
Ruang club Taekwondo
Bug... Bug... Bug... bunyi sand-sack yang jadi target pelampiasan kemarahan gue. Pukulan samping, pukulan dari atas kebawah, pukulan ke bawah, sampe dwi huryeo chagi udah gue lakuin, tapi masih belum bisa ngurangin emosi gue.
Padahal udah kehabisan tenaga, tapi gue belum puas juga, masih banyak emosi yang berkecamuk dalam dada gue.
Dan ini, pertama kalinya gue ngerasain emosi yang memuncak seperti ini, biasanya walaupun ingatan buruk gue kembali, gue nggak pernah sampe seemosi ini, semarah ini. Biasanya cuma bikin jantung gue yang berdetak cepat, dan keringat dingin yang bercucuran.
Dan bukan salah Tatiana juga ingatan itu kembali, dia bahkan nggak tau apa-apa, ditambah gue harus nyudutin dia, ngancam dia sampai nangis.
Tuhan... Lihat dia nangis tadi, malah bikin gue tambah emosi, bukan emosi ke Tatiana lagi, tapi lebih ke diri gue sendiri.
Entah kenapa hati gue terasa tercabik-cabik lihat dia nangis, lihat dia ketakutan sampai gemeteran seperti itu. Gue pengen hibur dia, pengen meluk buat nenangin dia, tapi gue lah penyebab dia seperti itu.
Dan disinilah gue sekarang, ngelampiasin semua ketololan gue
"Kasian tuh sand-sack gak salah apa-apa lo gebukin"
celetuk Riko dibelakang gue, sejak kapan dia datang gue gak tau
"Butuh teman fight? kuy lah" pancingnya sambil deketin gue
Gue nggak respon dia, gue masih terus nendang dan mukul sand-sack didepan gue ini. Tiba-tiba Riko berhentiin gerakan gue, dia dorong bahu gue kuat-kuat, karena sudah kehabisan tenaga gue gak siap sama dorongan itu, jadi gue terjungkal kebelakang, gue pelototin dia, saat itu gue baru liat muka marahnya Riko
"Bangunlo! kebetulan gue juga mau hajar cowok pengecut yang bikin cewek nangis" bentaknya
Gue kaget, yang dia maksud bukan Tatiana kan? darimana dia tau gue udah bikin Tatiana nangis
Gue lansung duduk dan ngacak-ngacak rambut gue dengan kedua tangan gue, sambil jedot-jedotin jidat gue ke lutut
__ADS_1
Ngeliat gue sefrustasi itu, Riko nyamperin dan duduk disamping gue
"What's up brooo?! nggak biasanya lo sampe lepas kendali kaya gini" katanya sambil nepuk punggung gue
Nggak tau gue harus mulai darimana cerita ke Riko, gue sendiri aja bingung sama diri gue sendiri. Jadi gue cuma diam sambil liatin sand-sack yang gue hajar tadi, dan Riko nggak tau tentang kenangan buruk gue 10 tahun yang lalu, nggak ada satupun temen gue yang tau, bahkan keluarga gue sendiri
"Gimana Tatiana?" cuma itu yang bisa keluar dari mulut gue
"Dia izin pulang cepat tadi, nggak enak badan katanya"
Nggak enak badan? apa gue penyebabnya ya karena udah bikin dia shock
"Lo kenapa sih bro? gue tadi liat lo nyudutin Tiana didepan gudang, masalahnya apa sih? jangan bilang karena omongan kita dikantin lo langsung ngelampiasin ke dia. Dan lagi... gue nggak pernah liat lo sampe hilang kendali gini karena cewek!"
Seperti nyatuin puzle yang berantakan, Ingatan-ingatan gue di lapangan dan kantin tadi saling tersusun rapi ditempatnya, hingga jadi satu puzle yang bikin gue tersentak kaget, apa gue cemburu??
"Gue tau yang ada diotaklo sekarang, lo baru menyadari sesuatu kan?" tebak Riko sambil nyenggol pundak gue dengan pundaknya
"Apa?" pancing gue
"Lo lagi cemburu hahaha, akhirnya gunung es bisa cemburu juga" ledek Riko
"kebanyakan nonton sinetronlo" kata gue sambil ninggalin Riko yang masih ketawa ngakak dengan pikirannya sendiri
"Cuy!" teriaknya lagi
"Apa lagi?" tanya gue galak
"Belakang celana lo bolong tuhh... buahahahha" jawab Riko sambil ketawa ngakak, reflek gue langsung pegang belakang celana gue, dan ada lobang yang lumayan besar disana
__ADS_1
Gara-gara emosi nendang sand-sack tadi, gue sampe gak sadar celana sampe bolong
"Sial!" suntuk gue disambut tawa ngakak Riko lagi, tawa yang menular, karena gue jadi ikut tertawa juga, ngetawain ketololan gue.
Gue samperin lagi Riko, sambil menghela nafas panjang gue buang semua sisa-sisa emosi gue dan duduk disebelahnya
"Lo udah dapat nama-nama yang bakal ikut LDKS nanti?" tanya Riko
"Udah, tinggal tunggu persetujuan kepsek" jawab gue sambil rebahin badan gue, baru berasa pegel-pegel sekarang gue setelah mukulin sand-sack secara membabi buta
"Tatiana masuk kan?" tanyanya lagi
"Yup" jawab gue sekenanya
"Gue rasa dia suka samalo Ga"
"Guenya nggak"
"Silahkan bohongin dirilo sendiri, tapi lo nggak bisa bohongin gue hahaha"
"Serah lo dah" males gue ngeladenin
**********
Noted :
Sand-sack \= kantong pasir untuk melatih pukulan dan tendangan
Dwi Huryeo Chagi \= Tendangan berputar melalui belakang
__ADS_1