
Mobil melaju mulus dijalanan ibu kota, jika siang hari jalanan ini akan padat oleh berbagai macam kendaraan, tapi tidak bila malam hari, terutama di malam senin.
Lampu dari gedung-gedung bertingkat menambah keindahan jalan ini, yaahh jalan protokol ini memang terlihat lebih indah saat malam hari
"Nay.. ganteng sekali yaa anaknya teman mama tadi.
Siapa namanya...? Arga.. iyaa Arga..."
Mama memajukan posisi duduknya, tangannya memegang jok kursi mobil yang aku duduki, kepalanya didekatkan ke kupingku
"Bagaimana dia disekolah....? waahh pasti banyak gadis-gadis yang tertarik sama dia yaa...? banyak pacar pastinya..." tanya mama lagi penasaran
Mendengar namanya disebut, membuat perutku kembali mencelos, mukaku terasa panas.
Antara senang, kesal, dan marah semuanya bercampur jadi satu, mengaduk-ngaduk perasaanku dan selalu teringat kak Arga yang sudah mencuri ciuman pertamaku
"Ikh, gunung es kaya begitu... mana mau dia pacaran.
Autis dia ma.. cuma asik sama buku-bukunya doang." jawabku sambil tersenyum sinis
"Kamu tidak boleh bicara seperti itu..., dia anak sahabat mama." gerutu mama sambil menepuk pundakku
Mama kembali mundur, balik keposisi duduk awalnya
"Beneran ma... kan aku yang lihat kegiatan dia sehari-hari disekolah" kataku membela diri
"Tapi bukan seperti itu kesan yang kakak lihat tadi."
kak Bima ikut menimpali
Mukaku kembali bersemu merah, pasti kak Bima tau apa yang terjadi tadi... bagaimanapun juga dia kan playboy, pastinya dia tau reaksi cewek setelah mendapat ciuman..,cih!.
"Serah..." balasku
"Sepertinya dia suka sama Arga ma... buktinya dia tau kegiatan Arga setiap hari..."
"Apa kak Bima pikir mataku buta..? Orang semencolok kak Arga mana mungkin aku tidak lihat, aku juga 1 ekskul sama dia..."
"Bagus dong kalau kamu juga suka sama Arga... tante Liza tadi menyarankan perjodohan kalian, katanya Arga suka sama kamu."
Kak Bima melotot ke arahku, lalu mengalihkan tatapannya ke mama lewat spion dalam
"Terus mama jawab apa?."
"Mama jawab itu ide yang bagus"
"Ihh mama... kak Arga nggak suka sama aku.. mana ada cewek yang dia suka disekolah... dia cuma suka sama dirinya sendiri!."
Mama kembali memajukan posisi duduknya, mendekatkan kepalanya ke kupingku
__ADS_1
"Kata tante Liza Arga minta kepala sekolah untuk mengeluarkan senior yang sudah menamparmu di toilet sekolah... dari cerita yang mama dengar betapa marahnya Arga waktu itu saat ada yang menampar kamu sampai dia memaki-maki seniormu itu dihadapan pak Teguh. Kalau menurut mama... Arga tidak akan bertindak sejauh itu kalau dia tidak memendam perasaan ke kamu, tante Liza juga berpikiran seperti itu..."
Jadi kak Dewi dikeluarkan dari sekolah karena kak Arga.. Aku baru tau itu sekarang...
batinku sambil tersenyum
"Kamu tau tidak.. tante Liza sengaja bikin pesta ulang tahun dirumahnya itu juga karena kamu.. dia kepingin lihat kamu katanya, dan pingin lihat reaksi Arga saat ketemu kamu, buat memastikan saja Arga beneran suka atau tidak sama kamu."
"Terus..." tanyaku penasaran
Terus terang saat ini hatiku benar-benar sedang berbunga-bunga... memikirkan kata-kata mama barusan. Kak Arga suka sama aku... benarkah..?
"Cieee ada yang penasaran nih..." goda mama sambil mencubit gemas hidungku
"Ihh apaan sih... B aja" elakku sambil air mineral mengambil sebotol air mineral dan langsung meminumnya, menutupi grogi ku
"Sepertinya ada yang tergigit tadi.." kata mama sambil nyengir
Uhuk...uhuk... aku langsung tersedak minumanku, aku kembali minum pura-pura tidak tau apa yang sedang dibicarakan mama.
"Tadinya mau Bima tonjok dia ma"
"Kak Bima..!!"
"Bima..!!"
Teriakku dan mama berbarengan, kak Bima cuma mengangkat bahunya
"Apaan sih kak Bima.. Awas jangan macam-macam ya..!!" ancamku sambil melototin kak Bima
Dia balas menatapku jengkel
"Kalu curi-curi ciuman sekali dua kali sih mama tidak melarang..., mama juga pernah muda. Asal kalian jangan pernah melewati batas."
Entah harus senang atau tidak mempunyai ibu yang berpikiran terbuka seperti ini.. tapi kalau aku pikir-pikir lagi.., aku sangat bersyukur memiliki ibu seperti mamaku..
"Mama beneran mau ngundang mereka makan malam?."
"Iya.. masih kangen sama tante Liza, mumpung dia masih disini, dia jarang sekali ada di Jakarta, biasanya kan ikut suaminya."
"Kapan ma..?"
Membayangkan kak Arga ada dirumahku, membuat jantungku berdegup kencang. Ini baru membayangkan ya, bagaimana nanti kalau dia beneran ada dirumahku...
Kak Bima kembali melirikku, aku julurkan lidahku kearahnya dan dibalas pelotototan dari nya
"Hmmm mungkin setelah kalian pulang hiking..."
Mendengar kata hiking, aku langsung teringat ucapan kak Bima tadi
__ADS_1
"Kakak sebenarnya tidak ada rencana hiking sabtu besok kan..?!" tanyaku sambil micingin mataku kearahnya
Kak Bima melirikku sekilas lalu kembali mengalihkan perhatiannya ke depan
"Memang"
"Terus kenapa tiba-tiba mau hiking juga sabtu besok?"
"Kenapa..? nggak boleh...? memangnya kamu mau ngapain disana sampai takut kakak akan mengganggu kalian ?!"
"Apaan sih.. gak usah nyinyir deh.."
"Sudah... sudah... kalian berdua kalau tidak ribut sehari saja tidak bisa yaa..? Kei mama malah senang Bima ikut, dia bisa ngawasin kamu.. dia dan Arga"
Mama berusaha menengahi kami, kak Bima kembali melihat mama dari spion
"Mama kenapa bisa langsung percaya saja sih sama anak yang baru dikenal itu..?!"
"Mama percaya sahabat mama pasti mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, seperti mama" jawab mama sambil menaikkan bahunya
"Mungkin kak Bima berfikir kalau kak Arga sama dengan dia ma... suka mainin cewek. Kak.. tidak semua cowok itu seperti kakak" ejekku dibalas dengan pelototan matanya, kujulurkan lagi lidahku
ting... bunyi chat masuk di hpku, dengan segera kubuka tas tanganku dan mengeluarkan hp dari dalamnya. kugeser tombol buka dan langsung klik aplikasi chat.
Ada no asing di chat teratas, penasaran aku buka pesan itu
"Besok istirahat pertama bisa ketemuan?"
hah ketemuan...? siapa sih.. aku klik gambar profilenya tapi cuma gambar pemandangan, jadi aku tidak tau siapa dia.
Aku paling malas balas chat no yang tidak dikenal, bahkan jarang aku buka isi chat nya. Aku kunci lagi hpku dan langsung masukin lagi kedalam tasku
Kulihat kebelakang mama lagi asik sama hpnya, berbalas chat dengan temannya sambil senyum-senyum sendiri
Kualihkan pandanganku keluar jendela, menikmati pemandangan ibukota di malam hari, baru sebentar sudah bunyi lagi hpku, kembali kukeluarkan dari dalam tas dan langsung buka pesan masuk dari no tidak dikenal tadi
"Ini gue Arga"
Ohh!! pekik ku girang, mengundang tatapan penasaran dari mama dan kak Bima, aku cuma balas nyengir ke mereka
Aku : "Dimana kak?"
Arga : "Ditaman biasa"
Aku : "Hah.."
Arga : "???"
Aku : "Iya.. iya.."
__ADS_1
Lama kutunggu balasan chat dari dia.. 5 menit.. 10 menit.. sampai aku dikamarku dan bersiap untuk tidur tapi tidak ada pesan masuk lagi dari kak Arga. Sial!!.