yang telah menyelamatkan hidupnya, berbuat baik padanya ternyata memandang rendah dirinya.


Aliya pun pergi untuk menemui Reka.


Reka yang sedang bersantai dengan koleganya itu menatap Aliya yang tengah berdiri di pintu masuk.


Reka pun segera berdiri untuk membawa Aliya masuk, tetapi, Aliya menolak, lalu, Aliya memeluk Reka.


Kali ini, Aliya tidak lagi mencari pembelaan, Aliya menemui Reka untuk memeluk yang terakhir kalinya dan tanpa sepatah katapun, Aliya pergi dari rumah Reka.


Reka yang melihat itu menjadi ingin tau, apa yang telah terjadi dengan menantu kesayangannya..

__ADS_1


Reka pun menghubungi Reno yang masih berada di lapangan dan Reno menduga kalau Aliya telah mengadu dan membocorkan pernikahan palsunya.


Reno segera memenuhi panggilan Reka dan setelah beberapa jam, Reno sudah berada di halaman rumah Reka.


Reno mengira kalau di dalam sudah ada Aliya, tetapi, dugaan itu salah, karena Aliya tidak ada di sana.


"Apa yang terjadi, kenapa dengan istrimu?" tanya Reka yang sudah tidak sabar lagi untuk mendengar jawaban putranya.


"Seperti yang Aliya katakan pada Bunda," jawab Reno seraya duduk di sofa ruang tamu dan Reka yang masih berdiri itu menggeleng.


"Istrimu tidak mengatakan apapun, dia hanya menangis lalu pergi, maka dari itu, Bunda harus tau," kata Reka yang kemudian ikut duduk di sofa.


"Apa, dia tidak mengatakan apapun. Aku kira ini adalah usahanya," ucap Reno dalam hati.


Setelah itu, Reno pun pergi dari rumah Reka, ia ingin meminta pada maaf pada Aliya, tetapi, sesampainya di apartemen, Reno tak melihat adanya Aliya, Reno hanya melihat Lela yang sedang membersihkan apartemen.


"Di mana dia?" tanya Reno dan Lela yang sedang mengepel itu menjawab, "Nyonya pergi dengan membawa koper, Tuan."


Mendengar itu, Reno pun memijit kepalanya, Reno segera menghubungi Arman untuk mencari Aliya dan Arman dengan begitu cepat menemukannya, Aliya berada di bandara, tengah menangis seorang diri.


Lalu, Aliya harus mendongak saat seseorang memberikan sapu tangan, orang itu adalah Reno.


"Ck, dengan cepat dia dapat menemukanku," batin Aliya. Aliya tak mau lagi menerima segala bentuk kebaikan Reno, Aliya pun berdiri dari duduknya, ia bertanya, "Untuk apa Bapak ada di sini?"


"Menjemput istri bayaranku!" jawab Reno seraya menatap Aliya yang memalingkan wajahnya.


Lalu, Aliya menatap Reno, Aliya menjawab, "Maaf, Pak. Aku mundur dari pernikahan ini, jujur saja, aku telah berharap, dengan seiring berjalannya waktu akan membuat Bapak jatuh cinta padaku, nyatanya tidak seperti itu, aku sendiri yang jatuh dan aku merasa tidak bagus untukku tetap melanjutkan ini semua. Maaf, aku menyerah."


Setelah itu, Aliya harus pergi saat mendengar nama kota tujuannya itu disebut dan akan segera lepas landas.


Reno hanya bisa memperhatikan Aliya yang terus melangkah tanpa melihat kebelakang, Aliya sendiri menahan dirinya untuk tidak menengok, Aliya juga kembali menangis saat dirinya telah memutuskan untuk pergi dari hidup Reno.


Apakah Reno akan merasa kehilangan? jangan lupa like dan komen setelah membaca, ya.

__ADS_1


Dukung karya ini dengan vote/giftnya. Terima kasih. πŸ’™


Mohon maaf untuk typonya. πŸ™


__ADS_2