
rey dan aqila bergandengan tangan menuju ke lantai bawah,sesampainya di lantai utama,mereka berdua menjadi pusat perhatian para tamu undangan.
"mas aku malu"kata aqila berbisik ke telinga rey
rey hanya tersenyum mendengar perkataan aqila barusan.
acara tujuh bulanan dimaknai sebagai permintaan akan keselamatan dan pertolongan pada yg maha kuasa.
Mitoni, tingkeban, atau Tujuh bulanan merupakan suatu prosesi adat Jawa yang ditujukan pada wanita yang telah memasuki masa tujuh bulan kehamilan. Mitoni sendiri berasal dari kata “pitu” yang artinya adalah angka tujuh. Meskipun begitu, pitu juga dapat diartikan sebagai pitulungan yang artinya adalah pertolongan, dimana acara ini merupakan sebuah doa agar pertolongan datang pada si bunda yang sedang mengandung. Selain mohon doa akan kelancaran dalam bersalin, acara mitoni ini juga disertai doa agar kelak si anak menjadi pribadi yang baik dan berbakti.
acara dimulai dengan prosesi siraman yg di lakukan oleh 7 kerabat terdekat dengan tujuan meminta keselamatan si jabang bayi.
Acara siraman dilakukan sebagai prosesi penyucian si ibu dan anak. Seperti nama prosesi, air yang digunakan diambil dari tujuh sumber. Yang melakukan siraman pun adalah tujuh bapak dan ibu teladan dari kedua belah pihak, dengan nenek dan kakek si jabang bayi yang diutamakan. Siraman biasanya dilakukan di sebuah setting bernama krobongan atau bisa juga di kamar mandi.
Acara siraman dilanjutkan dengan acara brojolan yang biasanya dipimpin oleh nenek si jabang bayi. Selesai siraman, si calon ibu hanya memakai kain jarik yang disertai dengan sepotong tali bernama letrek. Si calon nenek kemudian akan memasukkan tropong atau telur ayam dari atas jarik hingga hingga jatuh dari bagian bawah. Setelah itu, brojolan dilanjutkan dengan dua buah kelapa gading yang juga dibrojolkan dari jarik. Si nenek wajib menerima atau menangkap kelapa gading dari bawah jarik kemudian menyerahkan pada si bapak. Akhirnya, si calon bapak memotong tali letrek dengan keris sebagai pertanda suami yang dapat memotong alang rintang.
Setelah selesai melakukan prosesi brojolan, acara tujuh bulanan dilanjutkan dengan acara angreman. Acara dimulai dengan si ibu yang dituntun ke ruang lain untuk berganti baju dengan tujuh macam kain jarik. Hanya kain ketujuh lah yang akan dipakai sedangkan enam jarik yang sebelumnya dipakai akan dipakai sebagai alas duduk atau alat “angrem.” Prosesi juga biasanya disertai dengan si ibu yang disuapi oleh si ayah dengan nasi tumpeng dan bubur merah putih. Hal tersebut menandakan si ibu yang akan selalu menjaga si anak dan juga ayah yang akan selalu menghidupi keluarganya.
Setelah prosesi angreman, acara akan dilanjutkan dengan prosesi memecah kelapa gading yang telah diberikan oleh si nenek ke ayah. Kelapa gading tersebut biasanya telah digambari dengan tokoh wayang Kamajaya dan Kamaratih yang terkenal dengan ketampanan dan kecantikannya. Si ayah kemudian memilih salah satu kelapa untuk dipecah. Jika ayah memilih Kamajaya, diharapkan si jabang bayi adalah laki-laki, dan Kamaratih adalah perempuan.
Di akhir acara, si ibu akan membuat rujak yang kemudian akan dijual kepada para tamu. Para tamu pun akan membelinya dengan kereweng atau uang-uangan dari bahan tanah liat. Prosesi ini pun merupakan sebuah harapan agar si anak dapat mendapat banyak rejeki untuk dirinya dan juga bagi kedua orang tua mereka.
Dengan selesainya acara mitoni atau tujuh bulanan sebelum matahari terbenam, diharapkan si anak hadir di dunia dengan penuh keselamatan, rejeki, dan pertolongan dari Yang Maha Esa. Nah, kamu yang anak Jawa boleh mempertimbangkan untuk melestarikan budaya adat yang satu ini ya, agar generasi kita mendatang menjadi generasi yang menghargai budaya.
setelah segala prosesi 7 bulanan selesai,aqila pun izin untuk beristirahat di kamar ditemani oleh rey.
setelah mendapat persetujuan dari mertua maupun kedua orang tua mereka,rey dan aqila langsung menuju ke kamar.
__ADS_1
sesampainya di kamar aqila langsung membaringkan tubuhnya yg sangat lelah di atas kasur empuk miliknya.
"capek"ucap aqila.
"mau minum?"tanya rey.
aqila menggeleng.
"aku mau istirahat sebentar yah mas"kata aqila meminta izin ke rey.
"yaudah"jawab rey singkat.
"kalo gitu kau ke bawah dulu yah,soalnya gak enak di bawah masih banyak tamu aku malah asik asikan di kamar"jelas rey.
"yaudah maaf yah mas aku gak temenin badan aku pegel,lemes,capek"aqila mengeluh.
aqila hanya mengangguk
rey pun keluar dari kamar dan menuju ke lantai utama untuk bertemu beberapa tamu undangan nya.
sedangkan aqila tertidur karna sangking capeknya.
setelah rey sampai di lantai bawah di berbincang dengan beberapa tamu penting.
wildan dan fikri juga di undang karna hari ini kantor di liburan kan.
rey beralih ke wildan dan fikri.
__ADS_1
"udah makan belum??"tanya rey kepada kedua sahabtanya tersebut.
"udah,ini perut gua mau pecah rasanya sangking kenyang nya"ucap fikri sambil menunjuk ke arah perutnya yg sedikit membuncit.
"lu??"tanya rey ke wildan
"udah"jawab wildan singkat.
"lu gak ngajak istri ama anak lu??"tanya rey lagi ke wildan.
"engga,anak sama istri gua lagi kerumah mertua gua,dan gua di tinggalin sendirian di rumah"curhat wildan.
"hahahahah"fikri menertawakan wildan
"ohh Iyah rey,lina ada dateng gak??"tanya wildan kepo.
"kenapa lu nanyaiin lina??"tanya wildan.
"kepo"sindir fikri.
"kayanya engga deh soalnya kan mereka berdua kerja,lagi pula kantornya gak di liburan kaya kalian berdua"jelas fikri.
wildan dan fikri hanya ber O ria.
tapi fikir dengan sedikit ekspresi kecewa.
(informasi di ambil dari google yah guyss,soalnya otak nya uthor butuh refresing sebentar😂🤣)
__ADS_1