Tak Bisa Ke Lain Hati

Tak Bisa Ke Lain Hati
Istirahat Kedua


__ADS_3

Gue masih shock jadi ga ngejar Tatiana sewaktu dia kabur tadi, pinter juga dia manfaatin peluang saat gue lengah dan dorong gue sampai jatuh, heran gue dia punya tenaga sebesar itu dibadannya yang kecil.


Gue susul dia ke kantin tapi gak ada, hanya ada teman-temannya yang sedang makan sambil bersenda gurau, gue langsung samperin mereka


"Mana Tatiana...?" tanya gue ke Icha


Gue kenal dia karena dia juga ikut masuk ke club PA, Icha bengong sebentar sebelum akhirnya menjawab pertanyaan gue


"Dikelas kak"


Setelah mendengar jawabannya gue langsung balik arah ke kelas Tatiana dilantai 2, terdengar suara Riko yang manggil-manggil gue, tapi gue cuekin.


Dikelasnya.. gue liat Tatiana sedang menyandarkan kepalanya diatas meja, hanya rambutnya saja yang terlihat


Jangan-jangan dia lagi nagis...


batin gue dalam hati.. pelan-pelan gue samperin dia, dan duduk di mejanya


"Ehem..." dia diam


"Ehheem.." masih tetap diam


"Eehheeemm...!" kutinggikan volume suaranya dan berhasil narik perhatian dia


Sambil menunduk dia bersandar dibangkunya, poni nya berantakan di dahinya, tangan gue gatal kepengen rapihin poninya itu, gemes gue liatnya.


Pelan-pelan dia dongakkan kepalanya, mata sendunya menatap gue, bibirnya cemberut


"Apa lagi...?" tanyanya


Gue tertawa lebar.. dia membalikkan pertanyaan gue di taman tadi, benar-benar cewek yang menarik.


Gue terus natap dia sambil mengerahkan senyuman terbaik gue, ada perasaan bangga dalam diri gue begitu tau itu adalah ciuman pertamanya, rasanya penting buat gue kalau belum ada yang pernah menciumnya, dan gue adalah orang pertama buat dia, dan jadi satu-satunya, gue akan pastikan itu.


Apa dia tau... itu juga ciuman pertama gue...


Gue gak pernah menyesal memberikannya ke Tatiana walaupun secara paksa.. dan gue yakin tidak akan mau mencium cewek lain selain dia.


Dan dia masih berpikir kalau Ajeng itu pacar gue...


Tatiana menjadi semakin salah tingkah, disisi lain gue malah menikmati kecanggungannya itu. Dia terus mengalihkan perhatiannya dari gue, dan mukanya semerah udang rebus


"Tatiana.." teriak beberapa orang bersamaan


Dan tatapan memelas Tatiana diarahkan ke mereka, mungkin dia berharap mereka bisa melepaskannya dari kecanggungan ini, gue alihin mata gue ke pendatang itu yang ternyata teman-teman dekatnya, dan tersenyum ke mereka, ok kali ini gue menyerah.


Masih tersenyum gue alihin mata gue ke Tatiana dan mendekatinya


"Nanti pulang bareng ya.." bisik gue ditelinganya


Gue turun dari mejanya dan jalan keluar kelas, terdengar bisik-bisik siswa lain dan seperti biasanya gue gak perduli.

__ADS_1


Dan sekarang... istirahat kedua, gue lihat Tatiana sudah kembali ceria, tertawa dan bercanda dengan teman-temannya, dan itu bikin gue iri...


"Yah kasian dicuekin" bisik Riko disebelah gue


"Siapa yang nyuekein?" gue balik nanya


"Daritadi gue liat lo curi-curi pandang terus ke Tatiana, tapi gak sekalipun dia balik mandang lo hehe"


Gue juga tau dia gak balas liat gue tanpa lo kasih tau, padahal gue sengaja duduk disini biar bisa lihat dan dilihat dia, tapi dianya lebih asik sama teman-temannya itu


Suntuk gue dalam hati, iyalah malu gue kalo ngomong terus terang ke Riko


"Mas lo udah atur pembagian anak-anak buat hiking besok?" tanya gue ke Dimas yang duduk didepan gue


Gue sengaja ngalihin pembicaraan gue sama Riko, itung-itung nyelamatin harga diri gue lah


"Udah beres" jawab Dimas sambil ngunyah makanannya


"Tatiana sama siapa?"


Untuk keamanan bersama, 1 cewek dikawal 3 cowok, dan gue mau tau siapa yang bakal ngawal Tatiana, dan gue harus memastikan gue salah satunya


"Gue, Riko sama Babam"


Hmm modus.., gue tau lo juga lagi ngincer Tatiana


"Lo ngawal yang lain aja.., gue gantiin lo ngawal Tatiana"


"Lo udah ngawal Indah" katanya sambil kembali masukin makanan ke mulutnya


Gue pelototin dia, tapi dianya lagi asik natap piring makanannya


"Ganti! lo aja yang ngawal Indah..., gue mau ngawal pacar gue!"


Kali ini ada dua orang yang tersedak, Dimas dan Riko. Mereka berdua terbatuk-batuk karena makanannya nyaris masuk ke jalur yang salah. Dengan sebelah alis terangkat gue tatap sinis keduanya. Dimas menegak habis minumannya, dia mau bicara tapi suaranya gak jelas


Dimas beranjak dari meja ke warung mang Dadang, dia ambil air mineral disana dan kembali duduk di depan gue, setengah botol dia habiskan air itu sebelum akhirnya pindah ke tangan Riko dan ditegak habis sama Riko.


"Jangan bercanda lo!" seru Dimas setelah menemukan kembali suaranya, Riko masih terbatuk-batuk kecil disamping gue


Gue cuma natap dingin Dimas, berharap dia temukan keseriusan di muka gue


"Sial!!" gerutunya sambil menggeprak meja pelan


"Kapan lo nembak dia?" tanya Riko tak percaya


Sambil tersenyum penuh kemenangan, gue alihin mata gue dari Dimas ke Riko


"Kepo" jawab gue sambil ninggalin mereka dengan pikirannya masing-masing


Gue samperin Tatiana, terlihat dia terkejut melihat gue jalan ke arahnya

__ADS_1


"Jangan lupa, gue tunggu diparkiran" bisik gue ditelinganya dia tersentak kaget


Gue elus-elus sayang puncak kepalanya, sebelum meninggalkannya, sedikit ngelirik ke arah Riko dan Dimas yang ternganga kaget melihatnya. Kembali gue tersenyum penuh kemenangan.


**********


"Dia ngeliatinlo Tiana..." bisik Icha di telingaku


Aku tau siapa yang dia maksud, pasti kak Arga.. dan aku belum berani menatapnya, jadi aku hanya menatap piring makanku dan teman-temanku ini


"Siapa..?" tanya Vava


Vava dan Vivi siap nengok ke arah belakang mereka tapi keburu kularang. Memang yang menghadap ke kak Arga hanya Aku dan Icha, jadi mereka tidak tau siapa yang dimaksud Icha


"Jangan nengok please..." pintaku ke meraka


"Makanya siapa...? kepo gue ini" tanya Vivi penasaran, disambut anggukan Vava


"Kak Arga.." jawab Icha


"Oohhh..." jawab si kembar bersamaan


Mereka langsung senyum-senyum ke arahku


"Kenapa?" tanyaku bete


"Jadi nih kayanya pulang bareng"


"Siapa yang mau...? tadi kan gue belum bilang setuju" elak gue disusul tawa Icha dan si kembar


"Malu-malu kucing dia" ledek Icha, aku langsung mencubit pinggangnya


"Aww sakit...!, dia niat banget ihh kalo nyubit" gerutu Icha, aku langsung tersenyum melihatnya seperti itu


"Gemes gue sama lo" kali ini gue cubit kedua pipinya


"Ahh gila sihh... gue bukan kak Arga.." ledeknya sambil mengelus kedua pipinya


"Apaan sih..? beda kelamin juga" balas gue disusul tawa Vava dan Vivi


"Dia kesini" kata Icha sambil menyenggol-nyenggol pinggangku dengan tangannya


Mataku langsung bertemu mata kak Arga, benar dia sedang jalan ke arahku, kembali salah tingkah aku dibuatnya. Dia berdiri dibelakangku dan mendekatkan kepalanya disamping telingaku


"Jangan lupa, gue tunggu diparkiran" bisiknya lembut


Aku tersentak kaget, ternyata dia serius dengan ajakannya tadi, dan yang membuatku lebih kaget lagi, dia mengelus kepalaku sebelum pergi..


Dan aku mendapatkan tatapan kagum dari Icha dan si kembar


"Pajak jadian....!!" seru mereka bersamaan

__ADS_1


__ADS_2