
Ruang club pecinta alam
"Kalian semua sudah ikut Diklatsar kemarin, selanjutnya kalian akan mengikuti diklat lanjutan, dengan mendaki gunung yang seharusnya diatas ketinggian 3000mdpl. Tapi karena banyak diantara kalian yang belum pernah mendaki gunung sebelumnya, jadi kami sepakat untuk tahun ini ekpedisi pertama kalian ke gunung gede saja, bagaimana?"tanya kak Dimas
Aku termasuk salah satu yang belum pernah ikut hiking, kalo Icha dia sudah pernah ikut kakaknya katanya, enak banget, kalo kakak-kakakku nggak pernah izinin aku ikut mereka, apalagi papa dan mama.. huft
"Kenapa nggak lanjut ke gunung pangrango kak? tanggung kalo cuma sampai di gunung gede doang"
tanya Didi
"Nanti kita lihat kondisi disana terlebih dahulu,
kalau...."
Kata-kata kak Dimas terputus ketika kak Arga memasuki ruangan ini, kak Dimas dan semua yang hadir langsung melihat kearah kak Arga, dimanapun dan kapanpun, kedatangannya selalu jadi magnet yang bukan saja menarik perhatianku, tetapi yang lain juga
Kak Arga berdiri didepan, diantara kak Dimas dan kak Riko, tatapan matanya kosong, pikirannya seperti melayang entah kemana, dengan rambut yang acak-acakan seperti baru bangun tidur
"Ok kita lanjut... jadi kalo kalian masih kuat kita bisa lanjut ke gunung pangrango, tapi kalo ada satu saja yang nggak kuat, kita semua langsung turun, bagaimana setuju?"
Tanya kak Dimas lagi, semua setuju, karena bagaimanapun kebersamaan harus tetap dijaga.
Kak Dimas menjelaskan perlengkapan apa saja yang yang harus dibawa, apa yang akan dilakukan disana selebihnya aku tidak lagi fokus mendengarkannya, aku lebih fokus menatap kak Arga, Argaku, cintaku
Memandanginya dari jauh saja sudah membuatku berbunga-bunga, tapi apa yang sedang dipikirkannya? kedua alisnya sampai mengkerut seperti itu
"Hayooo ngeliatin siapa?" bisik kak Riko membuatku tersentak kaget
Sejak kapan dia duduk disebelahku
"Iihh ngagetin aja kak"
aku celingak celinguk mencari Icha yang tadi disebelahku, sekarang dia duduk di belakang, asik bersender ditembok sambil cengengesan ngeliatku
"Kamu suka sama Arga ya?"
Aku tambah kaget lagi mendengar pertanyaannya, aku pura-pura nggak dengar, mataku kualihkan ke kak Dimas, meski aku tetap nggak bisa fokus sama apa yang sedang dibicarakan kak Dimas
__ADS_1
"Cieee natap Arga lagi"
"Apaan sih kak.." suntukku sambil mencubit pinggang kak Dimas
"Aaww geli tau hahaha"
Kak Riko cekikikan kencang, hingga menarik perhatian yang lainnya, termasuk kak Arga
"Kalo mau bercanda silahkan diluar, jangan disini!"
seru kak Dimas
Tampak kesal sekali mukanya, aku melirik kak Arga, dengan muka dinginnya dia juga sedang memandangku dan kak Riko gantian, dengan kedua bibir dikatupkan rapat
"Sory... sory... kebawa suasana... " balas kak Riko, tangan kanannya diletakkan dibelakang kursiku, jadi seperti merangkul kalo dilihat dari depan
Setelah memberi tatapan mematikan ke kak Riko, kak Dimas kembali melanjutkan pembicaraannya, kulirik kak Arga dia sedang asik mutar-mutar bola dunia dimeja sebelahnya, yang sebelumnya disenderin kak Riko
"Kamu nggak bisa bohong, kakak tau kamu suka Arga.. udah ngaku aja"
Kak Riko mencolek punggung kananku, aku menoleh tajam kearahnya sambil cemberut, ganggu aja sih
"Ayo ngaku... jangan malu-malu, daritadi kakak liat kamu mandangin Arga terus, kamu tau... matamu berbinar-binar kalo liat Arga"
"Sok tau..."
"Tau lahh, kakak tuh udah pengalaman liat mata itu di cewek-cewek yang naksir kakak"
"Idiihh pedenya tingkat dewa" kataku sambil tertawa lebar, tanpa suara nanti diprotes lagi hehe
Waah bagus dong kalo kak Riko sudah tau aku suka sama kak Arga, berarti aku bisa ngikutin rencana Tita buat minta tolong ke kak Riko, pura-pura jadi pacarku.
Aahh tapi aku teringat omongan kak Bima, aku jadi malah nggak punya harga diri kalo ngelakuin itu, biarlah untuk saat ini aku cuma bisa diam-diam mencintainya, aku kembali melirik kak Arga, sekarang dia sedang asik melihat langit-langit
"Coba mata kamu itu ditujukan ke kakak... tanpa ba bi bu lagi kakak pasti langsung ajak kamu ke KUA, eh ajak kamu pacaran dulu deh"
Kak Riko terus menatapku, tangan kirinya menopang pipinya, tangan kanannya masih dibelakang kursiku, sedikit menyentuh punggungku, aku lipat kedua tanganku ke meja, jadi punggungku agak maju dan tidak kena tangannya lagi
__ADS_1
Jadi keliatan kaya lagi ngerayu nggak sih dia, huft
"Sayang mata itu ditujukan untuk Arga, beruntung banget kampret satu itu"
Aku cuma meliriknya sekilas, tersenyum manis dan kembali mengalihkan perhatianku ke depan, kulihat kak Arga sedang menatap tajam kearahku sambil tersenyum sinis, aku langsung ngalihin mataku ke kak Dimas
Lihat senyuman itu mengingatkanku sama kejadian didepan gudang, itu senyuman yang menutupi emosi dia, sekarang apaan lagi yang udah bikin dia emosi?, aku ngelakuin kesalahan apa lagi?, aku bahkan sudah nggak pernah ke taman sialan itu lagi
"Ga ada yang mau ditambahin lagi nggak?" tanya kak Dimas ke kak Arga
Dia sudah selesai memberikan pengarahan, kak Arga maju selangkah kedepan, melihat kesemua anggota baru
"Tolong jaga diri kalian baik-baik disana, ingat selalu bersama-sama jika mau kemanapun, jangan ada yang jalan sendiri-sendiri, cek semua perlengkapan sebelum jalan"
Setelah beberapa saat diam, kak Arga melanjutkan lagi pembicaraannya sambil memandang tajam ke arahku dan kak Riko
"Dan gue nggak mau ya kalo ada yang curi-curi kesempatan untuk pacaran disana!"
Kudengar cekikikan kak Riko disebelahku setelah mendengar omongan kak Arga, apanya yang lucu sih kak? berani banget ngetawain omongannya ketos dingin itu
"Baik kak" jawab semua anggota baru serentak
Tanpa basa basi lagi kak Arga langsung keluar ruangan, menutup pintu keras-keras, dan disebelahku kak Riko malah tambah tertawa ngakak
"Apanya yang lucu dah?" tanyaku sambil melirik anggota yang lain, yang sekarang sedang melihat kearah kami
**********
Cewek ini masih tanya apanya yang lucu, masa dia nggak bisa liat Arga lagi cemburu hahaha, puas banget gue liat reaksi Arga barusan, dan masih belum sadar juga tuh orang kalo dia udah jatuh cinta sama Tatiana
Dan lagi cewek ini juga kenapa sih nggak ngaku aja kalo dia memang suka sama Arga, pake malu-malu segala ngakuinnya, tapi tanpa dia ngakupun gue udah tau dia suka sama Arga
Mereka berdua ini sudah sama-sama saling suka, yaa tinggal tunggu salah satunya aja yang bakal ngomong suka duluan
Tapi melihat sifat Arga dan Tatiana, sepertinya bakal butuh waktu selamanya buat mereka saling mengaku, harus ada campur tangan pihak lain nih
Gue tatap lagi cewek cantik disebelah gue, Tatiana... sayang Arga udah milih lo walaupun dia belum mengakuinya, kalo bukan karena Arga, gue pasti udah ngeluarin semua jurus andalan gue buat dapetinlo.
__ADS_1