Syahadat Cinta Zakia

Syahadat Cinta Zakia
Bab 7


__ADS_3

Zakia merebahkan tubuhnya karena merasa sangat pusing, namun sesaat kemudian ia bangkit kembali saat mendengar bunyi panggilan dari ponselnya yang mana membuat sebuah senyum kecil di bibir Zakia


"Hallo Tanteku sayang" ucap Zakia mengawali


"Hallo sayang apa kabarnya? maaf ya Tante baru memberi kabar sekarang, soalnya dari kemarin itu Tante sibuk melayani keluarga Paman Robert dari kampung, di tambah lagi Misya kan tunangan kemarin itu jadi makin bertambah lah kesibukan Tante. Zakia tahu kan kalau Misya sudah bertunangan?" ujar Tante Celina


Zakia terkejut dengan apa yang di dengar nya, kabar dari sang kakak yang sudah melangsungkan pertunangan sungguh tidak di ketahui oleh nya sama sekali, bahkan sejauh ini Ia belum menerima kabar apapun dari keluarganya, apa memang dirinya tidak begitu penting bagi keluarganya?


"Zakia tidak tahu Tan, dan mungkin Zakia tidak akan pernah tahu kalau bukan Tante yang mengatakan nya" ujar Zakia lirih


"Tante, kenapa ya sepertinya aku merasa sudah di lupakan oleh keluarga ku sendiri? aku merasa seakan-akan kehadiran aku itu memang tidak di inginkan. Apa seburuk itu aku di mata Mama? aku berjuang keras disini untuk menghidupi diriku sendiri sebab tidak ingin menambah beban Mama, aku bekerja jauh dari Mama supaya bisa menghasilkan uang untuk membiayai sekolah nya Leo, apa aku masih kurang berusaha untuk membuat Mama menyayangi aku?" lanjut Zakia dengan lelehan air mata yang sudah ia tahan sedari tadi


Mendengar kata-kata Zakia membuat Celina merasa sangat iba pada keponakan nya itu, ia jelas tahu bagaimana bedanya sifat sang Kakak jika sudah berhubungan dengan Zakia padahal Zakia juga merupakan anaknya yang sama membutuhkan kasih sayang darinya.


.


.


.


Di tengah rasa sakit, sedih dan juga kecewa yang Zakia rasakan ia harus tetap bertahan dan menjalankan rutinitas nya, ia selalu berjuang untuk keluarga nya. Zakia bekerja mengenakan kacamata untuk menutupi matanya yang membengkak akibat menangis semalaman, Zakia tidak ingin orang-orang melihat betapa rapuhnya dia saat ini


"Za, makan siang bareng yuk, aku udah lapar soalnya" ujar Maira menutup laptop yang Zakia gunakan secara tiba-tiba


"Duluan aja Mai, masih banyak catatan bulanan yang belum aku serahkan sama Bang Rayyan soalnya" jawab Zakia dengan terus melanjutkan pekerjaannya


Maira memperhatikan wajah Zakia yang tidak bersemangat seperti biasa nya, bahkan wajah Zakia pun terlihat sangat pucat membuat Maira merasa khawatir

__ADS_1


"Kamu sakit?" Tanya Maira dengan menempelkan punggung tangan nya ke kening Zakia dan Maira bisa merasakan bahwa tubuh sahabatnya itu terasa panas


"Tidak kok, aku hanya kelelahan aja" sahut Zakia menepis tangan Maira dengan lembut


"Apanya yang tidak Za, badan kamu panas banget loh ini, masih mau mengelak lagi?"


"Udah lah Mai, aku istirahat sebentar juga nanti pasti akan membaik lagi, udah sana gih makan, bukannya kamu bilang udah lapar? nanti aku menyusul setelah membereskan ini" ujar Zakia seraya berjalan menuju ruangan Rayyan


Zakia merasa sangat pusing bahkan kini pandangan matanya terasa berputar. Zakia berusaha untuk meraih gagang pintu ruangan milik Rayyan dan tiba-tiba


Bugh


Tubuh Zakia tergeletak di lantai dengan berkas-berkas yang ia bawa ikut berserakan Fira yang melihat itu pun segera menghampiri Zakia yang sudah tidak sadarkan diri


"Astaghfirullah, Zakia bangun, Zakia" ucap Fira mencoba membangunkan namun Zakia tak kunjung membuka matanya membuat Fira semakin khawatir. Fira mengetuk pintu ruangan Rayyan untuk meminta bantuan


Tok, tok, tok


"Bang, Zakia pingsan" ujar Fira membuka lebar pintu ruangan dan memperlihatkan Zakia yang tergeletak di lantai


"Astaghfirullah, apa yang terjadi Ra? kenapa Zakia bisa pingsan?" tanya Rayyan dengan raut wajah khawatir


"Fira juga tidak tahu Bang"


"Sekarang bantu Abang membawa Zakia ke mobil dan kita kerumah sakit sekarang" ujar Rayyan membopong tubuh Zakia menuju mobil miliknya


Fira sedang menunggu Zakia yang sedang di periksa, sedangkan Rayyan sedang mengerjakan shalat Maghrib di mushalla Rumah sakit tempat Zakia di rawat. tak lama Maira dan juga Andre tiba setelah mendapatkan kabar dari Fira, mereka sepakat untuk menunggu hingga Zakia sadarkan diri

__ADS_1


seorang perawat datang memberi tahukan bahwa Zakia sudah sadarkan diri dan kini sedang mencari mereka, Maira dan juga Fira masuk terlebih dahulu mengikuti langkah perawat itu menuju kamar Zakia


wajah Zakia benar-benar terlihat pucat, Ia terpaksa di infus karena sudah kehabisan tenaga dan juga sangat lemah. Maira duduk di sebelah Zakia dan menggenggam tangannya dan lembut


"Kenapa kamu menyiksa diri kamu sendiri Za? Dokter bilang kamu terkena tipes dan harus banyak istirahat, lalu kenapa kamu memaksakan diri untuk bekerja?" ujar Maira dengan tatapan penuh khawatir


"Aku pikir cuma demam biasa Mai, lagi pula sekarang sudah baik-baik saja kok" ucap Zakia dengan senyum kecil


Andre dan juga Rayyan masuk setelah selesai mengerjakan kewajiban mereka, bergantian dengan Fira dan juga Maira yang mengerjakan shalat nya dalam ruangan tempat Zakia di rawat. Di karenakan tidak mungkin rasanya meninggalkan Zakia dengan dua pria yang bukan mahramnya


Rayyan melihat Zakia dengan menggelengkan kepala melihat kecerobohan wanita yang di sukainya secara diam-diam itu, bagaimana bisa ia selalu berusaha untuk terlihat kuat saat dirinya benar-benar lemah begitu


"Semua sudah sangat khawatir tadi, bisa-bisanya kamu menampilkan senyum manis tanpa dosa begitu" Ujar Rayyan berjalan mendekati brankar tempat Zakia berbaring


"Maaf Bang jika Zakia merepotkan" ucap Zakia merasa tak enak hati


"Ini bukan masalah merepotkan nya Zakia, jika merasa sedang tidak fit, tidak usah di paksakan untuk bekerja" Rayyan berucap tulus membuat Zakia merasa terharu di perhatikan dengan begitu lembut oleh Rayyan


"Iya bang"


"Enak banget ya di beri keringanan saat sakit, lah Abang. Boro-boro di suruh istirahat yang ada makin di suruh banyak kerja dengan alasan supaya cepat pulih" ujar Andre melirik ke arah Rayyan secara sengaja


"Ya iyalah orang sakitnya bohongan, alasan sakit padahal lagi malas-malasan di rumah, syukur saja tidak langsung di pecat sama bang Rayyan" Fira menimpali


"Oh tidak akan, karena salah satu pemikat para costumer adalah wajah tampan ku ini bisa rugi Rayyan jika aku tidak ada" ujar Andre dengan pedenya


"huek! Mual aku dengar nya" ucap Fira dengan wajah tidak sukanya

__ADS_1


"Sudah-sudah, kalian berdua ini selalu saja ribut tidak capek apa? Aku saja capek loh ngeliat nya" ujar Maira melerai


sedangkan Rayyan dan juga Zakia selalu setia menjadi penonton bagi dua orang yang sama-sama tidak mau mengalah itu.


__ADS_2