Tak Bisa Ke Lain Hati

Tak Bisa Ke Lain Hati
Pagi Yang Canggung


__ADS_3

Gue baru saja parkirin motor gue ketika tiba-tiba Riko menepuk punggung gue, udah kaya hantu aja dia tiba-tiba ada dibelakang gue


"Woii bro... gimana...gimana...?!" tanyanya sambil merangkul pundak gue, gue tepis tangannya


"Gimana apanya...?" gue balik nanya


Gue tau maksud dia, tapi lebih baik diam aja lahh, gak guna juga kasih tau dia. Setelah gue taro helm gue di spion kanan motor, gue langsung jalan ninggalin dia tapi sialnya dia ngejar dan kembali rangkul gue


"Ayolahhh... berbagi cerita lah dikit" bujuknya


Gue berusaha lepasin tangan Riko dari pundak gue, dan sambil ketawa gak jelas dia malah ngerangkul leher gue


"Cerita gak.."


"Paan sih...!! lepasin tanganlo ahh jijik gue..!"


Riko tiba-tiba berhenti membuat gue nyaris kesandung kakinya, gue pelototin dia tapi dia malah nyengir.. bukan ke gue tapi ke Tatiana yang baru aja melewati pagar sekolah


"Pagi Tatiana..." sapa Riko sambil ngedipin sebelah matanya


"Pagi juga kak Riko... " balasnya


Tatiana melihat gue mukanya langsung bersemu merah... dia langsung nundukin kepalanya dan kabur dari gue dan Riko


"Laahh tuh bocah ngapa yaakk..?"


Riko ternganga ngeliat kelakuan Tatiana, dia beralih merhatiin gue sekarang. Siall kenapa muka gue jadi panas begini sihh


Riko langsung tertawa terbahak-bahak, gue pelototin dia


"Mukalo Ga... hahahaha... mukalo malah lebih merah dari muka dia...hahahaha"


"Suwee lo...!"


Malas ngeladenin Riko lagi, gue tinggalin dia yang masih terus ngakak sambil megangin perutnya


Sampai dikelaspun masih usil juga dia, duduk diatas meja gue sambil nyengir kuda


"Gimana bro rasanya?"


"kepo"


"Beuhh pelit beut dah..."


Gue lebih milih ngeluarin buku pelajaran gue dari dalam tas, mending gue baca, daripada jawab pertanyaan dia.


Merasa gue cuekin Riko turun dari meja gue


"Gue tanya Tatiana aja ahh, ada apa dengan luka di bibir Arga" ledeknya sambil jalan kearah pintu kelas

__ADS_1


Gue reflek diri sampai bangku yang gue dudukin terjungkal kebelakang, gak perduli gue langsung lari ngejar Riko


"Lo mau mati yaa..?!!" ancam gue sambil narik tangannya


"Iihh abang gans marah.. atuutt..." balas Riko pura-pura gigitin kuku tangannya


"Gak lucu!"


"Siapa juga yang ngelucu, gue bukan pelawak"


"Mana hp lo...?" tanya gue sambil ngulurin tangan


"Kenapa emangnya..?"


"Udah mana sini buruan..."


Riko ngeluarin hpnya dari saku celana dan langsung diletakin ke tangan gue. Butuh sidik jari buat buka hpnya. Gue tarik jempol tangan Riko, gue tekan ke tombol sidik jari di layar hpnya


"Wah pemaksaan nih..., perasaan guru razia hp aja gak sampai kaya begini.." protes Riko


Mengabaikan protesnya, gue buka contact hpnya, gue search nama bidadariku trus gue edit, ganti nama nya jadi Tatiana


"Awaslo ganti lagi...!!" ancam gue sambil balikin hp ketangannya


Riko kembali masukin hp ke saku celananya sambil pura-pura sedih dan terisak, bibirnya di cemberutin, sumpak eneeqq gue ngeliatnya


"Pedih hati gue.. udah bantu lo kasih no Tatiana semalam, bukannya dapat ucapan terimakasih, malah diganti panggilan kesayangan gue buat Tatiana... ihiiks"


"Lo tau gak sikaplo yang sekarang..? udah kaya pacar yang cemburuan hahaha"


"Cih, mana ada kata cemburu dalam kamus gue"


"Yaudah PJ kapan Pj..?" tanya Riko penuh semangat


"Apaan tuh..?"


"Pajak jadian elaahh... kidu beut dah temen gue yang satu ini"


"Masih sekolah aja udah berani narikin pajak lo, gimana kalo udah jadi wakil rakyat"


"Jangan pura-pura egoo dah"


"Gue belum jadian sama dia..."


"Belum.. berarti akan jadian dong?"


"Belum tentu juga... perasaan gue belum sedalam itu sampe mau jadiin dia pacar"


"Jangan sok jual mahal.. gue tau lo berdua udah sama-sama saling suka, sayangnya Tatiana merasa lo gak suka sama dia, malah spertinya dia merasa lo...."

__ADS_1


"Dari sikap gue semalam, gue yakin dia udah tau perasaan gue!" gue memotong pembicaraannya Riko


Riko natap gue sambil geleng-gelengin kepalanya, memangnya apa yang salah sama gue?


"Belum tentu bro... dan hati-hati banyak yang ngincer Tatiana.., jangan sampe gara-gara lo merasa perasaanlo belum dalam sama dia, akhirnya lo keduluan yang lain" nasihatnya


"Termasuk lo?!"


"Termasuk gue..." jawab Riko sabil ngedipin sebelah mata dan nepuk-nepuk pundak gue


**********


Bel istirahat pertama sudah bunyi daritadi, tapi aku masih mondar-mandir didepan jalan setapak ke arah taman, tinggal belok kiri sudah sampai ke tempat yang dimaksud kak Arga, tapi sepertinya aku belum siap menemui kak Arga lagi


Ayo berani dong Nay... lupakan kejadian semalam.. anggap aja itu cuma mimpi


Aku menyemangati diriku sendiri. Kutarik nafas panjang dari hidung dan ku keluarkan dari mulut, begitu selanjutnya selama berkali-kali, tapi jantung ini masih terus berdetak cepat.


pelan-pelan kulangkahkan kakiku, kuintip ke arah gazebo kecil taman rahasia itu, tempat yang biasanya di duduki kak Arga, tapi ternyata kosong.


Untunglah... berarti batal ketemuan hari ini


sambil menghela nafas panjang, aku langsung balik badan dan menabrak badan seseorang, yang ditabrak seperti batu tidak bergerak sama sekali, malah aku yang kehilangan keseimbangan dan nyaris jatuh kebelakang tetapi tangan orang itu menahannya.


Ku dongakkan kepalaku ke wajahnya, ternyata yang kutabrak kak Arga... darah kembali terasa berkumpul diwajahku, setelah aku berdiri dengan stabil, kak Arga langsung melepas tangannya dari pinggangku dan jalan ke arah gazebo dan aku mengekor dibelakangnya


Kak Arga duduk di gazebo itu, meluruskan kedua kaki panjangnya kemudian menatap dingin ke arahku


Aku hanya bisa berdiri mematung didepannya, dan hanya menundukkan kepala menyembunyikan raut wajahku yang memerah


"Yang semalam... gue minta maaf" katanya


Aku langsung mengalihkan pandanganku ke kak Arga, senyum tersungging dibibirnya, dan ketika melihat luka dibibir itu aku kembali menundukkan kepalaku


"Aku juga minta maaf kak untuk luka itu.."


Hening... tidak terdengar balasan dari kak Arga, penasaran aku ingin lihat reaksinya, tapi aku tidak berani menatapnya, aku masih terus menunduk, jari-jari tanganku saling meremas, aku berusaha menenangkan diri


Terdengar langkah kaki kak Arga yang mendekatiku, aku menunduk semakin dalam, Astaga Tuhan... aku benar-benar salah tingkah dibuatnya


"Bagus kalau lo juga menyadari kesalahan lo.." katanya sambil berlalu pergi ninggalin gue


Gue ternganga gak percaya...


Hah..! lagi-lagi permintaan maaf yang aneh seperti ini... dan dia ngajak ketemuan cuma mau bilang itu doang..? chat aja kan bisa.. hadehh


Dan sejak kapan dia tadi ada dibelakangku...? apa dia melihat aku yang jalan mengendap-ngendap ke taman....? Huwaaa memalukan banget sihh...!!


Eh tunggu.. dia pikir gue juga salah... hah...?!

__ADS_1


Dengan kesal aku balik badan, menatap tajam punggung tegap kak Arga, rasa marah menggantikan rasa malu yang sempat kurasakan tadi


__ADS_2