Suamiku yang manja

Suamiku yang manja
manis


__ADS_3

setelah selesai membeli semua perlengkapan bayi,aqila dan rey memutuskan untuk langsung pulang saja.


"capek??'tanya rey di perjalanan pulang kerumah mereka.


"sedikit"jawab aqila.


"mau makan di luar atau di rumah aja??"tanya rey lagi.


"hemmm"aqila berpikir sejenak.


"mas aku mau makan ketoprak"aqila meminta agar di belikan makanan khas jawa tengah,tapi lebih terkenal di wilayah jakarta.


"yaudah kita cari penjual ketoprak dulu"usul rey dan hanya di angguki oleh aqila.


seketika mata rey tertuju pada gerobak penjual ketoprak yg berada di pinggir jalan dan rey memberhentikan mobilnya tepat di depan gerobak penjual ketoprak tersebut.


"mau ikut turun apa mau tunggu di sini aja??"tanya rey.


"ikut"pinta aqila manja.


"Yaudah ayo"ajak rey sambil membukakan pintu untuk aqila.


"pak ketoprak nya satu"ucap rey ke bapak penjual ketoprak.


"makan di sini atau di bungkus??"tanya bapak itu.


"bungkus aja pak"jawab rey.


aqila hanya tersenyum melihat rey pasalnya rey sudah mulai berubah sedikit demi sedikit,dia tidak lagi bersikap dingin terhadap orang lain.


"pak pedes yah"ucap aqila sambil bangkit dari duduk nya dan menghampiri bapak penjual ketoprak tersebut.


"iyah mbak"kata bapak itu.


"udah berapa bulan mbak hamilnya??"tanya bapak itu.

__ADS_1


aqila tersenyum sopan karna memang bapak tersebut sepertinya sudah berumur 50 tahunan lebih,dan masih semangat mencari rezeki yg halal.


"udah delapan bulan lebih pak"jawab aqila ramah.


"wahh sebentar lagi lahiran tuh mbak"kata bapak itu sambil tersenyum tanpa melihat ke arah aqila.


"heheh iyah pak"kata aqila yg masih betah berdiri di sebelah bapak tersebut dan memperhatikan bapak itu dengan lihat nya membuat ketoprak yg di yakini aqila sangat enak,karna baru di lihat saja aqila sudah sangat tergoda melihat ketoprak yg di buat bapak itu.


"mas gak mau??yakin satu aja,nanti kalo dirumah mas mau,aku gak mau bagi mas lo"kata aqila sambil berbalik badan dan melihat ke arah rey.


"Yaudah pak tambah satu lagi di bungkus juga"ujar rey.


aqila tertawa melihat perubahan sikap rey.


bapak penjual ketoprak itu terus tersenyum melihat tingkah aqila dan rey.


"mas nya pedes juga??"tanya bapak itu.


"ehh gak usah terlalu pedes pak,dia gak suka"jawab aqila.


bapak itu hanya mengangguk.


sekarang pukul 13:30,aqila dan rey sangat lama tadi pas berada di toko perlengkapan bayi karna terlalu banyak barang yg harus di beli.


sekitar 15 menit menunggu akhirnya ketoprak pun jadi dan sudah berada di tangan aqila selanjutnya giliran rey yg membayar nya.


"makasih pak"ucap aqila sambil tersenyum ke arah bapak itu.


"sama sama"kata bapak itu.


mereka berdua kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumah mereka.


"aku gak suka kamu senyum semanis itu ke bapak tadi"kata rey tiba tiba.


aqila hanya memandang rey bingung dengan apa yg di maksud nya tadi.

__ADS_1


"maksud mass gimana sih??"tanya aqila bingung.


"kamu gak boleh senyum senyum manis sama orang lain kaya tadi,cukup kamu senyum semanis itu ke aku aja"timpal rey ngambek.


"yaampun mas cuman karna itu"aqila menghela nafas panjang.


"pokoknya kamu gak boleh senyum senyum kaya tadi titik gak pake koma"ujar rey dengan raut wajah sedikit kesal.


"iyah iyah sayangku"ucap aqila sontak membuat rey terbelalak mendengarnya.


pasalnya aqila sangat jangan memanggil rey dengan sebutan sayang.


"coba ulangin lagi tadi ngomong apa"pinta rey dengan manja


"yg mana??"tanya aqila pura pura lupa


"alah jangan pura pura lupa deh"ucap rey.


aqila hanya tersenyum dan di balas raut cemberut oleh rey.


"Iyah iyah sayangku,ayah dari anak anak ku"ucap aqila.


rey memberhentikan mobilnya di pinggir jalan yg cukup sepi dan seketika langsung memeluk aqila.


"ihhh mas gak usah kenceng kenceng,aku nya susah nafas"kata aqila.


rey sedikit melongkarkan pelukanya.


dan menatap aqila.


"makasih"satu kata yg terucap dari mulut rey.


"makasih buat apa mas??"tanya aqila bingung.


"sudah mau jadi istri dan ibu dari anak anak aku"ucap rey.

__ADS_1


"sama sama,dan terima kasih juga udah mau menanam benih di rahim aku dan terima kasih udah mau jadi suami yg selalu sabar dengan sikap aku yg ngeselin"ucap aqila.


setelah selesai berterima kasih satu sama lain,mereka pun melanjutkan perjalanan pulang kerumah.


__ADS_2