
Setelah kejadian pertengkaran antara aku dan rey tadi pagi,kami tidak memberi kabar satu sama lain.
Di kantor aqila.
Aku datang ke kantor lebih awal dari pada biasanya,dan aku juga belum melihat kedua sahabatku itu,pasti mereka belum datang,karna ini belum jam mereka datang.akupun hanya duduk di kursi kerjaku dan mengerjakan beberapa berkas yg harus segera di selesaikan,tapi sayangnya aku tidak bisa fokus dengan pekerjaan ku karna aku memikirkan masalah antara aku dan rey.
Tak lama terdengar lah suara dari kedua temanku yg begitu cempreng.
"Good morning qil"ucap sasa.
"Good morning to"jawab ku lesu.
"Kok jawabnya gak semangat gitu"ucap lina.
"Kenapa?"tanya sasa mulai duduk di samping ku dan diikuti dengan lina juga.
"Gak papa"jawab ku berbohong.
"Jangan bohong deh,gue ini sahabat loh udah lama jadi gua tau kalau lo tuh lagi bohong kan buat nutupin masalah loh"ucap lina.
Lina memang tau semuanya tentang ku,aku bahkan tidak pernah menyembunyikan satu masalah ku pun terhadapnya,aku selalu menceritakan,jadi wajar kalau dia tau saat ini aku berbohong.
"Gue gak bohong kok"ucap ku mencoba meyakinkan sasa dan lina.
"Kalau lo gak mau cerita ke kekita berdua,jangan pernah anggep kita berdua sahabat loh lagi"ancam lina.
"Iyah bener kata lina"timpal sasa.
"Yaudah iyah gue ceritain bawel banget sih"ucap ku.
"Yaudah cepet ceritain"ucap sasa.
"Sabar biarin gua tarik nafas dulu soalnya ceritanya panjang"ucapku sedikit bercanda.
"Ini bukan waktu yg tepat buat bercanda yah"ucap lina kesal.
"Iyah Iyah"ucap ku.
Aku pun mulai menceritakan semua kejadian tadi pagi kepada kedua sahabat ku yg super duper kepo dan bawel ini.
Tenang guys waktu kerja belum mulai kok,jadi masih ada waktu buat bergosip dulu.
Setelah hampir 15 menit aku menceritakan semua kejadian tadi pagi kepada kedua sahabat ku ini,dan mereka pun mulai mengerti masalah ku ini.
"Yaampun qil,lo kok bisa masalah kecil di besar besariin"ucap lina,meskipun lina nyebelin tapi dia tuh selalu kasih aku nasehat yg baik karan dia tuh pemikiran nya lebih dewasa di bandingkan aku.
__ADS_1
"yah kan gue cuman ngeluarin pendapat gue"ucapku.
"Yah gak gitu juga lah qil"ucap lina lagi.
"Lo tuh baru nikah beberapa hari masa udah berantam berantem gini sih"ucap lina.
"Yah gimana lagi dia juga nyebelin banget,tinggal terima aja permintaan gua,bukan gue yg bikin masalah nya besar tapi dia,coba aja dia terima permintaan gua pasti gak bakal sampe segini masalahnya"ucapku membela diri.
"Pokoknya lu tuh salah besar,yah menurut gue suami lo itu bener gak salah kok"ucap sasa.
"Gak taulah,gue males mikirin tentang masalah gua sama rey dulu,gua mau fokus kerja aja,nanti gue cari solusinya"ucapku.
"Yaudah pada balik di meja loh,bentar lagi jam kerja mulai,entar ketahuan pak menejer bisa di omelin habis habisa kita"ucap ku mengusir kedua sahabat ku itu.
"Lo ngusir kita nih"ucap sasa.
"Engga lah,gua cuman mau ngasih tau bentar lagi jam kerja mulai"ucapku.
"Yaudah terserah loh kalau mau cari solusi sendiri,tapi inget kita bedua selalu ada buat loh,kita selalu berusahan untuk bantu lo kalau lagi ada masalah.pokoknya inget kalau ada masalah jangan lupa cerita sama kita berdua ngerti"ucap sasa.
"Siap boss"ucap ku sambil tersenyum.
Sasa dan lina pun kembali kemeja kerja mereka berdua.sedangkan aku masih berusahan untuk fokus ke pekerjaan ku.
Di kantor rey.
Sekarang rey sudah berada dikantor tepatnya di ruang kerjanya.
Rey mengacak acak rambutnya karna terlihat sangat kesal.
"Pagi pak boss"ucap fikri sahabat rey,tiba tiba dari arah pintu.
Rey pun tidak merespon perkataan fikri karna saat ini dia sangat kesal.
"Kenapa lo?"tanya fikri.
"Fik bisa gak,lu gak gangguin gua hari ini aja pliss"pinta rey.
"Assalamualaikum"ucap wildan memcahkan keheningan di ruangan rey.wildan juga sahabat rey.
"Lo kenapa rey?"tanya wildan.
"Gua mohon jangan ganggu gua dulu yah hari ini"pinta rey.
"Kalau ada apa apa tuh cerita kekita berdua,kan kita sahabat lo siapa tau kita bisa bantuin masalah lo kan"ucap wildan,wildan memang orang yg paling dewasa diantar kita bertiga.
__ADS_1
"Mungkin saat ini gua mau sendiri dulu aja yah,gua mau nenangin diri"ucapku.
"Nanti kalau gua butuh lo berdua gua bakal panggil lo berdua kok"ucap rey.
"Yaudah,kalau butuh teman curhat panggil gua atau fikri yah"ucap wildan.
"Hmmmm"ucap rey yg dari tadi sangat sangat tidak semangat.
Karena penyemangatnya saat ini sedang marah dengan rey.
Fikri dan wildan pun keluar dari ruangan rey.dan rey hanya bisa mengacak acak rambutnya karna kesal.
Rey pun menelfon sekertarisnya.
Tut tut tut
Tersambung
"Ke ruangan saya sekarang"perintah rey.
"Baik pak"ucap sekertaris rey.
Dan tak lama terdengar suara pintu terbuka dan tak lain yg masuk adalah sekertaris rey.
"Ada yg bisa saya bantu pak"tanya sekertaris rey.
"Batalin semua jadwal hari ini"ucap rey tegas.
"Baik pak"sekertaris nya rey hanya bisa meng iya kan perkataan rey dia juga tidak berani membantah karan sekertarisnya rey tau bahagia mana sikap boss nya kalau sedang marah.
Diluar ruangan rey.
"Kenapa?"tanya wildan ke sekertaris rey.
"Pak rey menyuruh saya untuk membatalkan semua jadwal hari ini"jawab sekertaris rey.
Setelah wildan mendengar penjelasan dari sekertaris rey dia langsung pergi meninggalkan sekertaris itu sendiri.
Di dalam ruangan rey.
"Kenapa sih qil kamu tuh gak bisa ngertiin aku"gumam rey sendiri di dalam ruangan nya.
"Kapan kamu ngerti semua maksud aku"gumam rey lagi.
"Ok kamu diemin aku,kita lihat aja sampai kapan kamu diamin aku kaya gini,aku gak bakal minta maaf sama kamu sebelum kamu yg minta maaf sama aku"gumam rey.
__ADS_1
"Aku bakalan memperlakukan kamu dengan tegas dan dingin,aku gak bakal berhenti sebelum kamu minta maaf"gumam rey kesal