Suamiku yang manja

Suamiku yang manja
maaf


__ADS_3

makan malam hari ini pun berbeda dari hari sebelumnya karna aku dan rey hanya berdiam diri tanpa ada obrolan apapun.aku mendiamkan rey karan dia sudah sangat keterlaluan,aku tidak suka sikap dinginya kepada teman teman ku tadi,bahkan sampai dia tidak mau memberikan kedua sahabatku itu tumpangan padahal arah rumah kedua sahabatku itu searah sama rumah aku dan rey.


tak terasa sudah hampir 10 menit aku dan rey menikmati makan malam tanpa ada obrolan apapun.aku pun untuk sementara malas untuk bertemu dengan rey,aku lebih memilih membantu bi ani di dapur dan membereskan sisa makanan yg aku dan rey makan tadi.


sedangkan rey juga langsung pergi dari hadapanku.akupun tidak tau dia kearah kamar atau ruang kerjanya pasalnya aku tidak memperhatikan nya.


"udah nyonya istirahat aja,biar bibi yg beresin semuanya"ucap bi ani


"udah gak papa bi biar aqila bantu,lagian juga aqila bosen di kamar gak ada kerjaan"ucapku dan terus saja membantu bi ani padahal bi ani sudah melarangku.


"Yasudah kalau begitu,tapi kalau nyonya udah capek langsung berhenti aja yah nyonya,nanti saya dimarahin tuan"ucap bibi ketakutan.


"iyah bi,lagian kan bibi gak maksa aqila,ini aqila sendiri yg mau bantuin bibi,jadi gak usah takut di marahin sama mas rey"ucap ku meyakinkan bi ani.


"Yasudah kalau begitu "ucap bibi.


aku dan bibi pun sudah selesai membersikan semua piring kotor dan juga membersihkan dapur.dan aku merasa capek tapi aku lagi males ke kamar jadi duduk di sofa di dekat tv di ruang tamu aja.


bi ani pun menghampiriku dan membawa segelas air entar air teh atau kopi,yg penting aku menyukai keduanya.


"nyonya ini bibi buatkan teh"ucap bibi sembari memberikan ku gelas yg berisikan air teh tersebut.


"terima kasih bi"ucapku


aku lebih memilih duduk di depan tv sambil menonton sinetron atau apapun itu yg bisa membuat sedikit amarahku ke rey redam.aku pun tidak lupa mengajak bibi untuk duduk di sampingku.

__ADS_1


"bi sini duduk"ucapku sembari menepuk nepuk sofa yg kosong di samping ku.


"sini bi temanin aqila nonton"ucapku kebibi.bibi pun sedikit segan untuk duduk di dekatku.


"gak papa bi sini"ucapku meyakinkan bi ani.


"iyah nyonya"ucap bibi dan duduk di samping ku.


bibi pun memberikan diri untuk bertanya pada ku


"nyonya lagi ada masalah ama tuan rey yah"tanya bibi.


aku pun terdiam mendengar perkataan bi ani.


"maaf nyonya saya lancang bertanya hal pribadi nyonya"ucap bibi sedikit merasa bersalah.


"yg pasti aqila lagi kesel aja sama mas rey,dia tuh punya kepribadian ganda.sebentar sebentar sikapnya berubah jadi baik dan manja,ehh gak lama sifatnya berubah dingin.aqila cuman gak suka sama sikap dingin mas rey bi"ucap ku sedikit bersedih mengingat kejadian tadi pas rey bersikap dingin kepada kedua sahabatku.


"nyonya harus mengerti dengan sikap tuan yg seperti itu,nyonya juga harus sabar menyikapi sikap tuan yg dingin,bibi juga waktu pertama kali kerja disini merasa seperti yg nyonya rasakan tadi selang berjalan waktu bibi bisa mengerti sikap tuan rey"ucap bibi panjang lebar


"aqila akan berusaha mengerti sikap mas rey bi"ucap ku


"Yaudah bi,aqila ngantuk aqila kekamar dulu yah"ucapku dan pamit ke bi ani dan menuju kemar tidur.


"selamat malam nyonya"ucap bibi

__ADS_1


"Selamat malam juga bi"ucap ku di sela sela langkahku.


sesampainya di depan kamar aku enggan untuk pintu kamar aku sedikit malas untuk bertemu dengan rey.tapi aku beranikan diri untuk masuk kamar.


aku melangkahkan kaki ku masuk ke kamar dan aku melihat lelaki yg sekarang malas untuk aku lihat,dia duduk di pinggir kasur dan sibuk dengan ponselnya.


aku pun tidak menghiraukan nya aku pun berlalu dan menuju ke kamar mandi untuk gosok gigi dan mencuci muka ku.


Setelah selesai dengan kegiatanku di kamar mandi aku langsung membaringkan tumbuhku di kasur empuk dan aku sama sekali tidak memperdulikan rey bahkan aku sama sekali tidak nafsu untuk melihat wajahnya.


dan tiba tiba rey memeluku dari belakang,karna memang posisi tidurku membelakangi rey.


"maaf"itulah kata yg di ucapkan rey.


aku pun tidak merespon perkataan nya aku berpura pura tertidur.


"aku minta maaf,aku tidak bermaksud bersikap seperti itu,aku mohon maafkan aku,jangan marah seperti ini terus."ucap rey.


aku tetap tidak merespon nya.


"aqila aku mohon jangan marah lagi"ucap rey lagi.


dan kali ini aku memang sudah sangat emosi dan aku pun merespon perkataan nya.


"kalau memang kamu gak bermaksud seperti itu kenapa kamu bersikap dingin dengan kedua sahabatku,aku merasa sangat bersalah pada mereka berdua,entah apa yg akan di pikirkan sasa dan lina terhadapku,mungkin mereka memikirkan kenapa aku mempunyai suami yg dingin,sombong dan pelit hiks..hiks"ucap ku awalnya dengan nada yg sangat marah sampai akhirnya aku pun tidak bisa menahan air mataku,dan akupun menangis.

__ADS_1


"aku mohon jangan menangis"ucap rey mencoba menenankanku tapi tidak mengusap air mataku karan posisi ku membelakangi rey.


aku pun masih menangis sampai akhirnya rey membalikan tubuhku ke arah nya.dan kami berdua pun saling bertatapan dan rey mengusap air mataku..


__ADS_2