
"Ga Tatiana ada ditaman baca lo, tadi gue antar kesana karena dia nggak enak badan" bisik Riko dikuping gue
Gue langsung pelototin dia
"Maksudlo apa ngajak Tatiana kesana?"
Riko cuma ngangkat bahu, terus balik badan ninggalin gue
"Mau kemana lo?"
"Ambil minum buat bidadari gue"
Sial!, bisa berduaan doang dia ditaman sama Tatiana, tanpa pikir panjang gue langsung kejar dia
"Udah gue aja!"
Gue ambil gelas ditangannya dan langsung jalan kearah taman, Riko ketawa dibelakang gue, sial!
Cewek itu lagi bersandar disofa putih gue, matanya menatap langit malam hari, bahkan gue buka pintu aja dia nggak sadar, sambil senderan dipintu yang tertutup tanaman ini gue perhatiin dia
Tadi gue sempat kaget liat Tatiana dipesta nyokap gue, dengan longdress warna softpink dia jalan dengan anggunnya ke arah kolam, ke area pesta, sambil menggandeng cowok disebelahnya, aku tau itu kakaknya yang pernah sempat membuat gue cemburu
Rupanya Tatiana sudah sadar dengan kehadiran gue, sekarang dia tersenyum manis ke gue
Akhirnya... senyum manisnya itu ditujukan juga ke gue
Sambil menenangkan diri gue samperin dia yang masih terus natap gue sambil tersenyum, dia masih juga tersenyum saat gue udah tepat didepannya, nggak ada sepatah katapun, berkedip junga nggak
Ini anak kesambet atau gimana sih?
"Eheeemmm...!" gue berdeham keras
Dia masih terus tersenyum mandang gue, lagi halu kayanya nih cewek
"Ngapainlo disini?!" teriak gue biar dia sadar
Tatiana langsung mengerjapkan matanya kaget dan refleks berdiri tanpa perhitungan, jelas-jelas gue tepat didepan tempat duduknya, dia main diri aja.. jadilah dia nubruk badan gue dan jatuh terduduk lagi
"Ka....kak Arga..." sapanya sambil tergagap
Tatiana menggeser posisi duduknya, setelah cukup jauh dari gue dia kembali berdiri, melihat kearah belakang gue seperti mencari-cari seseorang
"Riko nggak bakal kesini, dia udah pulang"
Gue taro gelas yang gue bawa tadi dimeja, gue silangkan kedua tangan gue didepan dada sambil ngeliat reaksi dia tau Riko udah pulang
"Bu..bukan kak Riko, ta.. tapi pacarnya kak Arga"
"Pacar...?!"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan gue dia seperti mendapat kekuatan besar, dia langsung natap gue tajam, dia maju selangkah sambil micingin kedua matanya
"Iya cewek cantik berbaju merah tadi, yang rambutnya sebahu dan berponi itu!"
Cewek baju merah? berponi? Ajeng....?
Gue langsung ketawa ngakak begitu bayangan yang digambarkan Tatiana melintas dipikiran gue, itu kan Ajeng adik gue
Melihat gue ketawa ngakak Tatiana malah tambah cemberut, dia langsung bergegas ninggalin gue tapi gue tahan tangannya
"Apaan sih.. ntar kalo cewek kak Arga masuk kesini gimana? nanti dia cemburu lagi kak Arga berduaan sama cewek lain disini" gerutunya sambil nepis tangan gue
"Selain keluarga gue, nggak ada yang bisa masuk kesini, nggak ada yang tau ada pintu masuk disana"
"Ma.. maksudnya...? tadi kak Riko bisa"
"Ini rumah kedua buat Riko, orang nggak tau malu itu memang sering datang kesini"
"Kalo kak Riko aja bisa, berarti cewek kak Arga juga bisa" katanya sambil mengangkat dagu seperti nantangin gue
"Cewek luar yang pernah masuk kesini baru lo doang"
Dia kembali melototin gue, nggak percaya sama omongan gue, dan dagunya masih terangkat nantangin penjelasan gue.
wah... wah... wah... ada yang lagi cemburu nih... sikap Tatiana yang seperti ini malah terlihat lebih menggemaskan
"Lo cemburu?" tanya gue sambil maju deketin dia
Tatiana terus mundur kebelakang sampai badannya mentok dikaca, gue langsung kungkung dia dengan kedua tangan gue disampingnya, dia langsung gelagapan, berusaha keluar dari kungkungan gue
"Bilang aja kalo cemburu... nggak usah malu-malu" goda gue sambil nahan dagunya supaya dia fokus ngeliat gue
"Cih, kaya nggak ada cowok lain aja"
Dia masih mengelak sambil buang muka, gue arahin lagi mukanya ke gue, gue tatap matanya dalam-dalam, mata yang terlihat seperti ada api yang membara didalamnya, mata yang terbakar api cemburu
Ada dorongan kuat dalam diri gue buat cium Tatiana, buat klaim bahwa dia milik gue, milik gue yang nggak akan pernah gue mau berbagi sama yang lain
Dan tanpa bisa gue cegah, bibir gue udah mendarat manis dibibir lembutnya, memaksa bibirnya terbuka buat gue, dan bibirnya pun terbuka tapi bukan untuk nyambut gue, tapi buat gigit bibir gue, sial! berdarah bibir gue
"Berengsek lo!" teriaknya sambil dorong gue
Tatiana langsung lari ngindarin gue, dia langsung mencari pintu keluar dari taman ini, sekilas semua memang sama rata, kenop pintu tersembunyi dibalik tumpukan daun dolar rambat itu. Sambil ngelap darah dibibir, gue jalan mendekati dia.
Mendengar langkah kaki gue mendekat, Tatiana langsung balik badan bersender di tanaman itu, dan menghapus airmata yang mengalir dipipinya
Seperti ada yang nikam hati gue dengan pisau melihat Tatiana seperti itu, berasa sakit hati gue, dan penyesalan yang datang belakangan, bahwa gue lah penyebab dia nangis
Tatiana semakin panik melihat tangan gue yang gue arahin ke samping kiri badannya, gue tekan kenop pintu
__ADS_1
Klik! pintu terbuka, dan sempat-sempatnya dia nendang tulang kering kaki gue dulu sebelum lari ninggalin gue
Gue masih terpaku didepan pintu, bahkan tendangan Tatiana tadi juga nggak berasa saking kagetnya gue sama tindakan memalukan gue tadi
Kenapa gue cium dia sih? itu ciuman pertama gue, kenapa nggak ada manis-manisnya banget, malah gue lakuin secara paksa, gue harus minta maaf sama Tatiana
**********
"Kak mama mana?" tanyaku ke kak Bima
Kak Bima lagi asik ngeliat pertunjukan musik di panggung, pertunjukan yang tidak bisa aku nikmatin lagi
"Hmmm tadi sih disebelah sana, kenapa?
Kak Bima memandangku lekat-lekat, aku nundukin kepala tidak mau kak Bima melihat mata sembabku
"Aku nggak enak badan, tamu bulanan tiba-tiba datang"
"Kamu bawa hmmmm..." kak Bima nggak berani ngelanjutin pertanyaannya
"Iya bawa"
"Nah tuh mama lagi sama temannya, kuy ksana"
Aku dan kak Bima menghampiri mama yang sedang ngobrol sambil tertawa sama tante Liza, kulihat kak Arga juga sedang berjalan kearah mereka, inginku putar arah tapi takut kak Bima banyak tanya
"Hai sudah selesai kelilingnya? Arga mana?" tanya tante Liza
"Itu tan"
Aku nunjuk kearah belakang tante Liza, dan dia langsung nengok, langsung narik kak Arga kesampingnya
"Arga tante Siska tadi tanya mama kamu ikut acara hiking nggak? setau mama kamu kan juga ikut club pecinta alam ya.. jadi kamu pasti ikut kan?"
Arga tidak menjawab, dia masih terus mandangin aku, membuatku semakin salah tingkah, mukaku sekarang pasti udah semerah udang rebus
"Arga...!" tante Liza nyubit pinggang kak Arga
"Eh iya ma.. Arga ikut" jawabnya sambil ngusap-ngusap pinggangnya yang dicubit tante Liza tadi
Arga lanjut natap aku, kak Bima langsung menaruh tangannya dipundakku, merangkulku
"Oh yasudah kalo ada Arga tante jadi tenang sekarang, tante titip jagain Nay yaa" kata mama
Heiii ma... laki-laki itu sudah mencuri ciuman pertamaku!! dan mama malah nitip aku ke dia..??
"Iya tante" jawab kak Arga
Aku lirik lagi kak Arga, dia masih menatapku, ada sedikit senyum dibibirnya yang sedikit luka itu.
__ADS_1
Mengingat akulah penyebab luka itu membuat aku tertunduk malu mengingat kejadian tadi, perutku seperti ada ribuan kupu-kupu yang menari-nari, jantungku berdetak semakin cepat, dan aku yakin mukaku sekarang lebih merah lagi
Harusnya aku marah sama dia, tapi aku malah merasa panas, berantakan, dan benar-benar kacau.