
pagi hari sekitar pukul 5:30 aku terbangun karna aku merasakan ada sesuatu di atas perutku dan aku mulai membuka mata ku dan melihat ternyata tangan rey yg sedang ada di atas perutku.rey memeluku dengan sangat erat,dan enggan melepaskannya.aku mercoba menyingkirkan tangan rey dari atas perutku tapi gagal karna rey memeluku erat sekali.tapi aku mencobanya sekali lagi akhirnya aku terlepas dari rey juga.
aku segera bangun untuk menyiapkan segara kebutuhan rey dari pakaian sampai makanan.
pada saat aku ingin menuju ke dapur aku di kagetkan dengan makanan yg sudah siap di atas meja makan,aku tidak tau siapa yg menyiapkan semua ini.pas pertama kali aku datang kerumah ini tidak ada satupun pembantu di rumah ini,tapi kenapa tiba tiba semua kebutuhan di meja makan sudah tersedia.
"selamat pagi nyonya"ucap seseorang wanita yg mengagetkan aku yg datang dari arah belakangku.
"ahhhhhhhhhh"aku pun berteriak karena kaget.
"maaf nyonya saya tidak bermaksud mengangetkan anda"ucap wanita itu.
aku pun mencoba menetralkan irama jantungku
"anda siapa yah"tanya ku ke wanita yg mengagetkan ku tadi.
"saya pembantu disini nyonya"jawab nya
"ohh gitu maaf bi tadi saya kaget jadi saya teriak ke bibi deh,saya gak bermaksud begitu kok bi"ucap ku sedikit merasa bersalah karna sudah berteriak ke bibi.
"gak papa kok nyonya,ini salah saya solanya saya bikin nyonya kaget tadi"ucap bibi
"yaudah bi gak papa,oh iyah nama bibi siapa?"tanya ku.
"panggil aja bi ani nyonya"ucap bi ani
"yaudah bi,ini semua bibi yg masak"tanya ku sambil menunjuk ke arah makanan di atas meja.
"iyah non"jawab bi ani singkat.
"bibi udah berapa lama kerja di sini"tanya ku kepada bi ani.
"udah lama kok nyonya"jawab nya.
"terus kenapa kemarin waktu pertama kali saya kesini bibi gak ada?"tanya ku
"waktu itu tuan rey sendiri yg menyuruh semua asisten rumah tanggal untuk tidak kerumah dulu kemarin"jawab bibi
__ADS_1
"kenapa begitu bi"tanya ku lagi
"bibi juga gak tau nyonya"jawab bibi.
aku dan bi ani pun masih lanjut mengobrol sampai terlihat rey turun dari lantai atas menuju ke arah ku dan bibi yg sedang berada di ruang tamu.
"ehem"rey berdehem
"ehh mas"ucapku dan bangkit dari dudukku.
"pagi tuan"ucap bibi
"pagi"jawab rey dingin.
nih orang bisa berubah dalam sekejap yah.perasaan tadi malam dia masih manja manja sama aku,tapi kok sekarang berubah jadi rey yg dingin,apa mungkin rey punya kepribadian ganda yah. benakku.
"ayo mas sarapan dulu"aku pun memecahakan ke heningan.
rey pun tanpa merespon perkataan ku tadi,malah langsung jalan menuju ke meja makan.
"mas"ucap ku
"hemm"jawab rey dingin dan masih asik dengan makanan nya.
"aku boleh masuk kerja lagi kan?"tanya ku sedikit takut
"hemm"jawab rey.
aku pun tidak lagi merespon ucapan rey yg dari tadi hanya mengatakan hemm hemm terus.
setelah selesai makan aku tidak mencuci piring karna sudah ada bi ani dan dia melarang ku untuk membantunya,setelah itu aku langsung menuju ke kamar.
aku membuka pintu kamar dan melihat sudah ada rey di dalam kamar.aku pun tidak memperdulikan nya.
tiba tiba rey menarik lenganku dan membawa ku ke dalam pelukannya dan membuatku kaget.
"mas lepasin"ucap ku sambil berusaha untuk lepas dari pelukan rey.dan rey pun melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"kamu ini punya kepribadian ganda yah mas,tadi di meja makan sikap kamu dingin banget eh pas di kamar jadi manja banget sama aku"ucap ku panjang lebar dan rey hanya senyum senyum memperhatikan ku yg sedang mengomelinya.
"engga"jawab rey singkat
"udahlah bisa gila aku kalau ngomong sama kamu"ucap ku dan mengambil tas kerja ku dan berjalan menuju ke arah pintu.
"gak mau berangkat bareng aku"tanya rey memberhentikan langkah ku.
"mau"jawab ku.
dari pada aku harus naik ojek kan mendingan naik mobil gratis lagi.
kami pun berjalan bergandengan menuju ke mobil.
pejalanan dari rumah ke kantor memakan waktu sekitar 15 menit dan selama 15 menit di dalam mobil bersama rey,aku tidak memulai obrolan apapun karna aku sibuk dengan chat semua teman teman ku menanyakan kabarku.
setelah perjalanan hampir 15 menit mobil rey pun berhenti pas di depan kantor tempatku bekerja.
ketika aku hendak membuka pintu mobil rey lagi lagi menarik lengan ku dan
cup
cup
rey menciumku.
ciuman pertama mendarat di bibir ku da. cuman yg kedua mendarat di kening ku aku hanya bisa mematung karna sikap rey yg bisa berubah ubah.
"nanti pulang aku jemput"ucap rey dan membuyarkan lamunanku.
"i..iyah"jawab ku terbata bata karna ini pertama kalinya ada laki laki yg memperlakukan ku dengan sangat romantis.
"terus kenapa gak turun"ucap rey
"Iyah ini juga mau turun"ucap ku.sebelum turun aku pun mencium punggung tangga suami ku.
dan aku masih berdiri memastikan mobil rey sudah jauh dari jangkauan ku.setelah aku memastikan mobil rey sudah jauh dari kantorku aku pun mulai melangkahkan kakiku menuju kantor.
__ADS_1