
Zakia memandang sekeliling kamarnya yang terlihat lebih besar dan juga rapi di lengkapi dengan tempat tidur dan juga lemari pakaian.
"Disini, Nak Zakia tidak perlu sungkan anggap saja rumah sendiri dan nggak usah takut juga soalnya kamar kamu berada di tengah. sebelah kanan kamar Fatria dan sebelah kiri kamar Farida." Jelas Umi Yasmin
"Iya kak, nanti kita bisa berbagi kamar kalau kak Zakia merasa bosan di kamar sendiri" Ucap Farida bergelayut manja di lengan Zakia sedangkan Fatria berada di sebelahnya
Kedua putri ustadz Burhan dan juga Umi Yasmin terlihat sangat ramah dan juga mudah bergaul. terlihat, belum ada beberapa menit mereka sudah sangat akrab pada Zakia yang terlihat masih malu-malu.
Setelah selesai membenahi seluruh barang-barang miliknya. Zakia turun untuk ikut bergabung pada Rayyan dan juga Andre yang masih menunggu di bawah bersama dengan ustadz Burhan dan juga Umi Yasmin
"Bagaimana? kamu suka kamarnya? kalau kurang nyaman, kamu bisa pindah ke kamar bawah biar nanti Faruq yang pindah ke kamar atas" Ucap ustadz Burhan pada Zakia
"Tidak, tidak perlu ustadz, saya sangat suka dan juga nyaman apalagi ada Fatria dan juga Farida yang menemani di atas"
"Alhamdulillah kalau begitu, nanti disini setiap selesai shalat Maghrib. Akan ada Anak-anak mengaji yang datang, jadi kamu bisa sekalian ikut belajar sama mereka, apa Zakia keberatan?" kembali ustadz Burhan bertanya
"Tidak apa-apa ustadz, saya senang jika ada banyak teman mengaji, walaupun itu anak-anak." ucap Zakia tersenyum yakin
Rayyan memperhatikan Zakia dengan penuh takjub, sungguh ia sangat senang melihat gadis yang begitu di cintainya itu memiliki semangat yang kuat untuk memperdalam Agamanya. Rayyan berniat saat mengadakan acara syukuran penyambutan bulan Ramadhan nanti dia akan segera melamar Zakia saat itu juga dihadapan para keluarga dan juga kerabatnya
"Ya sudah, kalau begitu Abang sama Rayyan balik ya, baik-baik disini dan juga belajar yang benar, mana tahu setelah ini akan ada akhi-akhi yang datang melamar" ucap Andre sengaja melirik ke arah Rayyan
"Abang udah seperti menitipkan anak saja, besok juga sudah ketemu lagi di tempat kerja. Aamiin ya Allah. semoga yang melamar akhi-akhi yang kaya ilmu dan juga kaya raya" ujar Zakia tertawa
"Aamiin" ucap Rayyan, hatinya bersorak gembira mendengar ucapan Zakia yang ia anggap memberi sebuah kode padanya
.
__ADS_1
.
.
Suara adzan terdengar begitu syahdu di waktu subuh membangunkan Zakia dari tidurnya. ia segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan segera mengerjakan kewajiban nya.
Selesai mengerjakan shalatnya, Zakia turun kebawah dan melihat Umi Yasmin yang sedang sibuk memasak di dapur
"Ada yang bisa Zakia bantu Bu?"
"Oh, Zakia sudah bangun? baru aja Umi berniat untuk membangunkan, ternyata anaknya sudah bangun sendiri" Ucap Yasmin tersenyum seraya terus melanjutkan kegiatannya
"Sini Bu, biar saya saja yang mengerjakannya" Ujar Zakia mengambil alih piring kotor dari tangan Yasmin
"Terimakasih, panggil Umi saja. mulai sekarang anggap saja Umi sebagai Ibu kedua Zakia begitu juga dengan Abi, jadi jangan panggil Ibu atau ustadz lagi. bisa?"
Fatria dan juga Farida turun setelah beberapa kali di bangunkan oleh Umi Yasmin sedangkan Faruq pagi-pagi sekali sudah pergi berolahraga bersama teman-temannya
"Punya anak gadis, susah sekali untuk bangun subuh. Kak Fatria lagi, cita-cita ingin memiliki suami yang Sholeh. gimana kalau diri sendiri masih lalai begini?" ujar Yasmin menggelengkan kepala melihat kedua anak gadisnya itu
Sementara ustadz Burhan menatap tajam ke arah Fatria dan juga Farida yang selalu saja kesiangan melaksanakan shalat Subuh nya
"Di kubur dalam-dalam Impian memiliki suami seperti itu jika diri kita sendiri saja masih lalai pada panggilan Allah, jodoh itu cerminan diri duplikat dari diri kita sendiri. Tingginya standard jodoh yang kita inginkan, sempurnanya kriteria yang kita impikan dan juga perfectnya pasangan yang kita dambakan. itu semua tidak akan berarti apa-apa, karena jodohmu tidak jauh dari kebiasaan mu" Timpal ustadz Burhan seraya menikmati sarapannya
*الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ
لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ
__ADS_1
“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)
Zakia mendengarkan semua penuturan ustadz Burhan dengan seksama. sungguh, dia merasa mendapatkan ilmu perihal jodoh yang selama ini ia sendiri juga belum terlalu memikirkan nya. berbeda dengan Fatria yang sudah menampilkan wajah kesalnya di sebabkan lagi-lagi dirinya di ceramahi di pagi-pagi buta begini
Zakia tiba sepuluh menit lebih lambat daripada biasanya, di sebabkan tempat tinggalnya yang sekarang memiliki jarak yang sedikit jauh dari tempat ia bekerja. Namun meskipun begitu Zakia tidak pernah terlambat karena ia selalu saja tiba satu jam lebih cepat dari jam kerja yang di tetapkan
Hari ini penampilan Zakia kembali berbeda, ia mengenakan pakaian syar'i yang di berikan Umi Yasmin padanya. sebenarnya Umi Yasmin menyediakan pakaian muslimah itu untuk di pakai oleh Fatria, namun sepertinya putri sulungnya itu belum terbuka hatinya untuk mengenakan pakaian yang serba panjang dan juga longgar itu
Saat Umi Yasmin bercerita pagi tadi, Zakia dapat melihat kesedihan di mata Umi Yasmin yang menginginkan anak perempuannya berpakaiannya selayaknya seorang muslimah. akan tetapi permintaan nya selalu di abaikan dengan alasan pakaiannya terlalu ke ibu-ibu an padahal menurut Zakia semua gamis yang di berikan oleh Umi Yasmin padanya terlihat begitu cantik
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Zakia ini kamu? MasyaAllah cantik sekali" Ujar Kania kagum melihat penampilan Zakia
"Bisa aja, aku jadi malu ini" ucap Zakia merona
"Hiya, masih aku loh perempuan yang muji, belum lagi laki-laki. udah merah aja tuh pipi, kayak habis kena tampol" ujar Kania tertawa melihat wajah Semerah tomat Zakia
Zakia mendengus kesal pada Kania yang sangat suka menggodanya dan apa katanya tadi kena tampol? astaga bahasanya itu
"Apa tidak apa-apa ya aku kerja pakai baju begini? aku sebenarnya masih belum terlalu percaya diri untuk memakai pakaian syar'i seperti ini. takutnya belum pantas untukku yang masih fakir ilmu ini"
"Pakaian yang syar'i begini bukan berarti membuktikan diri kita udah baik dan juga punya segudang ilmu agama. pakaian yang seperti ini lah yang harusnya di kenakan oleh wanita muslim seperti kita " ujar Kania mencoba mengembalikan kepercayaan diri Zakia
***أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
__ADS_1
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang***."