Tak Bisa Ke Lain Hati

Tak Bisa Ke Lain Hati
Arga Cemburu Part-1


__ADS_3

Aku ikut dibarisan pengiring pengantin, aku dan kak Bima berada dibelakang mama dan papa, langkah kami pelan, mengikuti langkah pengantin yang berada dibarisan terdepan


Setelah serangkaian upacara adat selesai, akhirnya barisan bubar meninggalkan pengantin dan orangtua dari kedua belah pihak yang naik keatas pelaminan. Dilanjutkan dengan tari sambutan dari penari-penari profesional


"Hebat ya kak, piringnya gak jatuh" seruku ke kak Bima sambil terus melihat lenggak lenggok penari-penari didepanku ini


"Di lem kayanya" jawab kak Bima sambil celingak celinguk


"Nyari siapa sih?" tanyaku kepo


"Cari tempat duduk kita, laper kakak tadi nggak sempat sarapan"


Kak Bima langsung menarik tanganku ke arah kursi VIP, tempat makan keluarga yang terpisah dari tamu-tamu


Aku dan kak Bima duduk di meja terdepan, dari sini aku bisa melihat kesemua arah, ke pelaminan, ke tempat host dan musik, juga tamu-tamu yang sedang menikmati hidangan pesta ini


"Kak Bima jangan buru-buru nikah ya, nanti aku iseng dirumah" kataku manja, sambil mendekatkan kursiku ke kursinya, jadi aku bisa bersandar dipundak kak Bima sambil mainin kuku tanganku


"Alig, kakak masih semester tiga, mau ngempanin anak orang pake materi kuliah" jawab kak Arya santai, sambil makan zupa soup yang tadi diambilnya


Terdengar host memulai acara, dimulai dari kata sambutan dari keluarga mempelai wanita dan mempelai pria.


Setelah itu host mempersilahkan tamu-tamu yang disebutkan namanya naik ke pelaminan untuk berfoto dengan kedua mempelai


Kuperhatikan satu-satu tamu itu, tamu-tamu penting dari rekan bisnis papa, dan juga dari keluarga kak Inge, yang sekarang sudah jadi kakak iparku. Sampai sudah terpanggil semua dan acara berganti dengan musik pengiring pesta


"Ada request nih dari mempelai pria, untuk Tatiana diminta menyumbang satu lagu sebagai kado pengantin" kata host tiba-tiba, aku langsung pelototi kak Arya, dia dan kak Inge cuma nyengir-nyegir kuda


"Ayo maju sana" desak kak Bima


"Nggak ahh malu" jawabku


"Ngapain malu, suara kamu bagus, kalo jelek kak Arya gak bakal nyuruh kamu nyanyi, bikin rusak suasana pesta nanti hahaha" aku langsung nyubit pinggangnya


"Makanya maju sana, kalo malu sama orang lain, kamu liat kakak aja, anggap kakak kaca dikamar mandimu" ledeknya


Aku memang sering nyanyi-nyanyi didepan kaca kamar mandiku sambil ngeringin rambut, dan hair dryer sebagai mic nya hehe


Aku langsung maju, kubisikkan DJ lagu pilihanku dan dia mengangguk. Kualihkan pandanganku ke pelaminan, dari tempat musik ini kurang terlihat jelas pengantennya, jadi aku balik ngeliat kak Bima, yang sedang tersenyum mendukungku


Dan aku, mulai menyanyikan lagunya Anji yang berjudul DIA


Setelah selesai, kembali aku duduk disebelah kak Bima, langsung kupeluk dia dan ngumpetin mukaku didadanya


"Iihhh malu aku tuhh" erangku sambil ngentakin kakiku kelantai


Kak Bima langsung ketawa liat tingkahku, dia mengecup sayang ujung kepalaku

__ADS_1


"Awas yaa kalo kak Bima buru-buru nikah"


ancamku


"Kakak Nggak akan nikah sebelum kamu nikah, puas?"


Aku langsung menatapnya


"Janji" kataku sambil ngancungin jari kelingkingku


"Iya janji" balas kak Bima nyambut jari kelingkingku, kami pun langsung tertawa


"Kenapa sih kak Arya sama kak Inge gak tinggal bareng kita aja? aku bakalan kangen sama kak Arya"


"Paling kamu kangen ngusilin dia" ledek kak Bima sambil nyubit hidungku


"Yaudah kakak mau keliling dulu ya, tadi kayanya teman kakak udah datang"


"Teman apa teman..? yaudah sana"


Kak Bima langsung berlalu pergi, meninggalkanku dengan pikiran-pikiranku sendiri, aku teringat akan keseharian kak Arya dirumah, ingat waktu aku usilin dia, dan itu akan hilang dikeseharianku karena kak Arya dan istrinya akan menetap dirumah barunya


Iseng sendirian, aku langsung ikutin kak Bima, bukan cari temanku tapi cari makanan gubuk yang lebih menarik daripada di presmanan keluarga ini hehe


"Nay" panggil seseorang sambil menepuk pundakku


"Biasa, lagi beredar dari gubuk ke gubuk" jawabnya


"Pacar nggak dibawa nih?"


"Baru putus gue, gila posesif banget jadi cowok"


"Halaahh alesan, sebelumnya juga kamu mutusin cowok dengan alasan yang sama"


"Hehehe, eh btw tadi gue nemu cowok, gilaaa ganteng banget, tinggi, putih ihhh keren abis"


"Kak Bima?" ledekku


Karena dalam gambaranku itu sosok kak Bima, dan kak Arga, tapi nggak mungkin kan gunung es itu ada disini sekarang hehe


"Bukan gila lo, masa gue nggak ngenalin sepupu sendiri, ini lebih ganteng dari kak Bima, Lee Min Ho aja lewat"


"Masa? kasih tau aku yaa kalo kamu liat cowok itu lagi, aku mau ke toilet dulu bentar ya, jangan kemana-mana" kataku sambil balik badan ke arah toilet


Setelah merapikan baju, riasan dan rambutku, aku langsung keluar dari toilet, mau nyamperin Tita lagi.


Tapi baru selangkah keluar seseorang menarik tanganku dan memaksaku ikut dengannya

__ADS_1


Aku nggak tau siapa cowok tinggi ini karena cuma kelihatan belakang kepalanya saja, dia membuka pintu tangga darurat dan mendorongku masuk kedalam


Aku balik badan kesal kearah orang itu yang ternyata kak Arga, dengan stelan jas hitam dan rambutnya tersisir rapi dia berdiri disana, didepan pintu dengan muka marah, gunung es itu berubah jadi gunung merapi


"Cewek murahan lo!" tiba-tiba dia teriak ngatain aku


Kaget aku dengar makiannya, aku langsung natap tajam matanya


"Maksudnya apa nih?!" aku ikut teriak


"Bangga lo mesra-mesraan sama pacarlo tadi?" tanya dia dengan senyum sinisnya


Pacar? hei aku jomblo juga, siapa yang dia sangka pacar aku, kak Bima.. dia ngira kak Bima pacar aku?


Kalaupun benar kak Bima pacar aku, kenapa dia harus marah-marah? apa jangan-jangan....


"Kenapa, kamu cemburu?" pancingku sambil micingin kedua mataku


"Cih, cemburu apaan, hahaha udah gila lo, gue cuma nggak habis pikir aja sama cewek macamlo, apa cowoklo itu tau lo bilang cinta ke cowok lain dikelaslo? siapa namanya hmm iya sony"


Sony? kapan gue nembak sony? oh game sialan itu aku lupa ada kak Arga disana, jadi selama ini dia juga merhatiin aku?


Iya betul dia merhatiin aku, dia bahkan tersinggung waktu aku buang muka darinya, padahal dia nggak pernah seperti itu sama cewek lain kata kak Riko


Dan waktu pengenalan ekskul dia berantem sama kak Riko apa karena dia cemburu liat aku dekat sama kak Riko, seperti sekarang ini dia cemburu aku dekat sama kak Bima, dia nggak tau kak Bima kakakku


Cuma ada satu cara buat membuktikan semua dugaan aku. Sambil tersenyum lebar aku maju mendekati gunung es itu


"Yang kamu kira pacarku tadi, dia kakakku Bima, dan aku nggak pernah bilang cinta ke siapapun, yang disekolah itu cuma game, dan cuma kebetulan doang, gamenya pun kan kalian juga pengurus OSIS yang bikin" jelasku sambil terus natap matanya


Dia masih natap gue galak dengan nafas yang tidak teratur, tangannya masih terkepal disampingnya, udah aku jelasin aja masih galak gitu


"Dan asal kakak tau, aku tulis kata-kata itu sambil liat kakak, tau artinya apa? yang aku cintai itu kakak"


kataku sambil nunjuk-nunjuk dadanya dengan jari telunjukku


Gila gak sih, aku ngomong suka duluan,


ini sama aja aku nembak dia duluan dong?


tapi kalo nunggu gunung es itu yang ngomong duluan sih, sampe lebaran kuda juga nggak bakal ngomong dia


Kak Arga cuma diam melihatku, tatapannya udah nggak segalak tadi, sekarang malah keliatan shock, gantian aku yang natap dia galak, malu lah udah nyatain cinta tapi nggak direspon, boro-boro diterima, nolak juga nggak


"Minggir!" bentakku sambil dorong badannya yang ngalingin pintu, kututup pintu itu keras-keras


"Dasar gunung es sialan!!!" teriakku

__ADS_1


__ADS_2