Tak Bisa Ke Lain Hati

Tak Bisa Ke Lain Hati
Pertama Kali Pulang Bareng


__ADS_3

Secepat itu gosip beredar, kali ini tentang aku dan kak Arga yang berpacaran. Disepanjang jalan menuju parkiran motor aku menjadi pusat perhatian, dari cewek-cewek yang menatap sinis, dan tatapan sedih dari cowok-cowok yang suka padaku.


Dan konyolnya, ada yang bilang hari ini adalah hari patah hati satu sekolah hadeehh...


Tadinya aku berniat langsung kabur pas bel sekolah berbunyi, sayangnya aku keburu baca chat dari kak Arga


"Gue tunggu di parkiran motor, dalam 10 menit lo gak sampai, gue sendiri yang bakal samperinlo ke kelas"


Begitulah isi chat nya tadi. Kesal udah pasti, marah apalagi begitu aku baca chatnya yang seperti mengancam itu. Tapi diatas semuanya, jauh dilubuk hatiku... aku senang membacanya, senang bahwa sekarang kak Arga sudah merhatiin aku, dan mungkin sedikit suka padaku..


Tak terasa aku sudah sampai di parkiran motor, kulihat kak Arga sudah duduk diatas motor sportnya.


Sambil tersenyum manis dia memberikan helm padaku, Helm yang sangat bagus dan terlihat baru


"Sengaja gue beli buat lo" katanya seperti bisa membaca pikiranku


Aku langsung tersenyum tak percaya


"Awas.. nanti aku bisa berpikiran kalau kak Arga suka sama aku" ledekku sambil memakai helm itu ke kepalaku


"Mungkin" balas kak Arga sambil naikin kedua bahunya


Hah...?!! mana mungkin!


Seruku dalam hati. Aku langsung nangkring di jok belakangnya, memposisikan dudukku senyaman mungkin


"Kalau mau nyaman boleh pegangan ke gue"


"Iya kak"


Setelah gue pegangan ke jaketnya, kak Arga langsung tancap gas, keluar dari gerbang sekolah.


Tapi baru berapa meter jalan dia minggir dan berhenti, dia turun dari motornya


"Kenapa?" tanyaku


Kak Arga mencopot jaketnya dan menyerahkannya padaku


"Nih pakai, nanti masuk angin lagi"


"Gausah kak, aku gapapa kok tenang aja... sebelumnya juga gak pake jaket kan.." kataku merujuk ke saat pertama kalinya aku jalan sama dia


"Ambil, atau gue yang pakein"


Mau tidak mau aku ambil dan pakai jaketnya, masih terasa hangat jaketnya dan wangi. Agak kebesaran dibadanku tapi aku nyaman sekali memakainya.


Kak Arga kembali naik dan melajukan motornya.


Karena tidak ada jaket, aku jadi pegangan ke seragam sekolah kak Arga.


Setelah beberapa kali memberi arah ke kak Arga.. akhirnya aku sampai juga didepan rumahku. Aku turun dari motornya dan membuka helmku


"Mau mampir kak?" tanyaku basa basi sambil mengembalikan helm ke kak Arga


"Hmm lain kali aja" jawabnya sambil tersenyum

__ADS_1


Kenapa jadi sering senyum begini sih dia sekarang, aku gak kuat liatnya...


Aku membuka jaket yang tadi kupakai dengan enggan, dan sekarang aku melepasnya juga dengan enggan, aku masih mau merasakan kehangatan kak Arga di jaket itu. Dengan berat hati, ku kembalikan jaket kulit itu ke kak Arga


"Makasih yaa.."


"Besok mau dijemput jam berapa?" tanyanya sambil memakai kembali jaketnya


"Hah...?!"


"Mulai besok gue anter jemput lo boleh kan?"


Apa..? gue gak salah dengar kan?


"Boleh gak?" tanya kak Arga lagi sambil menyentil jidatku dengan jari telunjuknya


"Iya.." jawabku sambil cemberut dan mengelus jidatku


Tidak terasa sakit sih, cuma drama aja aku hehe


"Yasudah sampai besok ya.. salam buat tante Siska" katanya sambil menghidupkan kembali mesin motornya


Aku mengangguk dan dia langsung melajukan kembali motornya, menerobos padatnya jalanan ibukota.


Pak Joko membuka kan pagar untukku, setelah melempar senyum terima kasihku padanya aku masuk, dan berjalan ke kamarku dengan hati berbunga-bunga


Apakah ini tandanya kak Arga juga menyukaiku..? kalau gak kenapa dia mau repot-repot antar dan jemput aku... Aku senyum-senyum sendiri, tau bahwa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan


Kujatuhkan badanku ke atas kasur sesampainya di kamar, kupandangi langit-langit kamarku yang sekarang terlihat jauh lebih indah, apa karena aku sedang berbunga-bunga ya..? jadi semuanya terlihat lebih indah


Pintu kamar terbuka, sambil berdecak mama masuk


Aku duduk dan membuka kaos kakiku, kemudian kekamar mandi sebelum mama mengoceh panjang lebar lagi hehe


selesai mandi kurebahkan badanku kekasur sambil memegang hp, aku buka aplikasi chat salah satunya dari kak Arga, sambil senyum lebar aku klik namanya


Arga : "Gue udah sampai"


Aku : "Syukurlah"


Selesai mengetik langsung ku peluk hp ku.. ini seperti mimpi.. mendapatkan gunung es itu yang sudah mulai perhatian padaku.


Ting! bunyi hpku lagi, kuangkat dan kulihat notifnya


kak Arga membalas chatku lagi


Arga : "Besok mau dijemput jam berapa?"


Aku : "Jam 6 kak"


Jarak dari rumah ke sekolahku tidak terlalu jauh, jadi jam 6 kurasa tidak terlalu pagi dan juga tidak akan kesiangan sampai di sekolah, apalagi dengan motor


Arga : "Please jangan panggil kak"


Aku : "Hah..?!"

__ADS_1


Arga : "Serius"


Aku : "Baik kak eh Ga"


Arga : "Besok jangan lupa bawa jaket"


Aku : "Helm juga kak?"


Arga : "Kak?"


Aku : "Ga.. *kasih emot nyengir"


Arga : "Helm kan udah gue beliin, yang tadi lo pake...


gak suka yaa..?


Aku : "Suka kok kak.. bagus"


Arga : "Ok sampai jumpa besok pagi"


Aku : "Sipp"


Haaahhh... rasanya aku seperti melayang-layang ke langit ke tujuh, tidak ada yang bisa mengukur betapa bahagianya aku saat ini, kupeluk kembali hp ku dengan senyum lebar di bibir. Seperti ada sesuatu yang ingin melonjak keluar dari dadaku..


Saking bahagianya aku ingin teriak-teriak dan mencium semua orang hehe


Tuuutt.. bunyi nada panggil dari hpku, huh mengganggu saja, kulihat panggilan video call dari group ku, Ahh, pasti mereka pada kepo


Dengan segera aku klik tombol join


"Tatiana...." teriak Icha dan si kembar berbarengan


"Hai sistaaa...." sapaku ke mereka


"Cieee pulang bareng nih yeee..." ledek Icha


"Lo tau bisik-bisik curut penggemar kak Arga...? mereka pikir kak Arga buta karena lebih milih lo daripada mereka hahaha..." kata Vava


"Begitu juga dari penggemar lo Na... mereka kasian samalo karena milih cowok sedingin vampir itu buat jadi pacarlo haha.." lanjut Vivi


Aku cuma tertawa lebar mendengar ocehan-ocehan mereka, tapi aku perlu meluruskan sesuatu


"Aku tuh belum pacaran sama kak Arga.. mungkin masih pdkt"


"Sudah atau belum gak penting lagi sekarang.. gosip sudah terlanjur beredar sayangkuu..." ujar Icha


"Romantis banget sihhh... dari satu ciuman jadi pacaran..."


Karena Vivi membahas tentang ciuman itu, mukaku kembali memerah


"Tidak bisa dibilang ciuman kalau cuma dari satu pihak" elakku sambil menjulurkan lidah ke mereka


"Gaes liat Tiana, dia bilang cuma dari satu pihak, tapi mukanya sekarang udah kaya udang rebus" ledek Icha disambut tawa ngakak yang lainnya, aku langsung cemberut


"Malu-malu kucing dia.. hahaha"

__ADS_1


"Udah ngeledeknya..? aku matiin nihh..." ancamku kesal tapi sambil tertawa.. aneh kan?


Mereka memang selalu ada untuk ku.. sahabat-sahabatku


__ADS_2