SUAMIKU TAKDIRKU

SUAMIKU TAKDIRKU
Air Mata Bahagia


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, sekarang, Reno yang tak mau jauh dari Aliya dan Isa itu membawanya ke rumah yang sudah ia siapkan sebelumnya.


Di rumah itu, Aliya melihat foto-foto lama yang terpajang rapi, Aliya merasa bahagia karena cintanya kini terbalaskan walau harus menunggu lama.


Reno yang sedang bekerja itu merasa tak betah, berulang kali ia melihat jam yang melingkar di lengannya.


"Astaga, kenapa lama sekali, apa baterai jam ini habis?" tanya Reno seraya mencocokkan jam itu dengan jam di ponselnya.


Melihat ponselnya, Reno menjadi semakin ingin cepat pulang, karena Reno menggunakan foto Aliya untuk wallpapernya.


Reno yang menyadari kalau jamnya itu benar segera menyelesaikan pekerjaannya, lalu segera pulang untuk menemui istri kecilnya. Reno yang sudah tak bisa menunggu lagi itu akhirnya menyerah, ia bangun dari duduknya, pergi ke ruangan Arman.


"Aku harus pulang, kamu harus mengurus semua!" kata Reno yang berdiri di pintu.


Secepatnya, Arman menjawab sebelum Reno benar-benar pergi.


"Tuan, malam ini ada pertemuan, di hotel xxx."


"Pergilah, ajak anak dan istrimu, aku kirimkan bonusnya sekarang juga," jawab Reno yang kemudian keluar, tidak lupa menutup pintu ruangan itu lagi.


****


Di perjalanan, Reno dibuat lemas oleh kemacetan di sore hari.


"Sama saja," kata Reno seraya duduk pasrah di kemudinya.


Sementara itu, Aliya yang menunggu suaminya pulang sedang bersiap, tidak lupa memakai wewangian yang suaminya itu sukai.


Seraya menunggu, Aliya menyiapkan sendiri makan malamnya karena Aliya tau Reno sangat menyukai masakannya.


Aliya melihat jam di dinding, waktu menunjukkan pukul 6 petang, tetapi, Reno juga belum tiba.


Aliya menghubunginya dan ternyata, Reno sudah ada di belakangnya.

__ADS_1


Walau begitu, Reno tetap menerima panggilan itu. "Sayang, lihat aku, aku di belakangmu."


Mendengar itu, Aliya pun segera melihat ke arah pintu ruang makan, terlihat, Reno yang masih mengenakan setelan jasnya itu menggendong Isa di pundaknya.


Aliya tersenyum, setelah itu, Reno menurunkan Isa.


"Maaf aku telat pulang, macet," ujar Reno.


"Iya, tidak apa," jawab Aliya dan setelah itu semua orang makan malam bersama.


Singkat cerita..


Sekarang, Aliya dan Reno sedang menemani Isa, di kamarnya dan kamarnya sekarang sangat berbeda dengan kamarnya yang dulu, kamar sekarang sangat luas, bahkan Isa bisa bermain bola di sana.


Aliya membacakan dongeng sebelum tidur untuk Isa yang berada di pelukan ayahnya.


Setelah Isa tertidur, Reno pun mengajak Aliya ke kamarnya, Reno mengedipkan matanya dan Aliya sudah tahu betul maksud itu.


Kemudian, Reno dan Aliya pun mulai turun perlahan dari ranjang Isa.


"Ssssttt! Nanti dia bangun, gagal jatahku!" bisik Reno dan Aliya menyalahkannya, "Siapa suruh tiba-tiba gendong aku, bikin orang kaget, tau," timpal Aliya.


Beruntung, Isa tetap tidur dengan pulas sehingga Reno dan Aliya tak mengalami hambatan saat bercinta.


Dan saat diujung permainan, tiba-tiba saja Aliya merasa mual dan meminta Reno untuk berhenti.


"Astaga, tanggung. Sebentar lagi, tahan dulu!" kata Reno yang masih berada di atas Aliya.


Dan Aliya yang sudah tidak tahan lagi harus muntah di ranjang.


Melihat itu, Reno pun segera menghentikannya.


"Astaga, ku kira kamu sedang mengerjaiku," kata Reno yang mengambil tisu untuk Aliya.

__ADS_1


"Tiba-tiba saja, aku pusing, Mas," kata Aliya seraya menerima tisu tersebut, lalu, Aliya mengelap mulutnya.


Setelah itu, Aliya segera bangun dan memakai pakaiannya kembali.


Setelah berpakaian, Reno menghubungi dokter, Reno mengatakan kalau dirinya tidak dapat menunggu lama.


"Istri saya sakit, saya harap kerja samanya, dokter," kata Reno.


Selama ART mengganti seprei dan selimut, Reno dan Aliya duduk di sofa dengan Reno yang terus memijit tengkuk Aliya.


Tidak lama kemudian, dokter yang ditunggu pun datang, setelah bertanya banyak hal, termasuk kapan terakhir datang bulan.


"Tiga minggu yang lalu, dok," jawab Aliya yang terlihat lemas.


Dokter juga memberikan tes pack untuk Aliya, melihat itu, Aliya tersadar kalau mungkin saja dirinya tengah hamil.


Aliya pergi ke kamar mandi dan benar saja, Aliya melihat garis dua.


Aliya keluar, ia tersenyum pada Reno yang menunggunya di depan pintu kamar mandi.


"Aku hamil," kata Aliya seraya menatap Reno.


Mendengar itu, tentu saja, Reno merasa bahagia karena akan memiliki adik untuk Isa.


Saking bahagianya, Reno merangkum wajah Aliya, mengecup kening, pipi kanan dan kiri, setelah itu dengan berkali-kali Reno mengecup bibir tipis Aliya.


Tentu saja, apa yang Reno lakukan itu dilihat oleh dokter yang masih berada di kamar itu.


"Selamat," ucap dokter dan ucapan itu membuat Reno menghentikan apa yang sedang ia kerjakan.


Reno yang terlihat sangat mencintai istrinya itu menggaruk tengkuknya.


Dan kebahagiaan demi kebahagiaan Aliya dapatkan, berbeda dengan kehamilannya dulu, sekarang, Aliya mendapatkan perhatian penuh dari suaminya.

__ADS_1


Aliya yang tengah bahagia itu menitikkan air matanya. Air mata bahagia.


Mohon maaf untuk typonya dan terima kasih untuk kakak semua yang setia mengikuti cerita Aliya dan Reno. πŸ’™


__ADS_2