
"Aku gak tau ini noda apa sayang"ucap rey
"Kamu selingkuh dari aku"ucap ku.
"Yaampun gak mungkin lah aku selingkuh dari kamu sayang"ucap rey.
"Terus ini apa"ucap ku dengan berteriak.
"Beneran aku gak selingkuh dari kamu,tanya aja wildan sama fikri aku seharian di kantor gak kemana mana sayang"ucap rey membela diri.
"Terus ini apa mas"ucap ku menangis.
"Beneran ini bukan noda lipstik sayang"ucap rey.
"Udah nangisnya dong,iyah aku jelasin semua nya"ucap rey menenangkanku.
"Jadi tadi di kantor,wildan bawa anaknya kekantor,namanya caca,terus aku gendong,mungkin ini bekas bibirnya caca,tadi dia tuh abis makan permen dan bibirnya jadi merah karna permen itu sayang,bener aku gak bohong, dan gak mungkin aku selingkuh dari kamu"jelaskan rey.
"Mas bohong,mas cuman cari alasan aja kan supaya aku gak marah"ucap ku masih dengan menangis.
"Yaudah kalau kamu gak percaya biar aku telfon wildan dan bawa anaknya ke sini"uca rey.
Rey segera mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan menelfon wildan.
Tut tut tut
Tersambung
"Halo wil"ucap rey.
"Halo rey,kenapa?"tanya wildan
__ADS_1
"Bawa caca kerumah gua yah"ucap rey.
"Buat apa?"tanya wildan.
"Nih si aqila nangis,dia kira gua selingkuh karna ada bekas noda lipstik di kemeja putih gua"ucap rey.
"Lah terus apa hubungan nya sama akan gua"ucap wildan.
"Yah soalnya noda itu dari biar caca,tadi kan dia abis makan permen terus gua gendong,tadi dia kan ketiduran di gendongaj gua,jadi mungkin bekas bibir caca nempel di kemeja gua"ucap rey
"Ohh gitu,Yaudah gua bawa sekarang"ucap wildan.
Dan sambung terputus.
Aqila pun masih mendiami rey karna masih marah dan kesal,aqila juga belum berhenti menangis.
Tok tok tok
"Masuk"ucap rey singkat.
"Mana istri lo?"tanya wildan.
"Di kamar masih marah sama gua"ucap rey.
"Kan gua cuman suruh bawa caca kenapa lu bawa sama emaknya sih"ucap rey menyinggung putri istri wildan.
"Sial lo,udah pulang aja yuk sayang,"ucap putri.
"Bercanda kali put"ucap rey.
"Yaudah buruan panggil istri lo,ini udah malam tau,udah jam tidur anak gua"ucap putri.
__ADS_1
Rey pun bengegas kekamar dan memanggil aqila.
"Caca nya udah datang,dia nungguin kamu di ruang tamu"ucap rey kepada aqila.
Tanpa merespon perkataan rey aqila langsung menuju ke ruang tamu yg ada di lantai bawah.
"Coba kamu tanya sama wildan apa seharian aku ada keluar dari kantor"ucap rey.
"Rey gak kemana mana kok qil,noda itu dari bibirnya caca yg abis makan permen,"ucap wildan.
"Iyah rey bener kok,setau aku dia tuh cinta banget sama kamu,kalau kita lagi pada ngobrol dia cuman ngomong tentang kamu,bahkan dia gak kasih kita kesempatan buat ngomong"ucap putri menyendiri rey.
Aqila pun hanya bisa terdiam mendengar semua penjelasan dari teman teman dekat rey.
"Ohh Iyah aku ada foto rey sama caca tadi kok di kantor"ucap wildan menunjukan foto tersebut.
Yaampun aku udah salah paham sama mas rey,bodohkan aku kenapa gak mau percaya penjelasan mas rey sih.benak aqila.
Setelah semua kesalahpahaman sudah selesai wildan caca dan putri pamit pulang karna sudah tengah malam.
"Masih marah"tanya rey.
Aqila hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Terus kenapa masih diam"ucap rey lagi.
"Aku minta maaf yah mas,aku udah gak percaya sama penjelasan mas tadi"ucap aqila.
"Iyah gak papa kok,wajar kalau kamu marah,tapi inget satu hal aku gak bakal selingkuh dari kamu,kamu cinta pertama dan terakhir aku,dan kamu dan mama ku juga wanita yg ada di hati.gak ada tempat untuk wanita lain di hati aku"ucap rey.
Aqila langsung memeluk rey dengan erat.rey membalas pelukan aqila dan mencium kening aqila kilas.
__ADS_1