Syahadat Cinta Zakia

Syahadat Cinta Zakia
Bab 14


__ADS_3

Lagi-lagi air mata Zakia lolos begitu saja, ia memandang kosong langit-langit kamarnya Zakia memejamkan matanya sejenak, rasanya sangat-sangat sakit. Dadanya benar-benar sesak mendengar tuduhan yang di lontarkan padanya


Mungkin kalau luka fisik tidak akan ada apa-apanya dibandingkan setiap perkataan yang di lontarkan Yuli padanya, perkataan yang mampu membuat harga diri Zakia jatuh begitu saja


"Aku masih kuat Yah, anakmu masih baik-baik saja disini" lirih Zakia mencoba menyemangati diri sendiri


"terkadang, kita butuh air mata untuk melembutkan kerasnya hati dan ego


kita butuh jatuh untuk belajar bangkit dan berdiri, agar mengerti arti kenyataan


kita butuh kecewa, untuk belajar meluaskan jiwa dan menjadi pemaaf, sulit? tidak, hanya saja kita butuh waktu untuk melakukan nya perlahan-lahan"


.


.


.


Zakia baru saja mengenakan mukenanya untuk bersiap-siap melaksanakan shalat Maghrib di kamarnya. terdengar suara ketukan pintu yang mendesak untuk segera di buka, membuat Zakia berjalan menuju pintu dan membukanya menampilkan wajah Martha yang terlihat sangat tidak bersahabat berbeda dari biasanya


"Ternyata ini yang selama ini kau sembunyikan? Dasar penghianat! segera cari tempat tinggal baru, karena disini tidak ada lagi tempat untukmu" ucap Martha sinis pada Zakia seraya melangkah pergi dengan amarah yang masih memenuhi hatinya


Bukan tanpa sebab Martha berlaku demikian pada Zakia, Ia benar-benar kecewa dan juga marah pada keputusan Zakia yang baru ia ketahui beberapa hari ini. padahal dulu ia dan juga Zakia sangat gemar pergi beribadah bersama. Namun kini nyatanya Zakia mengkhianati kepercayaan nya sendiri dan berpaling dari Tuhannya. akan tetapi sepertinya Martha juga melupakan satu hal, bahwa siapapun berhak memilih agama apapun yang menurutnya baik bagi dirinya tanpa harus merasa di rugikan


Selesai mengerjakan shalatnya, Zakia duduk terdiam di atas sajadah ia tidak tahu harus tinggal dimana setelah ini. karena pastinya mencari tempat tinggal bukan lah perkara yang mudah, apalagi selama ini Zakia jarang sekali berpindah-pindah tempat tinggal, Zakia sudah sangat nyaman tinggal di rumah ini


"Ya Allah, aku serahkan segalanya padamu, engkau lah tempat sebaik-baik nya aku berkeluh-kesah, tuntunlah kakiku ini ketempat yang lebih baik menurut-Mu" pinta Zakia mengadahkan tangannya pada sang Ilahi

__ADS_1


Pagi-pagi sekali Zakia sudah tiba di toko, Ia di beri kepercayaan untuk memegang kunci cadangan di karenakan dirinya satu-satunya karyawan yang tidak pernah telat atau lebih tepatnya datang satu jam sebelum jam kerja. Namun meski begitu Zakia tetap menunggu yang lainnya datang, Ia tidak ingin membuat teman-teman nya merasa tidak nyaman dengannya


"Assalamualaikum ukhti" Sapa Andre yang kebetulan sekali datang tanpa telat


"Waalaikumsalam, tumben bener Abang cepat datangnya, kesambet apa semalam?" ucap Zakia dengan memasang senyum jahilnya


"Iya, hari ini Abang rindu melihat wajah Adek"


"Huek! Zakia berpura-pura mual mendengar ucapan Andre yang pastinya dengan candaan


"Haish, sakit hati Abang"


"Ck! Abang ini sedang kerasukan apasih? pagi-pagi udah kumat begini? Oh ya Bang Zakia mau tanya sesuatu, boleh?"


"Apa itu? perasaan Abang nggak enak ini. jangan bilang kamu cinta sama Abang? oh tidak bisa, hati Abang ini hanya milik Kania seorang"


"Kebetulan sekali, ada seorang ustadz yang Abang kenal. Dia seorang mualaf juga sama seperti kamu dan beliau juga punya sebuah yayasan, kalau mau nanti malam kita bisa bertamu ke rumahnya. gimana mau?"


"Mau bang, Zakia mau" ucapnya antusias


"Ya sudah, nanti malam Abang jemput ya"


"Iya Bang"


Zakia tidak hentinya mengucapkan syukur dalam hatinya, akhirnya doa-doanya di ijabah Allah dengan segera, meskipun Ia belum tahu kedepannya akan bagaimana. Namun Zakia percaya bahwa akan selalu ada hal baik yang menghampiri jika Dirinya selalu melibatkan Allah di dalamnya


Zakia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur kesayangannya, ia merasa lelah di sekujur tubuhnya. Zakia memandang sekeliling kamarnya tempat yang banyak memiliki kenangan untuk ia kenang nantinya. setelah hari ini, Zakia akan merindukan kamar tercintanya ini. "Bismillahirrahmanirrahim, segala niat yang baik akan di permudah Allah Zakia. percayalah" ucap Zakia pada dirinya sendiri

__ADS_1


"Libatkan Allah dalam segala urusan, tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi kalau kita selalu melibatkan Allah dan berdoa memohon pertolongan Allah. "Berdoalah kepadaku niscaya aku akan perkenankan permohonan mu". (QS. Al Mu'min: 60)


Zakia telah selesai mengemas seluruh barang-barang nya tanpa tersisa. Ia juga tidak lupa membersihkannya seperti awal pertama ia menempatinya


"Sudah siap dek bersih-bersih nya?" Tanya Andre dari luar kamar, ia enggan untuk masuk di karenakan saat ini hanya ada mereka berdua di rumah itu


"Sudah Bang, tapi gimana bawa semua barang sebanyak ini?"


"Tenang, sebentar lagi Rayyan sampai, kita bisa pinjam mobilnya sebentar. jadi semua barang-barang kamu ini bisa di angkut sekali semua termasuk kamu juga"


"CK! Abang kira Zakia barang, pakai di angkut-angkut segala"


Setelah semuanya beres, Zakia tidak lupa berpamitan pada Martha dan memberikan kunci kamarnya. ini pertama kalinya Martha bersikap sangat dingin padanya bahkan dia juga enggan menjawab salam dari Zakia. Namun meski begitu Zakia tetap menampilkan senyum manisnya walaupun saat ini dia juga merasa sedih


Setelah kurang lebih lima belas menit menempuh perjalanan. akhirnya mereka sampai ke tujuan, mereka di sambut oleh seorang wanita yang masih mengenakan mukena itu dengan tersenyum ramah


"Assalamualaikum" sapa Zakia tak kalah ramah


"Waalaikumsalam, silahkan masuk, barang-barang nya nanti saja di turunkan sebentar lagi masuk waktu shalat Isya. lebih baik kita shalat berjamaah dulu" ucap wanita yang perkiraan usianya sudah menginjak empat puluhan itu tersenyum


"Iya Umi" jawab Andre dan juga Rayyan yang sudah kenal dekat dengan wanita yang mereka panggil Umi tersebut


Zakia masuk dan tanpa sengaja ia melihat foto seseorang yang sepertinya tak asing baginya. "Bukannya ini ustadz Burhan?" Tanya Zakia menunjukkan ke arah foto yang terpajang di dinding rumah itu


"Iya, kamu kenal ustadz Burhan?" Andre balik bertanya


"Ya Allah, sungguh indah rencana Allah itu. padahal kemarin waktu aku mendengar ceramah ustadz Burhan seminggu yang lalu beliau bercerita tentang perjuangan nya dalam mempertahankan Agamanya. aku sangat ingin berbicara langsung padanya dan aku juga mau bertanya banyak hal dan lagi-lagi Allah mengabulkan doa ku tanpa ku pinta" ucap Zakia terharu

__ADS_1


"MasyaAllah, begitu indahnya skenario Allah itu dek" Rayyan menimpali seraya mengelus kepala Zakia yang berbalut jilbab berwarna navy itu


__ADS_2