Syahadat Cinta Zakia

Syahadat Cinta Zakia
Bab 20


__ADS_3

Zakia mencoba untuk berdiri mengabaikan rasa sakit yang sudah memenuhi tubuh dan juga hatinya wajahnya membiru akibat tamparan kuat yang beberapa kali mengenai pipi mulusnya, tubuhnya juga sudah memerah bekas cambukan itu masih membekas di kulit putihnya


"Tidak apa-apa Tan, aku sudah terbiasa merasakannya, apa Tante lupa? Aku hanyalah anak yang tidak di harapkan kehadirannya oleh Mama. Aku anak kandung Mama sama seperti kak Misya dan juga Leo akan tetapi Mama memperlakukan ku layak nya anak tiri kenapa Ma? Mengapa Mama memperlakukan ku dengan cara yang berbeda?" ujar Zakia dengan suara serak hatinya terasa sesak, ingin rasanya ia menangis sekeras mungkin meluapkan segala sakitnya namun tidak ada setetes air mata pun yang bisa ia keluarkan dan itu benar-benar lebih menyesakkan baginya


"Kau bertanya kenapa? Itu karena kau hanya membawa kesengsaraan dalam hidupku dari saat aku mengandung dan melahirkan mu di dunia ini hanya penderitaan yang kau hadirkan. Dan lihat sekarang bahkan sampai sekarang ini pun kau memang tidak pernah menyenangkan hatiku, dengan bangganya kau mempertahankan keyakinan mu itu baiklah mari kita saksikan sejauh mana kau bertahan"


"Masukkan dia kedalam gudang padi di belakang dan tidak ada yang boleh masuk ataupun memberinya makan tanpa persetujuan dariku" Lanjut Leni seraya meminta Edi untuk membawa Zakia ke gudang belakang dan mengurungnya disana


Sedangkan Zakia yang sudah kehabisan tenaga hanya mampu mengikuti tanpa adanya penolakan yang keluar dari mulutnya, sejenak ia melihat ke arah Misya dan juga Yakobus Abang laki-laki keduanya yang terdiam di tempat mereka berpijak bagaikan penonton yang hanya bisa menyaksikannya saja tanpa ada satupun dari mereka yang menolongnya


.


.

__ADS_1


.


Satu Minggu sudah berlalu. Di tengah keheningan malam dan juga udara dingin Zakia bersujud dalam shalatnya dengan hanya memakai gamis lusuh dan juga selimut yang menutupi rambutnya. Zakia melaksanakan shalatnya dengan beralaskan tikar yang sudah tidak layak pakai ia beribadah dengan begitu khusyuknya meminta agar sang pencipta memberi kesabaran seluas samudera pada dirinya agar mampu melewati segala ujian yang diperuntukkan padanya


"Ya Allah, aku tahu kau memberiku sebuah ujian bukan untuk melihat ku menyerah, tapi engkau memberi ku ujian untuk menjadikan ku seorang muslimah yang lebih kuat dan juga sabar. Tetap di hatiku ya Allah jangan buat hatiku berpaling sungguh dekat dengan mu membuat ku bahagia meski di timpa kesakitan bertubi-tubi" pinta Zakia dengan tangis dalam diam


Di tempat lain baik itu sahabat Zakia, Rayyan dan juga Umi Yasmin mereka sama-sama mengkhawatirkan keadaan Zakia. Sudah seminggu lamanya mereka menunggu namun yang di tunggu tidak juga memberi kabar ataupun sebuah pesan yang mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, berulangkali Umi Yasmin menghubungi Zakia namun hasilnya tetap sama membuat kekhawatiran itu semakin bertambah


Rayyan yang baru selesai mengerjakan shalat malamnya duduk termenung di atas sajadah ia seakan tidak berminat untuk beranjak dari duduknya hatinya benar-benar di penuhi oleh Zakia yang belum juga memberi kabar tentang kepulangan nya


"semoga dimana pun kamu berada Allah tetap melindungimu Za, dan semoga siapapun yang berusaha untuk menggoyangkan hatimu kau tetap berpegang teguh pada pilihanmu. Ya Allah engkau pasti tahu pada siapa hati ini sedang berlabuh maka dari itu aku memohon ya Allah bantulah aku untuk menjaga cinta ini tanpa membuat ku menjauh dari-Mu. Aku percaya bahwa engkau lah sebaik-baik pencipta takdir ku maka jika memang engkau mentakdirkan nya untuk ku permudahkan lah ya Allah, jika tidak tolong bantu aku untuk menghapuskan Cinta ini tanpa tersisa supaya aku bisa melanjutkan hidupku tanpa bayang-bayang seseorang yang bukan di takdir kan untuk menjadi milikku" Pinta Rayyan dalam doanya hatinya terasa lebih baik dan tenang dari sebelumnya rasa gelisah itu kini di ganti dengan kepasrahan, apapun jawaban dan juga petunjuk dari Allah nantinya ia akan menerimanya dengan berlapang dada


Byurrr

__ADS_1


Zakia mendongak melihat ke arah Edi yang menyiramnya dengan air hingga membuat seluruh pakaiannya basah, ia berpaling menatap Ibunya dengan tatapan memelas tidak adakah sedikit pun rasa kasihan yang di peruntukkan untuknya? Kenapa seorang Ibu begitu tega melihat darah dagingnya sendiri tersiksa?.


"Rupanya kau masih setia pada pilihanmu itu HM? Kau pikir dengan menatap ku begitu hatiku akan luluh? jangan mimpi! Makan, makan ini" ucap Leni memasukkan secara paksa makanan kedalam mulut Zakia namun dengan keras Zakia menolaknya di sebabkan ia sedang berpuasa dan lagi makanan itu tidak halal untuk ia konsumsi


Tanpa permisi, air mata Zakia lolos begitu saja dimana hati nurani sang Ibu yang sebegitu tega padanya? Sakit, hatinya sungguh-sungguh sakit masih adakah secercah kasih sayang yang di peruntukkan untuk nya?.


"Allah, ambil saja aku rasanya aku sudah tidak sanggup lagi, jika kemarin aku masih sanggup untuk bertahan tapi kali ini aku tidak mampu lagi ya Allah aku menyerah, aku lelah. Ambil aku Ya Allah aku ingin bertemu dengan Ayah, aku sungguh ingin memeluknya" lirih Zakia memegang dadanya menahan sesak dan juga tangis yang bersamaan


Zakia duduk dengan lemas ia merasakan seluruh tubuhnya terasa panas dengan langkah gontai ia berjalan ke arah kamar mandi yang sudah sangat lama tidak di gunakan yang berada di dalam gudang tempat ia di kurung. Zakia berniat mengambil wudhu untuk segera melaksanakan shalatnya ia tidak tahu saat ini sudah pukul berapa namun melihat matahari yang sudah tidak menampilkan wujudnya membuat Zakia menerka-nerka bahwa mungkin saja waktu shalat Maghrib akan segera tiba


Zakia merasa sangat kelaparan perutnya terasa perih Zakia berbuka hanya dengan air yang ia tampung melalui Aqua bekas. Air mata kembali membasahi pipinya Zakia menangis dalam diam menahan sakit nya seorang diri bahkan kini tubuhnya sudah benar-benar berubah wajahnya pucat dan badannya yang semakin kurus membuat Zakia semakin memprihatinkan


"Kuat Zakia, kamu tidak boleh lemah kamu harus kuat karena tidak akan ada yang menolong ataupun mengasihani mu" lirih Zakia menyandarkan tubuhnya memandang sekeliling nya yang semakin gelap batrai hp milik nya bahkan sudah habis malam ini Zakia tidur tanpa adanya cahaya yang menerangi malamnya

__ADS_1


__ADS_2