
Malam hari
Aku dan rey memutuskan untuk menginap di rumah mama dan papa untuk 1 malam saja.
Makan malam
Aku telah selesai membantu ibu memasak makanan untuk makan malam,kali ini aku juga di batu oleh adik iparku yaitu rose,kami berdua juga banyak mengobrol.
Aku bergegas memanggil rey yg berada di kamarnya.
Aku masuk kamar rey tanpa mengetuk,
"Mas makan malam dulu yuk"ajak ku.
"Aku lagi gak mood makan,kayanya aku lagi gak enak badan juga deh"ucap rey sontak membuatku kawatir dan ku bejalan dengan cepat menghampiri rey yg sedang berbaring di ranjang aku tidak lupa memegang dahi nya.
"Yaampun badan kamu panas"ucapku kawatir.
"Yaudah tunggu aku ambilin kompres sama obat penurun demam dulu yah"ucap ku.
"Jangan lama lama"ucap rey sambil memegang lengan ku.
"Iyah sebentar doang kok"ucapku
Aku pun bergegas ke lantai bawah untuk mengambil kompres dan obat penurun demam.
"Mas ada obat penurun demam gak"tanya ku ke mama.
"Buat apa?"tanya mama balik.
Aku pun menjawabnya sambil menyiapkan air kompresan untuk rey.
"Mas rey demam mah"ucapku.
"Bisa demam juga kak rey"timpal rendi.
"Yah bisa lah ren,kan mas rey juga manusia"bela ku.
__ADS_1
"Iyah deh iyah"ucap rendi.
"Mana obat nya mah"ucapku.
"Itu di laci itu ada kotak p3k coba kamu cari di situ"ucap mama.
Aku segera membuka laki yg di tunjuk oleh mama dan melihat apakah ada obat penurun demam dan ternyata ada aku bergegas kembali ke kamar,sebelum itu mama memanggilku.
"Aqila"panggi mama.
"Iyah mah"jawab ku.
"Kamu bawa makana ke kamar rey buat dia makan sekalian juga kamu,kamu kan jiga belum makan"ucap mama.
"Iyah deh mah"ucap ku segera mengambil makanan dan juga nasi untuk ku bawa ke kamar rey.
Setelah sampai di kamar aku melihat rey sedang tertidur,aku merasa kasihan melihatnya,karna ini baru pertama kalinya aku melihat rey sakit seperti ini setelah kami menikah.
Aku tidak ingin menganggu tidurnya rey,aku mengompres rey dengan sangat hati hati dan tidak membuat di terbangun.
"Mas bangun,minum obat dulu biar panas badan mas turun"ucapku membangunkan rey.
"Hemm"jawab rey dengan sangat lemas.
"Ini makan sedikit dulu yah sebelum minum obat"ucap ku
"Gak nafsu makan sayang"ucap rey.
"Tapi mas harus makan sebelum minum obat"ucap ku memaksa rey.
Rey pun menuruti perintah ku.
"Udah,pahit"ucap rey.
"Namanya juga lagi sakit mah,semua makanan pahit kalau lagi sakit"ucap ku.
"Yaudah sekarang minum obat"ucap ku.
__ADS_1
Rey mulai meminum obat setelah itu dia kembali tidur dan tidak memperdulikan aku.aku tau kalau saat ini dia pasti merasakan tidak enak di seluruh badannya.
Aku pun mulai tidur di samping rey.
Pagi hari yang cerah aku melihat rey masih tertidur di samping ku,aku pun segera memeriksa suhu badannya dengan memegang dahi rey.
Syukurlah sekarang panas nya rey sudah mulai resah.
Aku perlahan bangkit dari tidurku untuk menuju ke kamar mandi.
Tapi belum sempat aku melangkah rey menarik lengan ku dan membuatku terjatuh di dalam pelukannya.
"Mas udah bangun"tanya ku.
"Udah"ucap rey.
Rey hendak mencium bibirku tapi aku halangi.
"mas belum gosok gigi,jorok tau"ucapku.
"Mas lepasin aku mau ke kamar mandi dulu"ucapku karna rey tidak juga melepaskan pelukannya.
"Mas aku harus mandi abis itu bantuin mama masak "ucap ku.
"Aku baru juga sembuh dari sakit,kamu udah gak mau manja manjain aku lagi"ucap rey.
"Bukanya gitu mas,aku gak mau mama capek masak sendirian"ucap ku.
"Yaudah kalau gitu kita mandi bareng yah"ucap rey.
"Mas gak usah mandi dulu takutnya nanti demam lagi"ucapku.
"Nanti aku bau lagi"ucap rey.
"Badan mas di lap pake tisu basah aja,terus nanti aku keramasin rambut mas"ucapku
Setelah aku selesai mandi sekarang waktunya kau membersihakan badan rey dengan tisu basah dan tidak lupa juga keramasin rambut rey.
__ADS_1