Takaran hidup Zahra

Takaran hidup Zahra
Punya mobil


__ADS_3

Tak lama yang di tunggu pun datang, Mobil terparkir di halaman rumah, untung saja rumah pak Iwan di pinggir jalan dan memiliki halaman yang cukup buat parkir mobil di samping kolam ikan.


"Wah ini mobil anak kita pak, kita bisa naik mobil nanti kalau pergi pergi ga usah rental di teman bapak"


Bunda tersenyum senang sambil melihat lihat kedalam isi mobil.


"Iya bun, Alhamdulillah rizkinya anak kita bagus, ngomong ngomong kamu sendiri sudah bisa nyetir ra?"


Tanya pak Iwan


"Pas masih di Jakarta pernah belajar beberapa kali sama teman, lumayan lah pak tapi belum bisa ngebut, he"


"Awas aja kamu kalau sampai ngebut, bapak ga izinin kamu bawa mobil"


"Iya pak aku bercanda ko"


Saat mereka bertiga sedang sibuk melihat mobilnya, datang ceu Yuni yang kebetulan lewat.


"Rental mobil mau kemana kang Iwan?"


Kepo ceu Yuni


Yah biasanya Pak Iwan rental mobil jika mau pergi pergi karena pak Iwan tidak suka jika naik angkutan umum, suka repot dengan bawaan dan kadang bunda yang suka mabok perjalanan.


"Ini mobil anak kita ceu Yuni, baru beli"


"Mobil Zahra maksudnya"


Mata ceu Yuni melotot karena tak percaya jika mobil yang terparkir itu mobil milik Zahra.


"Bener itu ra"?

__ADS_1


"Iya ceu"


Jawab singkat Zahra


"Wah hebat kamu yah padahal baru buka toko sekarang sudah bisa beli mobil, tapi sepertinya bukan mobil baru ya?"


Tetangga satu ini kadang mulutnya tidak bisa di kontrol, apalagi melihat orang lain lebih darinya.


"Iya ceu Alhamdulillah rizki aku baru kebeli yang bekas, soalnya butuh juga ceu"


"Nyicil berapa ra?"


Masih aja kepo ceu Yuni


"Alhamdulillah cash ceu"


"Oh ya sudah saya permisi"


"Tuh pak lihat kelakuan tetangga kita yang satu itu"


Bunda berbicara dengan pelan kepada suaminya karena takut terdengar sama orangnya.


"Sudah biarkan saja"


Di tempat lain ceu Yuni menyebarkan kabar yang baru saja dia lihat di rumah pak Iwan


"Beneran ceu Zahra beli mobil"


Tanya perempuan berambut pirang


"Iya, barusan saya lewat dari rumahnya, sepertinya baru datang, tapi mobil bekas sih bukan baru"

__ADS_1


"Ya ga papa lah ceu bekas juga daripada kita yang bekas ga kebeli apalagi yang baru"


jawab ceu Sri


"Aduh ceu Sri ini kalau aku sih ya mending beli baru lah daripada bekas, yang anehnya si Zahra dapet uang darimana ya beli mobil itu?"


"Yah kalau menurutku sih gapapa yang bekas juga yang penting masih bagus, terus urusan dia dapat uang darimana, ya mungkin dia punya tabungannya kali kan dia kerja di Jakarta sebelumnya"


Jawab ceu Sri yang tak berprasangka buruk seperti ceu Yuni


"Besok lusa aku libur ga buka toko dulu pak bun, nanti kita jalan jalan yah, kita kan sudah lama ga pergi jalan jalan"


Ajak Zahra kepada orang tuanya, rencananya dia ingin mengajak jalan jalan orang tuanya.


"Wah bener tuh ra, tapi ga sayang toko mu tutup, kan baru juga buka"


"Bukan tutup bun, masih ada Mia yang jaga, aku juga sekalian mau bawa keperluan toko, sudah janjian sama yang jual tinggal bawa saja, nanti kita berangkatnya pagi saja bun"


"Ya bunda terserah yang mau ngajak aja, iya ga pak?"


"Iya bapak mah ngikut aja, tapi kamu memangnya sudah punya SIM? mau ngajak kita jalan jalan?"


Tanya bapak yang baru sadar kalau anaknya baru beli mobil


"Belum pak, baru mau niat bikin, ga papa pak kita jalan jalannya lewat jalur aman saja. haha"


"haha"


mereka semua tertawa


"Kamu ini ada aja, ya sudah hayu masuk tidak enak di lihat tetangga, nanti di sangka pamer"

__ADS_1


Ajak pak Iwan kepada anak dan istrinya.


__ADS_2