
Di Ruangan Pak Teguh
"Tadinya kami cuma mau gertak aja pak, tapi Tatiana jedotin kepalanya dibibir saya, sampe berdarah nih pak" terdengar salah satu dari geng itu membela diri dari dalam ruangan pak Teguh pas gue mau buka pintu
Dengar dia nyudutin Tatiana, emosi gue kembali naik, segera gue buka pintu itu, disambut tatapan pak Teguh, Riko dan hama-hama sekolah itu
"Siapa yang tadi nampar Tatiana?" tanya gue kesal sambil natap tajam cewek itu satu persatu, mereka tidak ada yang mau ngaku, bikin gue tambah emosi
"Jawab bgsd!!!" teriak gue disusul pekikan kaget mereka, Riko langsung diri nyamperin gue, berusaha nenangin gue
"Dewi Ga" jawab salah satu dari mereka sambil nunjuk yang namanya Dewi
"Pak saya tidak mau tau, keluarin dia dari sekolah ini, gak guna! cuma jadi sampah disini" kata gue sambil natap tajam pak Teguh, dia langsung salah tingkah sambil ngelirik Riko
Riko narik tangan gue, maksa ngajak gue keluar dari ruangan itu
"Lo kenapa sih bro? kenapa jadi gak bisa ngendaliin diri gini sih lo sekarang?" tanyanya sambil dorong bahu gue
"Lo belain mereka?!" bentak gue
"Bukan gitu bro, lo cuma kelewatan aja tadi bicara sama pak Teguh, gimanapun dia wakepsek disini. Ya gue tau bokaplo pemilik sekolah ini, tapi gak gini juga kali cara lo ngomong sama pak Teguh, lo teriak-teriak diruanganya kaya gak ada hormatnya aja lo"
Gue langsung ngacak-ngacak rambut gue kesal, gue tau gue salah, tapi tetap aja gue gak bisa kendaliin emosi gue ini
"Bro, seemosinya lo selama ini, gak pernah lo lepas kendali sampai kaya begini, dari kemaren bawaanlo emosian terus, kenapa sih?" tanya Riko lagi
"Haaahh pusing gue" jawab gue sambil ninggalin dia
Gue samperin Tatiana ke UKS tapi dia udah nggak ada, mungkin masuk kelas kali, gue lirik jam ditangan baru menunjukkan pukul 7.30, tadi gue bilang sama Tiana jalan jam 8, jadi masih ada setengah jam lagi, tapi gue udah gak sabar mau keluar dari sini, gue langsung susul dia kekelasnya
Gue ketuk-ketuk pintu kelasnya Tiana
"Masuk" teriak guru didalam
Gue langsung buka pintu dan menghampiri bu Ita, guru matematika
"Selamat pagi bu, saya dan Tatiana diminta pak Teguh untuk mewakili sekolah menghadiri pameran IPTEK di SMA Tunas hari ini"
"Oh baiklah kalau begitu, Tatiana kamu boleh pergi sekarang"
"Baik bu" jawab Tatiana sambil merapihkan buku-bukunya kedalam tasnya, dan langsung nyamperin gue
"Kami jalan sekarang bu" pamit gue
"Hati-hati dijalan dan jaga nama baik sekolah"
"Baik bu" jawab gue dan Tatiana serempak
Sampai diparkiran, gue kasih helm ke Tatiana, dia langsung pake helm itu, rambut panjangnya dibiarkan tergerai dibelakangnya
"Rambutnya gak digulung dulu? nanti kusut lagi"
__ADS_1
tanya gue
"Nggak usah kak, biasa juga gak penah digulung" jawabnya sambil tersenyum.
Senyumnya itu...
Langsung bikin emosi gue menguap entah kemana
*********************
Yeaahhh aku dibonceng kak Arga, teriakku dalam hati, cuma duduk dibelakangnya aja udah bikin aku happy, apalagi kalo duduk jadi mempelai wanita disampingnya yaa, aku senyum-senyum sendiri ngebayanginnya
Biarpun nggak ada obrolan diantara kami, aku tetap rela, asalkan dia ada disampingku hehe
Tiba-tiba kak Arga parkir motornya dipinggir jalan
"Ada apa kak? kok berhenti disini?" tanyaku bingung, karena ini baru setengah perjalanan ke SMA Tunas
"Laper, tadi nggak sempat sarapan" jawabnya sambil turun dari motor langsung nyamperin tukang bubur ayam
"Bang bubur satu nggak pake ayam" pesannya sambil duduk dibangku panjang sebelah gerobak bubur, aku langsung ikut duduk didepannya
"Kak Riko nggak suka ayam ya?" tanyaku penasaran
Karena kemaren dikantin dia pesan mie ayam gak pake ayam, dan sekarang bubur ayam juga gak pake ayam
"Lo gak laper?" dia malah balik nanya bukannya jawab pertanyaanku
Mana boleh aku keluar rumah tanpa sarapan
Udah obrolannya gitu aja? sekarang dia asik makan bubur ayam tanpa ayamnya itu, basa basi nawarin aku juga ngga, tawarin minum kek, haus aku ini, Huft!
Sambil nunggu dia makan, iseng-iseng aku buka si om, kuketik arti nama Argana trus enter, keluarlah hasil pencarian itu, aku langsung nahan ketawa liat arti nama itu, kenapa bisa pas gini sih? heheh
Kulirik kak Arga yang masih asik sama buburnya, iyaa dia emang tinggi kaya gunung, gunung es hihihi
Mendengar cekikikanku kak Arga langsung menatapku dengan sebelah alis naik, aku langsung alihin lagi tatapanku ke hpku
Setelah bosen mainin hp, kembali kulirik kak Arga, dia udah selesai makan, sekarang lagi natap aku, aku langsung salah tingkah, kualihkan lagi mataku ke hp, kenapa jadi mati gaya begini sih aku
"Maaf" katanya sontak membuatku kembali melihatnya
"Maaf apa kak? tanyaku
"Kemaren udah marahinlo" jawabnya sambil terus natap gue
"Oh aku yang salah kak, aku yang ganggu kakak ditaman"
"Baguslah kalo nyadar" katanya sambil nyamperin tukang bubur, bayar terus langsung jalan kemotornya
Minta maaf apaan kaya begini? Huft!
__ADS_1
"Mau naik gak?" tanyanya galak
"Iya.. iya..."
Dasar gunung es sialan!, suntukku dalam hati sambil nyamperin dia.
**********
"waahh rame juga ya kak" seruku ketika kami sudah sampai di SMA Tunas, bukannya respon aku dia malah jalan masuk duluin aku, dasar gunung es, huft!
Sambil berusaha mensejajarkan langkahku dengannya, aku melihat-lihat karya ilmiah remaja-remaja tanah air, Sesekali kami berhenti saat ada yang mendemonstrasikan alat peraganya
Tujuan diadakannya pameran ini untuk memperkenalkan hasil-hasil terkini perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi tanah air.
"Ganteng banget gila"
"Sedot hatiku bang"
"Anak SMA mana ya?"
Celotehan cewek-cewek anak SMA lain, aku langsung ngelirik kak Arga, seperti biasanya gunung es itu cuma pasang muka dingin, dan itu membuatku terkikik sendiri, makan tuh gunung es hehehe
Mirip sektetarisnya, aku terus ikutin dia kemanapun dia melangkah, dia jalan aku jalan, dia berhenti aku juga berhenti.
Huft! ngebetein banget sih, ngobrol kek, bahas pameran ini kek, apa kek, aku dah kaya jalan sama robot aja
"Aku mau kekantin ya" kataku sambil cemberut
"Hmmmm" jawabnya
Aaarrggghhhhhhh tambah ngebetein gak sih
Sambil ngentakin kaki kesal, aku langsung ninggalin dia kearah kantin
"Hai cantik.."
"Wuidiihh bening bro"
goda cowok-cowok SMA lain, aku langsung natap galak kemereka
"Apaa?!" bentakku galak
"Gue demen nih yang galak-galak gini"
"Gemesin ya bro"
"Yoai"
Dasar cowok-cowok sialan!
Sekalinya genit, genit banget
__ADS_1
Yang dingin, dingin banget kaya es kutub, Huft!