
Aku sedang jalan menuju kelasku, ketika terdengar seseorang memanggilku
"Tatiana" teriaknya, aku langsung berhenti dan nengok ke arah suara itu yang ternyata pak Teguh, wakil kepala sekolah
"Iya pak"
"Kamu keruangan bapak ya" katanya
"Sekarang pak?" tanyaku
"Besok, ya sekarang lah" jawab pak Teguh sambil jalan mendahuluiku, baru berapa langkah dia sudah berbalik lagi ke arahku
"Ohiya, kamu panggil Arga dulu sana, bapak mau bicara sama kalian berdua"
"Arga... ketua osis pak?" tanyaku lagi, cuma mau memastikan aja, takut salah orang
"Memang ada Arga yang lain?, cuma ada satu nama Arga disini" jawabnya galak, yee kan cuma mastiin doang pak hehe
"Yaudah aku panggil kak Arga sekarang ya pak, tadi sih dia ada dikantin"
"Yasudah sana, bapak tunggu diruangan bapak"
"Baik pak"
Aku langsung balik badan ke arah kantin sambil bertanya-tanya ada apa ya? kenapa aku sama kak Arga dipanggil keruangan wakepsek?
sesampainya dikantin kulihat tempat yang kududuki sama kak Arga dan kak Riko tadi sudah kosong
Aduuhh aku nggak punya no nya kak Arga lagi, ohiya tanya kak Riko aja kali yaa.. kan mereka biasanya selalu bersama.
"Kak Riko" chat ku lama tidak dibalas, aku langsung telpon dia, setelah berdering empat kali telponpun terangkat
"Yoo Tiana, baru pisah udah kangen hehe" candanya
"Kak Riko lagi sama kak Arga nggak sekarang?" tanyaku mengabaikan candaannya
"Yah malah nanyain Arga, kirain telpon karena kangen sama kakak"
"Iihh kak Riko serius, ada kak Arga nggak? aku mau bicara"
"Tadi hadap-hadapan dikantin gak bicara, giliran udah pisah baru mau bicara, ada apa ayooo"
"Iihh apaan sih kak, Aku sama kak Arga disuruh keruangan pak Teguh sekarang, udah deh kasih hpnya ke kak Arga" jelasku, biar kak Riko berhenti bercanda dan langsung kasih hpnya ke kak Arga
__ADS_1
"Kok bisa kalian berdua dipanggil pak Teguh? kalian berdua nakal ya?"
"Kak Rikoooo"
"Hahaha... Arga tadi jalan duluan ninggalin kakak dikantin, kirain mau nyusul kamu, kalau kamu sekarang nyari Arga, berarti kemana dong dia, nggak mungkin diculik gendoruwo kan? Eh gendoruwo juga bakalan takut kali nyulik dia hehe" candanya lagi
"Hmm yaudah kalo gitu" kataku sambil matiin sambungan telponnya
Kalo lagi nggak sama kak Riko, berarti ada dimana sekarang kak Arga, apa ditaman kemaren ya?
Yaudah coba cek dulu deh
Aku langsung menuju taman, sengaja lewatin lapangan sekalian lihat stand-stand ekskulnya kak Arga, siapa tau ada kak Arga disalah satu stand itu, ternyata Nggak ada juga.
Sesampainya ditaman, aku lihat kak Arga di gazebo, sepertinya pas lagi baca dia ketiduran, buku yang tadi dia baca dikantin terbuka dengan bagian sampul diatas nutupin mukanya, kedua kakinya menjuntai kebawah
Aku langsung samperin dia, kupanggil namanya sambil menepuk kakinya, supaya dia bangun
"Huuwaaaaaa" teriakku ketika kak Arga menarikku dan mengungkung ku dibawah tubuhnya, aku berontak melepaskan diri darinya tapi kalah tenaga
Aku panik, kak Arga seperti kesetanan. Dia tanya siapa aku, seperti belum pernah kenal saja.
Aku ingat yang diajarin kakakku dalam situasi terjepit seperti ini, kutendang selangkangannya dengan lututku dan dia pun menjerit kesakitan, aku langsung keluar dari kungkungannya dan mendorong badannya sampai jatuh terlentang ditempatku tadi.
"Ma... maaf kak Arga" aku minta maaf, walaupun bukan aku yang salah, tapi melihat dia mengerang kesakitan seperti itu, aku jadi nggak tega
Bukannya maafin aku, dia malah natap galak ke aku, dia yang salah kenapa dia yang marah?, jelas-jelas tadi dia yang mau nyakitin aku
"Ngapain sih lo kesini!!!" teriaknya, aku yang terkaget karena mendengar teriakannya langsung mundur selangkah, dia kenapa sih?
"Pak...pak Teguh minta kita keruangannya"
Aku berusaha menjelaskan sambil nahan gemetaran diseluruh badanku, baru kali ini aku merasakan takut seperti ini, dan dia masih melototin aku
"Yyaaa.. yaudah a.. aku duluan ya" kataku langsung lari ninggalin kak Arga
Kupaksakan jalan walau kakiku masih gemetaran, masih nggak habis fikir, kenapa kak Arga bisa semarah itu, apa karena aku ganggu tidurnya? mengingat kejadian tadi membuatku langsung begidik.
"Arganya mana?" tanya pak Teguh ketika aku sampai diruangannya
"Nanti nyusul pak" jawabku sambil duduk dikursi depan pak Teguh
"Yasudah nanti setelah Arga datang, baru bapak jelasin ya, biar bapak tidak dua kali ngomong"
__ADS_1
"Iya pak"
Tanganku masih gemetaran, tak tau bicara apa lagi pak Teguh selama kami nunggu kak Arga, aku sibuk nenangin diri. Sampai akhirnya ada yang mengetuk pintu
"Masuk" seru pak Teguh
Kak Arga masuk dan langsung duduk disebelahku, reflek badanku menjauhinya, masih trauma dengan kejadian tadi
"Ada apa pak?" tanyanya, suaranya tidak seseram ditaman tadi
"Begini Arga, Tatiana, besok di SMA Tunas ada pameran IPTEK, dan sekolah kita diundang untuk menghadirinya. Jadi bapak mau besok kalian berdua yang mewakili sekolah ya" jelas pak Teguh
Kak Arga langsung melirikku
"Kenapa harus saya pak? nggak bisa yang lain?"
"Ketua OSIS disini siapa? Tatiana karena dia murid baru dengan NEM tertinggi disini, makanya bapak mau kalian yang datang besok" terang pak Teguh, kak Arga cuma diam menghembuskan nafas kesalnya
"Yasudah kalian boleh keluar sekarang, ingat besok absen dulu dikelas, baru kalian berangkat bareng dari sini"
"Baik pak, aku permisi dulu" kataku sambil berlalu pergi meninggalkan kak Arga yang masih duduk malas diruangan pak Teguh
Fyuuhh aku menarik nafas lega dibalik pintu, terasa berhenti nafasku saat duduk disebelah kak Arga tadi.
Baru saja aku mau melangkah pergi ketika pintu itu terbuka lagi, dan kak Arga menutup kembali pintu itu sambil menatap tajam ke arahku.
Melihat tatapannya aku kembali begidik, aku langsung balik badan berniat untuk menghindarinya, belum sempat jalan kak Arga sudah menarik tanganku sehingga sekarang aku kembali berhadapan dengannya.
Tanpa basa basi lagi dia narik paksa aku sampai depan gudang kosong disudut sekolah. Mendorongku ketembok dan mengungkungku dengan kedua tangannya
"Jangan pernah datang ke taman itu lagi!!" gertaknya dengan suara dalam, bulu kudukku langsung naik, merinding dengarnya
"I.. iya kak ma... maaf" jawabku, tak terasa sampai menetes air mataku saking takutnya
"Sial!!" suntuk kak Arga, sambil berlalu meninggalkanku
Aku langsung terduduk lemas, memeluk kedua lututku sambil terisak. Teringat kembali kejadian ditaman tadi, saat kak Arga mengungkungku dan saat kak Arga teriak marah padaku.
Aku menyesali semuanya...
Aku menyesali saat-saat bertemu kak Arga
Aku menyesali kejadian di taman tadi
__ADS_1
Dan, aku menyesal sudah jatuh cinta padanya