
Seperti biasa pagi pagi Mia menata kue di rak dan Zahra sedang mengangkat kue kue dari oven. Saat dilihat jam sudah menunjukan jam 9.
"Mi, buka aja tokonya Mi sudah jam 9"
Teriak Zahra dari dapur yang biasa dia membuat kue kue
"Iya teh"
"Permisi neng"
Tak lama setelah toko di buka datang seorang ibu ibu yang memakai gamis navy dengan kerudung panjang.
"Oh iya bu, bukannya ibu yang kemarin datang kesini ya bu?"
Tanya Mia, ternyata perempuan dihadapannya adalah orang yang kemarin datang ke tokonya.
"Iya neng, kemarin saya lupa mau menghubungi yang punya toko, soalnya kertas yang tertulis no Hp nya hilang"
"Oh, silahkan duduk dulu bu, saya panggilkan teh Zahra nya dulu"
Mia menghampiri Zahra yang sedang sibuk di dapur
"Mi ini aku coba bikin cake buat dessert gitu, kamu cobain deh"
"Wah kayanya enak teh, kue baru ya teh?"
"Iya percobaan dulu, kalau laku nanti kita produksi"
__ADS_1
"Oh iya teh hampir saja aku lupa, itu ada ibu ibu yang tadi malam aku ceritain, mau ketemu teh Zahra"
"Oh, Ya sudah aku titip kue yang masih di oven ya, aku ke depan dulu"
Siapa sangka Zahra bisa jago bikin kue, padahal dia pemula, yang dimulai dari belajar otodidak, dan beberapa belajar kursus online akhirnya Zahra bisa bikin kue, dan kue hasil tangannya, enak dan rata rata langganannya merasa puas dengan kuenya.
"Permisi bu"
Sapa Zahra saat mengahampiri tamunya yang sedang menghadap ke luar.
"Ummi Aisyah"
Ucap Zahra saat mereka berhadapan
"Zahrana ya?"
Zahra langsung menyalami tangan Ummi Aisyah
"Alhamdulillah baik ra, kamu sendiri apa kabar, makin cantik aja, Ummi jadi pangling lihat kamu"
"Ah Ummi bisa saja, ayo mi duduk dulu"
Zahra mengajak Ummi Aisyah duduk di kursi dekat jendela tempat tunggu jika pembeli antri.
Karena toko Zahra masih kecil, di sana hanya ada 2 meja dengan masing masing 4 kursi berhadapan.
"Ternyata ini toko milik kamu ra?"
__ADS_1
"Iya Alhamdulillah mi, Setelah tidak kerja di Jakarta lagi, aku coba buka usaha saja, ya meskipun kecil"
"Alhamdulillah, hebat kamu sudah jadi pengusaha"
"Ah ummi bisa saja, toko kecil juga mi, masih sewa"
"Eh jangan salah Zahra semua pengusaha besar juga tadinya mulai dari usaha kecil, siapa tahu nanti usaha kamu maju dan punya toko sendiri yang lebih besar dari ini"
"Aamiin"
Zahra kenal Ummi Aisyah, saat waktu masih kuliah dulu, di kampus Zahra ada organisasi Liqo ( seperti grup belajar ngaji bareng).
Fatma teman sekelas Zahra yang mengajak Zahra ikut dengannya Liqo bareng, Dan Ustadzah yang membimbingnya itu Ummi Aisyah, berkat Fatma dan kenal dengan Ummi Aisya, perlahan lahan Zahra mulai hijrah, dulu Meskipun sudah pakai kerudung namun penampilannya belum seperti sekarang.
Kaos lengan panjang atau kemeja lengan panjang, dengan setelan celana jeans dan kerudung yang di lilitkan di leher itu dulu penampilan Zahra sebelum ikut Liqo, tapi perlahan Zahra mulai merubah cara berpakaian sampai sekarang dia sedang belajar istiqomah dengan Gamis dan kerudung lebar yang menutup dada.
"Oh iya Ummi hampir lupa, Ummi kesini kan mau pesan kue buat acara pengajian ra, karena ke asyikan ngobrol sama kamu ini"
Haha
mereka tertawa bareng, Entahlah Zahra suka nyaman kalau bersama Ummi Aisyah, selain orangnya baik dan lembut, Ummi Aisyah juga selalu memberikan masukan masukan yang bagus jika Zahra sedang curhat dengannya.
"Oh iya mi, Silahkan Ummi mau pesan apa saja? dan buat kapan?"
"Ummi mau pesan untuk 100 orang ya ra buat hari minggu, bisa?"
"Minggu? 3 hari lagi berarti ya mi? Insyaallah bisa mi, tinggal pilih saja Ummi mau jenis apa saja"
__ADS_1