Syahadat Cinta Zakia

Syahadat Cinta Zakia
Bab 12


__ADS_3

Zakia mendengar ceramah ustadz mualaf yang bernamakan ustadz Burhanuddin Siagian dengan mata yang berkaca-kaca. sungguh berat perjuangan beliau dalam mempertahankan Agamanya, ia di jauhi oleh sanak saudara dan juga keluarganya tidak sedikit ucapan-ucapan buruk di lontarkan padanya bahkan ustadz Burhan juga menerima kekerasan fisik yang di lakukan oleh ayahnya sendiri. Namun meski begitu ia tetap berpegang teguh pada Agama pilihannya.


Seusai acara Maira mengajak Zakia untuk keluar dari dalam ruangan Masjid, Zakia yang diam saja membuat Maira bingung dan juga bertanya-tanya perihal apa yang sedang di pikirkan oleh sahabat nya itu


"Kamu lagi mikirin apa sih Za? kok dari tadi diam terus"


"Aku lagi memikirkan bagaimana nanti reaksi keluargaku saat mereka mengetahui bahwa aku sudah menjadi seorang muslim Mai, aku takut, aku takut imanku tidak sekuat seperti ustadz Burhan tadi. dan yang paling aku takutkan Ibuku semakin membenciku" Ujar Zakia bergetar menahan tangisnya.


Maira mengerti dengan kekhawatiran yang di rasakan oleh Zakia. ia mengelus lembut punggung Zakia mencoba memberi ketenangan. "InsyaAllah semua akan baik-baik saja Za, percayakan pada Allah. Allah memilih mu di sebabkan Allah tahu kamu mampu melewati setiap ujian yang Allah datangkan padamu. kamu mampu Zakia, kamu mampu mempertahankan Agama pilihanmu" jelas Maira membuat kekhawatiran Zakia sedikit berkurang


"Allah tidak membebani seseorang itu, melainkan sesuai dengan kesanggupannya .(QS. Al-Baqarah 286)"


Malam ini Zakia kembali belajar membaca Iqro yang di ajarkan langsung oleh Ibu Fatimah. sebenarnya Zakia merasa sedikit tidak nyaman karena setiap harinya dia harus bertemu dengan Tante Yuli yang seakan sedang mengawasi nya. agar tidak mencuri-curi kesempatan untuk mendekati Fahmi, padahal tidak ada sedikit pun niat Zakia untuk berusaha dekat dengan Fahmi, kecuali Fahmi sendiri yang mencari kesempatan untuk mendekati nya


selesai shalat isya, Zakia berpamitan pada Ibu Fatimah untuk bergegas pulang. ia tidak ingin berlama-lama disini apalagi jika ada orang yang tidak menyukainya di tambah hari ini Zakia juga merasa sangat lelah dan ingin sesegera mungkin merebahkan tubuhnya di kasur tercintanya


.


.


.


Zakia mengutak-atik ponsel miliknya dengan wajah sendu, sudah sebulan lamanya ia tidak menerima pesan dari keluarganya bahkan tidak ada satupun dari mereka yang bertanya tentang kabarnya. Zakia merasa seperti hidup sebatang kara tanpa keluarga yang memperdulikan dirinya.

__ADS_1


Zakia menghela napas panjang, sepeninggal Ayahnya semua menjadi terasa begitu berbeda, tidak ada lagi yang memperhatikan nya, tidak ada lagi yang peduli bagaimana dirinya hidup sendiri di perantauan. bahkan Ibunya sendiri seakan sudah lupa bahwa ia memiliki seorang putri lagi setelah Misya kakaknya


"Ayah, Zakia rindu, Zakia rindu kasih sayang Ayah" gumam Zakia lirih seraya mengelus layar ponselnya yang memperlihatkan foto laki-laki yang teramat di cintainya itu yang tak lain adalah Ayahnya


Air mata yang Ia tahan sedari tadi akhirnya tumpah dengan deras membanjiri wajahnya. Bahu Zakia bergetar, isakan-isakan mulai keluar dari bibirnya. hatinya pedih, rasa sakit itu kembali menghampiri nya. kenyataan nya dia tidak sekuat kelihatannya.


"Ya Allah, Astaghfirullah" lirih Zakia mencoba menenangkan dirinya sendiri, bagaimana pun tidak ada yang bisa menguatkan diri selain kita sendiri, jika biasanya Ia bisa berkeluh-kesah pada Ayahnya. kini Zakia hanya bisa menyimpan sakit dan rindunya sendirian


Zakia masih terisak. mulutnya terbuka dan tertutup dengan cepat mencoba meraih udara sebanyak mungkin untuk mengisi paru-parunya agar bisa bernafas dengan normal karena sesak menghujam dadanya dengan sangat kuat kala melihat foto keluarganya di acara pertunangan kakaknya tanpa kehadiran dan sepengetahuan nya


Langkah Rayyan terhenti saat mendengar suara isakan dari dalam ruangan kerja Zakia. suasana toko saat itu sedang sunyi di karenakan masih banyak pekerja yang belum tiba. Rayyan memberanikan diri membuka pintu ruangan Zakia dengan pelan dan betapa terkejutnya ia saat melihat Zakia menangis dengan bahu yang bergetar


"Astaghfirullah, Zakia kamu kenapa? kamu sakit lagi" Tanya Rayyan dengan raut wajah khawatir


Susah payah Zakia menggelengkan kepalanya, bibirnya bergetar ingin mengulas senyum meski di paksakan.


Betapa Rayyan ingin memeluk wanita yang sangat ia cintai itu, andai saja tidak terhalang oleh status mereka, maka sudah dipastikan bahwa Zakia akan ia peluk dengan sangat erat memberikan ketenangan padanya


"Minumlah, tenangkan diri dahulu, setelah itu jika Zakia ingin berbagi cerita maka berbagilah dengan Abang. Abang siap menjadi pendengar tanpa perlu di bayar" Ucap Rayyan mencoba menghibur Zakia


Kata-kata Rayyan mampu membuat Zakia mengulas senyum tipis, ia segera meraih botol minuman yang Rayyan sodorkan padanya dan secepat kilat ia habiskan tanpa tersisa


"Kamu haus atau ingin Abang cepat-cepat keluar dari sini? kenapa, kamu malu Abang melihat wajah kamu yang kelihatan jelek sekarang ini?"

__ADS_1


"Tidak juga, wanita akan terlihat cantik bagaimana pun itu jika di pandang dengan mata yang tepat" ujar Zakia pelan setelah merasa sedikit baikan


"Maksudnya?" ucap Rayyan dengan memasang wajah datar yang di buat-buat


Zakia tersenyum melihat ekspresi wajah Rayyan yang terlihat lucu menurutnya, laki-laki itu selalu saja bisa membuat dirinya terhibur.


Sementara Rayyan masih setia menatap wajah Zakia dalam diam, tatapan sendunya masih terlihat. gadis yang ia cintai itu selalu saja menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Saat berhadapan dengan orang lain Zakia selalu saja berusaha untuk terlihat baik-baik saja, tetapi itu tidak berlaku untuk Rayyan. ia bisa melihat raut kesedihan di dalam manik mata indah Zakia


"Di jaga pandangannya ya Akhi" Ucap Andre yang tiba-tiba saja sudah berada di dalam ruangan yang sama, membuat Zakia dan juga Rayyan sedikit salah tingkah


"Ya sudah, lanjutkan lagi kerjanya Abang keluar dulu" ujar Rayyan tampak kaku


Zakia juga begitu, ia segera berpaling dan mencari kesibukan diri membuat Andre terkekeh geli melihat tingkah kedua orang yang berbeda jenis itu. ya kali jenis Ndre


"sepertinya ada aroma-aroma cinta yang mulai tumbuh di ruangan ini"


"Hah, apa? Bang Andre bilang apa?"


"Tidak ada, Abang bilang kucing anggora Abang yang dirumah sedang jatuh cinta" Ucap Andre asal di sertai tawa yang tidak di mengerti oleh Zakia


Sedangkan Rayyan di ruangan nya sedang sibuk mengontrol diri dan perasaannya, syukur saja Andre datang di waktu yang tepat jika tidak, setan akan semakin menjerumuskan dirinya untuk berbuat dosa meski hanya dari tatapan mata saja


***هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه ، وأن يغضوا أبصارهم عن المحارم

__ADS_1


“Ini adalah perintah dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya yang beriman untuk menjaga (menahan) pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan atas mereka. Maka janganlah memandang kecuali memandang kepada hal-hal yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan.” (Tafsir Ibnu Katsir***


__ADS_2