
Tak terasa usia pernikahan aqila dan reyhan sudah 5 bulan lamanya,tapi belum juga ada tanda tanda akan kehamilan aqila.rey juga tidak terlalu memaksakan kehendak,dia terus dan terus bersabar menunggu kehadiran seorang bayi di antar mereka berdua.
Pagi hari yg cerah.
"Pagi mas"ucap aqila dengan senyuman andalan nya
"Pagi sayang"ucap rey sambil mengecup kening aqila sekilas
Aqila dan rey sekarang sedang menikmati sarapan.
Saat aqila meneguk susu yg sudah di siapkan. bi ani,aqila langsung merasa mual dan segera berlari ke kamar mandi yg ada di lantai bawah tidak jauh dari meja makan.
Rey heran dan bingung kenapa aqila seperti itu,biasanya juga saat aqila minum susu gak bakal mual dan muntah muntah.
Rey menyusul aqila ke kamar mandi.
"Kamu gak papa sayang?"tanya rey kepada aqila.
"Gak papa kok mas,cuman mual doang"ucap aqila.
"Beneran gak papa,apa kita ke dokter aja"ucap rey.
"Gak perlu mas,aku cuman maul doang kok"ucap aqila.
"Yaudah kita lanjut makan lagi yah"ucap rey mengajak aqila melanjutkan sarapan di meja makan.
Aqila juga masih mual ketika mencium bau susu yg ada di atas meja.
"Mas bisa jauhin susu itu gak"ucap aqila sambil menunjuk ke arah susu yg ada di atas meja.
"Kenapa emangnya?"tanya rey bingung.
__ADS_1
"Aku pingin muntah kalau cium bau susu mas"ucap aqila.
"Kok bisa,biasanya juga kamu ok ok aja sama susu"ucap rey.
"pokoknya jauh pliss mas"ucap aqila memohon kepada rey.
"Yaudah yaudah.bi ani tolong ini buang aja"perintah rey kepada bi ani.
Setelah selesai sarapan,seperti biasa kesibukan rey mengantarkan aku ke kantor terlebih dahulu sebelum di ke kantornya.
"Kamu beneran gak mau kerumah sakit"tanya rey karna melihat wajah aqila pucat.
"Engga usah mas,aku beneran gak papa kok"ucap aqila.
"Tapi muka kamu pucat sayang"ucap rey membujuk aqila supaya mau kerumah sakit untuk memeriksa kesehatan aqila.
"Gak papa mas,aku beneran gak papa,nanti kalau misalkan ngerasa gak enak badan,pasti langsung aku hubungin mas kok"ucap aqila.
"Iyah mas"ucap aqila.
Sesampainya di depan kantor aqila,dia langsung pamit dan rey dan tidak lupa mencium punggung tangan rey.
Sesampainya aqila di meja kerjanya dia langsung di sambut oleh kedua sahabatnya dengan senyuman gembira.
"Pagi"sapa aqila.
"Pagi qil"sasa dan lina menjawab sapaan aqila secara bersamaan.
"Muka lo kok pucat qil?"tanya lina kepada aqila.
"Iyah kok muka lo pucat sih"timpal sasa.
__ADS_1
"Gue gak papa kok"ucap aqila santai.
"Tapi muka lo pucat qil,kalau sakit gak usah masuk kerja kali qil,mendingan lo kerumah sakit periksa ke rumah sakit deh"ucap lina menyarankan.
"Udah gue gak papa kok,tadi cuman sedikit mual dan muntah muntah aja pas sarapan,mungkin masih efek mual mual tadi kali"ucap aqila.
"Lo mual mual?"tanya lina penasaran.
"Iyah"jawab aqila singkat.
"Udah telat berapa hari?"tanya lina lagi
"Telat apanya?"tanya aqila kebingungan.
"Lo itu terlalu polos apa bego sih qil,itu aja gak ngerti"ucap lina kesal mendengar kepolosan aqila.
"Maksud si lina,lu udah telat datang bulan berapa hari"timpal sasa tiba tiba pintar,biasanya dia yg paling lola di kalau lagi ngomongin sesuatu.
"ohh maksud lo itu,gue udah telat 2 minggu deh kayanya"ucap aqila.
"Biasanya teratur kan siklus datang bulan lo?"tanya lina lagi.
"Iyah"jawab aqila polos.
"Apa jangan jangan lo hamil qil"ucap lina membuat aqila terkejuta akan kata kata lina barusan.
"Ahh gue gak mau senang dulu,takutnya nanti kecewa sama hasilnya"ucap aqila tidak semangat.
"Yaudah nanti lo ajakin rey kerumah sakit buat periksaan"ucap lina.
"Yaudah iyah"ucap aqila.
__ADS_1
Tak lama waktu bekerja pun sudah mulai,dan mereka bertiga sibuk dengan pekerjaan masing masing.