Tak Bisa Ke Lain Hati

Tak Bisa Ke Lain Hati
Kantin Sekolah


__ADS_3

Jam istirahat pertama.


"Nasi gorengnya 1 sama es teh manis ya"


aku pesan menu favoritku di warung bu Siti, yang sekarang sudah jadi warung favoritku karena ada nasgornya hehe


"gak bosen lo pesen itu terus?" tanya Icha ketika aku membawa pesananku kemeja yang biasa kami tempati


"Tiada hari tanpa nasgor"


"Tau nih Tiana, gendut tau rasa lo"


sikempar Vava dan Vivi ikut menimpali


"Enak gila" jawabku sekenanya sambil masukin sesendok nasgor ke mulutku


"Btw kalian pada kasih surat cinta ke siapa?, kalo gue ke kak Riko of course" tanya Vava


"Kak Arga dong" jawab kakaknya Vivi


Mereka bukan kembar identik. Vava kakaknya justru lebih pendek dari adiknya Vivi. Bedanya bukan 2 atau 5cm, tapi beda 50cm!.


Tinggi Vava 155cm, sementara si adik Vivi 165cm.


Sepertinya sewaktu dikandungan, semua nutrisi disedot abis sama si Vivi, jadi Vava gak kebagian.


"Lo kesiapa Na?" tanya Vivi lagi sambil nyenggol tanganku


"Lo kasih kesiapa Cha?" aku malah lempar pertanyaan ke Icha


"Kak Riko... tenang aja" jawabnya sambil ngedipin mata ke aku


"Iihhh masa kita suka sama cowok yang sama sih!"


Vava cemberut kearah Icha, terus menggerutu sambil masukin risol kemulutnya


"Kalian harus bermain fair ya... aku gak mau loh kalau gara-gara cowok kita jadi ribut"


nasihatku sambil nyeruput es teh manis

__ADS_1


"Gak lah.. kita mah friend forever yaa Cha"


Vava langsung memeluk Icha, disambut jitakan Icha di kepala Vava


"Main peluk aja, emang gue bantal guling"


suntuk Icha disambut tawa aku dan Vivi.


Untungnya dengan ributnya Icha dan Vava, bikin Vivi lupa pertanyaan yang dia ajukan tadi ke aku.


"Btw kalian pada mau ambil ekskul apa?"


tanyaku, makin mengalihkan Vivi dari pertanyaannya tadi.


"Gue mah ngintil lo ae lah" jawab Icha


"Mang Tiana induklo? ngekor aja lo dah kaya anak ayam haha" ledek Vava


"Gue ikut ekskul yang diikutin kak Arga aja aahh" jawab Vivi sambil nyengir


"Klo lo apa Va?"


"Yee bodoorr, berarti lo adik kakak sama dong ekskulnya.. Kak Riko sama kak Arga kan ikut ekskul yang sama" kata Icha sambil geleng-geleng kepala


"Iya yaa... Iihhh males gue kalo di ekskul juga harus ketemu adek gue" Vava pura begidik


"Lo kira gue mau..? Hiiii. Lagian mana bisa lo masuk team basket, tinggilo kurang" timpal Vivi tak mau kalah.


Aku dan Icha tertawa liat kelakuan mereka berdua, dimanapun mereka berada, selalu aja ada hal yang diributkan. Walaupun begitu, terlihat jelas keduanya saling menyayangi.


"Vi liat Vi... Cowoklo lagi digelayutin monyet"


Vava nunjuk ke arah belakangku dan Vivi, kami memang duduk berhadap-hadapan, jadi tidak lihat siapa dibelakangku, makanya aku dan Vivi langsung putar badan liat kearah yang ditunjuk Vava.


Deg! aku reflek putar badan lagi, terlihat disana


si monyet yang dimaksud Vava adalah kak Diah, dia sedang gelayutin tangannya ke tangan kak Arga. Sementara tiang yang digelayutin, berusaha melepaskan tangan sang monyet dari tangannya.


Aku sibuk menenangkan jantungku yang berdetak kencang, untung kak Arga tidak melihatku

__ADS_1


Masih malu aku gara-gara surat sialan kemarin.


Sebisa mungkin aku menghindari tatap muka dengan kak Arga dulu.


Sementara Vivi disebelahku, sibuk menggerutu liat pemandangan itu, aku dan Icha saling tatap-tatapan.


Jangan kasih tau Vivi aku kirim surat ke kak Arga.


Beres. Begitu kira-kira mata kami saling berbicara.


"Please Ga temenin gue, bentaran ajaaa"


terdengar rengekan si monyet ketika mereka melewati tempat dudukku


"Beneran gue ga bisa... lepasin tanganlu kek risih gue" gerutu kak Arga


"Ga lo kok gitu sih sama gue? please..."


rengek kak Diah lagi, sekarang kak Arga sudah berhasil melepas tangan simonyet dari tangannya.


"Mie ayam 1, gak pake ayam" teriak kak Arga ke mang Dadang, yang jualan bakso dan mie ayam disebelah warungnya bu Siti


What? mie ayam tanpa ayam? batinku


"Liat tuh simonyet, gak tau malu banget"


Vivi masih terus menggerutu disebelahku.


Buru-buru kuhabiskan nasgor dan es teh manisku, mau kabur dari kantin sebelum kak Arga melihatku


"Aku duluan yaa" pamitku


"Ngapain buru-buru? bel masih lama" tanya Vava


"Kebelet" jawabku sambil balik badan dan meninggalkan mereka.


Bukannya ke toilet, aku malah ke taman kecil yang ada dibelakang sekolah. Disini hanya ada beberapa tanaman apotek hidup dan kolam ikan yang tidak terlalu besar, ada gajebo kecil disebelahnya.


Beberapa kali aku kesini, tidak pernah ketemu satupun murid. Berarti aku bisa tenang baca novel online disini.

__ADS_1


Dan yang terpenting, bisa ngumpet dari kak Arga.


__ADS_2