Suamiku yang manja

Suamiku yang manja
dikantor


__ADS_3

hari ini hari pertama ku bekerja setelah menikah dengan rey.


ruangan kerja ku ada di lantai 10 jadi tidak akan memakan waktu lama di dalam lift.


sesampainya aku di lantai 10,aku langsung menuju ke meja kerja ku.


"pagi pengantin baru"ucap sasa teman sekantor sekaligus sahabatku.


sasa adalah orang pertama yg mengajak berbicara ketika pertama kali aku kerja di perusahaan ini.


"pagi sa"ucap ku


"apa kabar pengantin baru"ucap seorang wanita yg tiba tiba ikut dalam obrolan ku dan sasa,siapa lagi kalau bukan si cerewet lina.lina juga salah satu sahabatku di kantor,tapi sedikit berbeda aku berteman dengan lina jauh sebelum aku kerja di perusahaan ini,sedangkan sasa aku baru bertemu di perusahaan ini.


"baik Alhamdulillah,kamu apa kabar lin?"jawab ku sekaligus bertanya.


"baik kok"jawab sasa sambil mengumbar senyumannya.


"cerita dong qil"ucap sasa,sasa itu orangnya sangat sangat kepoan dengan urusan pribadi orang.


"iyah dong cerita"ucap lina.sedangkan lina itu. orangnya sangat sangat cerewet.kalau lina dan sasa di satuan pasti akan ada obrolan yg membuat 1 kantor leboh semua.


"cerita apa sih"ucap ku sembari menghadap ke arah sasa dan lina


"yah cerita malam pertama loh sama si rey yg ganteng itu lah"ucap sasa mulai kepo.

__ADS_1


"itukan masalah pribadi jadi gak bisa di umbar umbar sa"ucapku.


"huuu gak asik loh"ucap sasa


"iyah tau nih gak asik banget sih loh qil"ucap lina


"segitu keponya kalian sama malam pertama gue"ucapku.


sasa dan lina pun hanya mengangguk gangguk pelan.


"yaudah iyah gua ceritain,tapi janji jangan ketawain gue yah,awas aja lo pada ngetawaiin gue"ucap ku


"iyah iyah"jawab lina.


aku pun mulai menceritakan semua kepada sahabatku ini yg super super kepo.


"what???"ucap mereka berdua dengan nada berteriak dan membuat karyawan lain melihat ke arah kami bertiga.


"husssttt volume suara kalian bisa di keciliin dikit gak sih"ucap ku sambil menutup ke dua mulut sahabatku ini.


"maaf"ucap mereka berdua.


"udah deh gua males ngelanjutin ceritanya"ucap ku sedikit kesal.


"ihhh jangan begitu dong,maaf qil,iyah kita janji gak bakal teriak teriak kaya tadi lagi"ucap sasa sambil menunjukkan jari tengah dan telunjuknya membentuk huruf v.

__ADS_1


"iyah nih lanjut dong udah terlanjur penasaran banget nih sama cerita lo"ucap lina.


"yaudah tadi kata lo berdua kan mau denger cerita malam pertama gua ama rey yah itu udah gua ceritain tadi"ucap ku.


"masa gitu doang sih gak ada sesuatu yg menarik gitu"ucap sasa.


"gak ada"ucap ku singkat.


"masa gak ada sih"ucap lina.


"iyah gak ada"ucap ku.


"berarti loh masih perawan dong belum di jebolin ama si rey dong"tanya sasa yg begitu kepo.


"iyah gue masih perawan"jawab ku dingin.


"kenapa?apa jangan jangan suami lo..."belum selesai sasa ngomong aku langsung menutup mulutnya.


"engga usah ngomong yg aneh aneh deh,rey gak seperti yg lo pikirin kok"jawab ku.


"terus kenapa dong rey gak nyentuh loh,apa jangan jangan loh yg gak mau di sentuh,lo jual mahal yah ama suami loh itu"ucap lina.


"enak aja lo kalau ngomong yah engga lah,kalau rey minta juga gua bakalan kasih kok kan itu udah kewajiban gue sebagain seorang istr, tapi pas malam pertama gua halangan jadinya gak ngelakuin apa apa deh dan rey juga gak minta kok"ucap ku panjang lebar.


"ohhh gitu tohh,ngomong dong dari tadi kan gua jadi gak salah sangka sama loh dan juga suami loh"ucap sasa.

__ADS_1


"udah ah cerita nya,gua mau selesain berkas gue udah pada numpuk banget.punya temen juga gak bisa di andeliin,bukanya bantuin gua 1 atau 2 berkas pas gua gak ada kek"jawab ku menyindir sasa dan lina.


kami bertiga pun melanjutkan pekerjaan masing masing dan aku pun sampai tidak sempat makan siang karan masalah berkas yg numpuk yg harus segera di selesaikan.


__ADS_2