Tak Bisa Ke Lain Hati

Tak Bisa Ke Lain Hati
Ekstrakurikuler Part 1


__ADS_3

Hari ini seluruh ekskul yang ada, membuat stand masing-masing di lapangan.


Ada KIR, Cheerleaders, PMR, Pramuka, Basket, Pecinta alam, Rohis, Rokris, Bulutangkis, pokoknya semua ekskul yang ada disekolah ini.


Tujuan didirikannya stand-stand ini adalah untuk memudahkan murid-murid baru memilih ekskul yang mereka inginkan, jadi kalau ada yang minat, bisa isi biodata langsung di stand tersebut.


Seperti halnya murid-murid baru lainnya, aku, Icha, dan sikembar Vava Vivi mengelilingi stand-stand tersebut


"Njiirrr gimana gue mau daftar kalo penuh begitu"


tiba-tiba Vivi ngedumel sendiri


"Kenapalo?" tanya kakaknya Vava


"Lo liat sendiri aj tuh club basket, udah kaya semut ngerubungin gula ae"


Aku langsung liat club basket yang ditunjuk Vivi.


Ya benar, banyak sekali anak-anak yang ngumpul disana, kebanyakan malah anak-anak cewek.


Saking banyaknya yang kumpul, sampai-sampai kakak pengurus basketnya nggak kelihatan


"Dimana ada semut disitu ada gula"


"Kamu jadi daftar basket Vi?" tanyaku


Kemarin Vivi sudah mantap mau masuk basket.


Dia sudah punya pengalaman waktu di SMP katanya, masuk team putri dan sudah ikut beberapa kejuaraan antar sekolah


"Jadi dong" jawabnya mantap


"Lo ikut juga kan? ayolah biar gue ada temennya"


bujuk Vivi


"Kepengen sih tapi aku gak bisa Vi, Abang-abangku aja lebih rela melukin tiang basket daripada ngajarin


aku hihihi" elakku


"Cha lo mau yaa?"


"Beuh, mana ada yang mau terima gue sama Vava masuk team basket cuy... kita ini terlalu imut, betul gak Va" elak Icha sambil nyikut Vava


"Yoi" jawab Vava sambil asik ngemut permen lollipopnya.


"Met pagi Tatiana...." seru seseorang yang secara tiba-tiba merangkul bahuku


Reflek aku langsung melepaskan tangan itu dari bahuku sambil melihat siapa pemiliknya, yang ternyata kak Riko.


Aku harus mendongakkan kepalaku dulu baru bisa liat matanya


"Eh kak Riko, met pagi juga kak" kataku sambil tersenyum manis

__ADS_1


Sejenak dia hanya diam memandang wajahku, sebelum akhirnya kembali merangkulku dan mengajakku ikut dengannya


Aku berusaha melepaskan rangkulannya, tapi kalah tenaga huft.


"Hai adik-adik semuanya, bisa kasih kak Riko jalan"


teriak kak Riko didepan kerumunan yang ada didepan club basketnya.


Ngapain sihh dia ngajak aku kesini, batinku


Tidak lama kerumunan itu terbelah dua, membuat jalan tengah sehingga aku dan kak Riko bisa lewat.


Terlihat yang duduk dibelakang meja ada kak Arga dan kak Idam yang terlihat bengong melihat kami, dan entah siapa lagi aku gak kenal.


Sambil masih merangkulku, kak Riko menghampiri meja tersebut, dan menyuruhku duduk tepat didepan kak Arga.


"Ga katanya dia mau masuk club basket" kata kak Riko


Aku langsung kaget, kapan aku bilang seperti itu?


Bisa dibayanginlah gimana paniknya aku saat itu.


"Hai kak Arga, kak Idam, kakak-kakak semua" sapaku tersenyum ceria kemereka semua, seperti baru pertama kali kenal


Sambil menenangkan degup jantungku, kulirik kak Arga, dia melihatku tajam sambil naikin lagi alis kanannya, kali ini aku gak mau ketawa


"Sebenarnya, tadi tuh tiba-tiba aja kak Riko ngajak aku kesini" elakku tapi kak Arga hanya diam


Kak Riko cekikikan dibelakangku, kualihkan tatapan tajamku ke arahnya, dia malah tersenyum sambil bikin huruf V di jari tangannya, Huh!


"Maaf mengganggu waktunya ya kak, aku permisi dulu, silahkan dilanjutkan lagi kegiatan kalian" kataku sambil menunjukkan senyum termanisku ke kak Arga dan lainnya, sebagai balasan aku sudah mengganggu mereka, walaupun bukan atas kemauanku


Aku langsung bangun dari kursi dan berniat kembali ke teman-temanku, pasti sekarang mereka lagi bertanya-tanya nih hadeehhh


Kulihat tatapan tajam sambil mencibir cewek-cewek yang ada dibelakangku tadi, dan tatapan cowok-cowok yang tersenyum manis padaku


Baru jalan selangkah, kak Riko langsung menarikku kembali, memaksaku duduk lagi ditempat tadi


"Iiihhh kak Riko, itu temen-temenku udah nungguin"


rengekku manja, seperti rengekkan ku ke kak Bima dan kak Arya


"Kita masukin aja dia ke team basket putri Ga"


seru kak Riko


"Boleh juga tuh idenya Riko Ga" balas kak Idam


"Iihh apaan sih, aku tuh gak bisa main basket, drible aja lepas terus" elakku sambil nyegir kuda


"Tujuan club ini kan memang buat belajar basket, kalo dah ahli yaa gak bakal masuk di club ini, langsung main di NBA sana" jelas kak Riko


Aduuhh kenapa jadi maksa begini sich

__ADS_1


"Kalau gak mau jangan dipaksa!" gerutu kak Arga acuh tak acuh, seperti bisa membaca pikiranku aja, padahal matanya masih asik liatin kertas-kertas didepannya


"Aku daftarin temenku aja ya.. waktu SMP dia masuk team putri" seruku sambil ambil pulpen yang sedang dipegang kak Arga, lalu kutulis nama dan no hp Vivi dikolam kosong kertas pendaftaran yang ada didepanku, dan langsung kuserahkan ke kak Arga yang kembali pasang tatapan tajam ke arahku


Sambil nyegir kuda, kuletakkan kertas pendaftaran itu didepannya bersamaan dengan pulpen yang tadi kupinjam


"Aku permisi lagi yaa" untuk kedua kalinya aku pamit ke mereka


Tapi kali ini tidak ada yang menahanku, mungkin takut sama ketos yang jutek itu hehe


Secepat kilat aku melangkah keluar dari kerumunan itu, dengan sambutan tatapan sinis dari para cewek-cewek tentunya.


Icha dan sikembar sudah tidak ada ditempat kami berdiri tadi, tempat yang aku tinggalkan mereka karena kak Riko.


Aku : "Dimana?" chatku di group


Vava : "Kantin"


Icha : "Kuy sini isi bensin dulu"


Aku : "Oke-oke"


Segera kulangkahkan kakiku kearah kantin, tapi langsung terhenti saat mataku lihat stand club Pecinta Alam diseberangku.


Aku : "Gaes, pada mau ikut club PA ga?" tanyaku lagi di group


Vava : "Club apaan tuh PA?"


Aku : "Pecinta Alam"


Vivi : "Iihhh ogaaahhh"


Vava: "skipp"


Icha : "Kuy lah"


Aku : "yaudah buru kesini, aku mau daftar sekarang"


Icha : "Meluncur kesana"


Sambil tersenyum, kuayunkan langkahku ke club itu. Sepertinya kurang peminatnya, karena yang berkerumun disini lebih sedikit dari club basket tadi.


"Hai kak, aku mau daftar masih bisa?"


tanyaku ke salah satu senior yang sedang duduk dimeja pendaftaran


"Masih dong.. nih isi dulu" jawabnya sambil nyodorin kertas pendaftaran kedepanku


"Bisa minta satu lagi gak kak? temanku ada yang mau daftar juga"


"Boleh.. boleh.. apa sihh yang enggak buat Tatiana.. nih ambil"


"Terimakasih kak" kok tau namaku, batinku

__ADS_1


Kuisi kolom-kolom kosong yang ada disana, tidak lama kemudian Icha sudah duduk disebelahku, langsung kusodorkan kertas pendaftaran yang dikasih seniorku tadi.


__ADS_2