Tak Bisa Ke Lain Hati

Tak Bisa Ke Lain Hati
Ekstrakurikuler Part 3


__ADS_3

Setelah isi formulir di club PA, Aku dan Icha nyamperin sikembar di kantin, mereka sedang asik ngobrol dengan Sony dan Agus, berhadap-hadapan


"Ada Sony, aku males ahh Cha, kelapangan lagi aja yuk"


"Kenapa? takut ditembak lagi? kan lo sama Sony dah jadi pasangan of the year" ledek Icha


"Enak ajaa" gerutuku sambil nyubit tangan Icha


"Haaii semuaa..." seru Icha langsung ambil posisi dihadapan Agus, mau gak mau aku duduk didepan Sony


Bangku kantin panjang, satu bangku bisa muat enam orang, dengan meja yang juga sama panjangnya.


"Kamu masuk club PA Na?" tanya Sony


"Iya... sama Icha juga"


"Waahh satu club kita.. aku juga ikut club itu"


"Oh" kataku malas-malasan


Ting.. Hpku berbunyi, pertanda ada chat masuk, ada no asing dichat teratas, ku klik no itu, ternyata chat dari kak Riko.


Mau ngapain lagi sih dia, suntukku dalam hati sambil ngunci hpku lagi


"Vi, aku udah daftarin kamu ke club basket tadi" kataku sambil ngelirik Vivi diujung bangku sana


"Ahhh seriusan lo?" tanyanya gak percaya


"Iya, tadi pas aku diajak kak Riko langsung aku daftarin kamu sekalian"


"Padahal tadi gue sempet males daftar, liat sebanyak itu kerumunannya, Thankyou so much Tiana...


Eh lo daftar juga?"


"Nggak, kan aku udah bilang, ga bisa main basket"


"Tatiana biasa main gundu dia" celetuk Agus


Aku dan yang lainnya pun langsung tertawa, celetukan Agus ini yang membuat suasana kelasku penuh dengan tawa, dia lucu, enak lah diajak ngomong


"Gundu juga aku gak bisa Gus, beneran"


"Bola bekel kalo gitu"


"Apalagi itu, aku gak bisa nangkap bolanya lagi hehe"


"Yaudah lo tangkep hati cowok disebelah gue ini aja eeeaaaa" ledek Agus sambil nyikut bahunya Sony yang langsung tersenyum padaku.


Kali ini aku gak respon ledekan Agus, males.


"Tiana dah nangkep hatinya kak Riko tau" celetuk Vava


Aku langsung lihat kearahnya jangan-jangan dia marah, aku lupa Vava suka sama kak Riko, dia pasti cemburu tadi

__ADS_1


"Va... Aku sama kak Riko tadi...


"Naahh ngomongin kakak yaaa...?" tiba-tiba kak Riko sudah ada disampingku, dia langsung duduk dan kembali merangkulku.


"Iihh apaan sih kak" Aku berusaha gerakkan bahuku untuk nepis tangannya, tapi gak bisa lepas juga


Dibelakang kak Riko ada kak Arga, tapi dia tidak ikut gabung dimejaku, dia lebih milih duduk sendiri dimeja sebelah kanan mejaku


"Kenapa chat kakak gak dijawab?" bisiknya ditelingaku


Belum sempat aku jawab, dia langsung menarik tanganku, pindah kemeja yang ditempatin kak Arga.


Aduuhhh berdegub kencang lagi jantungku, untuk kedua kalinya hari ini aku duduk berhadapan dengan kak Arga, sementara kak Riko duduk disampingku, badannya yang tinggi besar membuatku tak bisa melihat ke meja teman-temanku


"Nah sekarang temanmu nggak ada yang liat, ayo jelasin sekarang" kata kak Riko lagi, aku melirik kak Arga didepanku yang lagi asik baca buku


"Tadi tangaku kotor kak, jadi gak bisa ngetik, tar hpku kotor lagi" elakku sambil nyengir


Kak Riko nengok ke arah mejaku tadi, dan kembali nengok ke aku lagi


"Tapi tempatmu duduk tadi nggak ada makanan atau bekas makanan sama sekali tuhh, jangan bilang kamu disuapin sama cowok yang didepan kamu tadi. Dia tadi kaya gak suka gitu kakak rangkul kamu"


Aku langsung bayangin di suapin Sony, hii auto begidik aku


"Hehe lagi asik ngobrol tadi kak, jangan marah yaa" elakku lagi, kali ini kuhadiahi kak Riko dengan senyuman manisku, biasanya sihh berhasil sama kakak-kakakku bikin mereka gak marah lagi


Kak Riko langsung menghela nafas panjang, seperti kedua kakakku dia langsung mengusap-ngusap sayang kepalaku


"Nggak tega gue macarin anak kaya gini Ga, jadi inget adek gue"


Hah! gak salah denger kan aku? walaupun jawab sambil tetap baca buku, berarti kan dia juga nyimak obrolanku dengan kak Riko


"Yaudah lain kali awas yaa kalo gak dibalas, mulai sekarang kita berteman"


Kak Riko nunjukin jari kelingkingnya, langsung kusambut dengan kelingkingku


"Siap kak" seru ku sambil tersenyum lebar


"Sebagai hadiah pertemanan hari pertama kita, mau gak kakak kasih tau sesuatu?"


"Apa kak?"


"Kata ketua OSIS kita, yang namanya Tatiana itu sombong" bisiknya tapi agak kencang, seperti sengaja supaya kak Arga juga dengar


Aku melirik kak Arga, dia lagi melotot tajam ke kak Riko yang cuma dibalas cengiran kak Riko, terus lanjut baca buku lagi. Dasar kulkas!


"Emangnya kamu apain sih ketos kita? sampe dia mikir kamu sombong?" tanya kak Riko lagi, aku cuma ngangkat bahuku, gak tau. Padahal aku tau penyebabnya.


Kalau aku jelasin sekarang, bukannya malah jadi terkesan aku membela diri?


"Kak Argaaa" kuberanikan diri memanggilnya


"Hmmmm" masih asik sama bukunya

__ADS_1


"Maaf yaa kalo aku punya salah"


"Hmmmm"


Bete gak sih denger jawabannya yang cuma hmmm doang? rasanya pengen ku ambil martil trus ketok kepalanya, biar es kutub yang ada didalamnya bisa keluar dan dia jadi gak dingin lagi.


"Udah udah kaya lebaran aja minta maaf, kamu mau minum apa? kakak beliin yaa" tanya kak Riko


"Es teh manis aja"


"Lo apa Ga"


kak Arga cuma geleng-geleng


"Godeg-godeg doang lo kaya boneka mampang aja"


suntuk kak Riko dan meninggalkan kami berdua


Karena gak ada kak Riko, aku jadi bisa melihat ke meja teman-temanku lagi, tapi mereka sudah gak ada, pada balik ke kelas sepertinya


"Dimana?" tanyaku ke group


lama belum ada yang balas, kukunci lagi hpku dan mengalihkan pandanganku ke kak Arga, serius banget baca bukunya


"Tatiana kan" tanya seseorang dibelakangku, aku langsung nengok, kakak senior cewek yang menyapaku, tapi aku belum tau namanya


"Woii Ga, baca moloo lo" sapanya ke kak Arga sambil menepuk punggungnya, dan langsung duduk disebelahnya. Kak Arga cuma cuek doang ga respon


"Kek jelangkung aj lo, datang ga diundang pulang ga diantar" ledek kak Riko sambil nyerahin es teh manis ke aku


"Suweee lo" suntuk cewek itu sambil nendang kaki kak Riko


"Kenalin gue Susi, kebetulan ketemu disini, lo mau ikut cheerleaders ga?" tanya kak Susi ke aku


"Kebetulan apa kebetulan?" tanya kak Riko gak percaya, dibalas dengan pelototan kak Susi


"Sebenarnya sih, aku memang niat mau masuk cheers kak" jawabku


"Cakeeepp, yaudah nanti ke stand cheers yaa isi formulir, btw panggil nama aja yaa, risih gue dipanggil kakak, secara gue anak bontot"


"Siapa?" tanya kak Riko


"Gue laahh" jawab kak Susi


"Yang nanya" balas kak Riko lagi, disusul dengan tendangan kak Susi ke kakinya


"Eetdaah, pada memar-memar kaki gue kalo deketlo, kalo bukan mantan gue bejek lo kaya oncom" suntuk kak Riko sambil ngelus-ngelus kakinya


"Mantan terindah kan?" ledek kak Susi sambil melet


"Gue tunggu di stand ya Tiana" kata kak Susi lagi sambil beranjak pergi


"Iya kak, maksudku Susi" jawabku masih senyum-senyum melihat kelakuan mereka berdua.

__ADS_1


Sementara gunung es didepanku ini, masih tetap asik dengan bukunya, Huh!".


__ADS_2