Syahadat Cinta Zakia

Syahadat Cinta Zakia
Bab 17


__ADS_3

Hari yang di nanti pun akhirnya tiba, Zakia pulang dengan hati yang masih di rundung rasa khawatir. Namun sebisa mungkin ia mencoba untuk terlihat tetap tenang di hadapan Umi Yasmin, Zakia tidak ingin membuat wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usia lima puluhan itu khawatir padanya dan melarangnya untuk pulang, di sebabkan sebenarnya Umi Yasmin tidak terlalu menyetujui Zakia yang pulang kampung di saat-saat seperti ini.


"Ya sudah, Zakia pamit ya Umi, Abi" ucap Zakia setelah memastikan semua barang bawaannya tidak ada yang tertinggal


"Iya Nak, hati-hati ya. Kalau ada apa-apa segera hubungi Umi ataupun Abi" Ujar Yasmin dengan raut wajah sedih.


"Zakia pergi pulang kampung Umi, bukan pergi berperang" Timpal ustadz Burhan menggeleng melihat wajah sendu istrinya


mendengar ucapan suaminya membuat Umi Yasmin melirik ke arah ustadz Burhan dengan tatapan tajamnya, laki-laki memang selalu begitu, tidak bisa mengerti perasaan seorang Ibu


"Sudah sana naik nanti ketinggalan, InsyaAllah semua akan baik-baik saja. pasrahkan saja semua pada Allah" Ucap ustadz Burhan seakan mengetahui kekhawatiran Zakia


"Iya Bi, Assalamualaikum" ucap Zakia pamit


"Waalaikumsalam" jawab sepasang suami istri itu serentak


.


.


.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Zakia sampai di kampung halaman tercintanya. Namun ada yang berbeda dalam hatinya, jika biasanya Zakia akan sangat antusias untuk pulang kerumahnya tapi kali ini berbeda, di sebabkan tidak akan ada lagi yang menyambut nya dengan pelukan hangat. Yaitu Ayahnya


Sebelum Zakia keluar dari dalam terminal, ia menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat Subuh nya di mushalla yang telah di sediakan, setelah selesai dengan berat hati Zakia membuka jilbab yang di kenakan nya dan memakai masker untuk menutupi wajahnya. Zakia sangat-sangat belum siap untuk jujur saat ini, ia berencana akan mengatakan semuanya saat pesta pernikahan sang kakak telah selesai terlaksana


Zakia keluar dengan menarik koper bawaannya, di pintu keluar ia dapat melihat sang adik yang sudah menunggu dirinya dengan senyum manis yang sudah Zakia rindukan

__ADS_1


"Sudah lama dek?" Tanya Zakia mengelus kepala adik satu-satunya itu


"Tidak kak, baru saja Leo sampai. Leo sudah sangat rindu sama kakak" Ujar Leo memeluk Zakia melepas rindunya


"Kakak juga rindu, ya sudah ayo pulang kakak sudah tidak sabar ketemu Mama" Ucap Zakia menggandeng tangan sang Adik


perjalanan dari kota menuju kediaman Zakia memakan waktu kurang lebih satu setengah jam, di karenakan jalannya tidak semulus jalanan kota. Banyak sungai-sungai yang harus di lewati dengan jembatan seadanya yang terkadang membuat Zakia harus turun dari motor karena tidak memiliki keberanian untuk melewatinya dengan tetap berboncengan


Akhirnya Zakia tiba di kampung halaman nya rumah yang selalu menjadi surganya hingga sampai saat ini, Zakia di sambut oleh beberapa saudara dan juga keluarganya yang sudah datang dari berbagai kota di antara mereka hanya dirinya lah yang datang sehari sebelum acara berlangsung


Zakia menyapa dan juga memeluk mereka satu persatu untuk melepas rindu setelah beberapa lama tidak bertemu. Zakia beralih pada sang Ibu yang terlihat masih sangat sibuk tanpa memperdulikan kehadirannya


"Apa kabar Ma, Zakia pulang" ucap Zakia memeluk pinggang sang Ibu dengan manja


"Sudah sana, jangan ganggu Mama dulu. tidak lihat Mama lagi banyak kerjaan ini" Ucap Leni melepas pelukan Zakia


Zakia melihat wajah ibunya dengan sendu, tidak adakah barang sedikit saja rindu dari sang Ibu untuknya? Zakia bukan tidak tahu bahwa Mamanya sibuk tapi apakah dengan memeluk dirinya sebentar saja akan menghambat pekerjaan nya?


"Oh sudah sampai? Aku lagi siapkan ini sebentar, Kia istirahat saja dulu di kamar ya, nanti kalau ini sudah selesai aku akan kekamar kamu" Ujar Misya kembali melanjutkan pekerjaannya


Zakia melangkah menuju kamarnya dengan langkah gontai, apa keputusannya untuk pulang adalah pilihan yang salah? mengapa tidak ada satupun yang memperdulikan kehadiran nya? Zakia tahu mereka semua sibuk, tapi apa memeluk dirinya sebentar saja tidak bisa?


Zakia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang sudah lama di tinggalkan oleh nya. Zakia berniat untuk mengistirahatkan tubuh dan juga hatinya sejenak. Tetapi karena terlalu lelah Zakia begitu pulas dalam tidurnya hingga tidak menyadari hari sudah berganti sore, bahkan jam makan siang pun ia lewatkan begitu saja


Zakia tiba-tiba bangun saat merasakan lapar yang sudah membuat cacing-cacing di perutnya berontak minta diisi. sesaat Zakia merenggangkan tangan dan merilekskan tubuh sejenak, sebelum akhirnya turun dari ranjang dan berjalan menuju dapur untuk mencari makanan yang bisa di makan


Ketika Zakia tengah berjalan menuju dapur, ia tidak sengaja berpapasan dengan Edi Abang pertamanya

__ADS_1


"Loh kapan sampainya? kenapa Abang tidak tahu?" Tanyanya sedikit terkejut


"Tadi pagi, cuma semua orang lagi sibuk tadi, jadi nggak ada yang menyadari kehadiran Zakia" jawab Zakia sembari melanjutkan langkahnya


Zakia tersenyum miris pada dirinya, padahal dirinya sudah tiba pagi tadi namun masih ada yang belum tahu kepulangan nya. bahkan sekedar untuk membangunkan dirinya untuk makan siang pun tidak, atau mungkin saja mereka memang tidak perduli.


.


.


.


Subuh-subuh sekali Zakia sudah bangun dari tidurnya, ia berjalan mengendap-endap menuju dapur untuk sahur. Zakia begitu antusias menyambut puasa ramadhan pertamanya, dengan gerakan cepat Zakia melahap makanannya ia takut bisa saja salah satu dari keluarganya bangun dan akan curiga padanya


Setelah selesai sahur, Zakia kembali ke kamarnya dan mengunci nya dari dalam. Zakia seperti maling di rumahnya sendiri ia tidak bisa bebas melakukan kewajibannya dengan leluasa, melihat jam yang sudah menunjukkan pukul lima subuh Zakia yang sudah berwudhu bersiap-siap untuk melaksanakan shalatnya dengan bantuan dari ponselnya di karenakan tidak ada satupun Masjid yang berada di dekat tempat tinggal Zakia


Tok tok tok


Suara pintu mengagetkan Zakia yang baru saja berniat ingin shalat, dengan panik Zakia membuka mukenah nya dan melempar asal kebawah tempat tidurnya.


"Lama sekali buka pintunya, kamu ngapain saja didalam?" Tanya Leni dengan wajah kesalnya


"Maaf Ma, Kia lagi beres-beres baju tadi sambil mendengarkan musik jadi nggak dengar Mama manggil" Ujar Zakia berbohong pada sang Ibu


"Ya Allah, maaf aku terpaksa berbohong" batin Zakia


"Ini baju untuk di pakai di acara pemberkatan di gereja pagi nanti, cepat siap-siap jangan membuat kami menunggu" ucap Leni memberikan baju seragam untuk di kenakan Zakia

__ADS_1


"Iya Ma" ujar Zakia pada Ibunya yang sudah berlalu begitu saja


Zakia segera menutup pintu dan kembali menjalani kegiatannya yang tertunda. Zakia shalat subuh dengan begitu khusyuknya ia bersujud lama melangitkan doa nya pada sang pencipta meminta supaya dirinya tetap istiqamah dalam Agamanya apapun yang terjadi nantinya.


__ADS_2