
Sehari dua hari mungkin sempat terlintas di pikiran Zahra tentang Fatir, namun seiring berjalannya waktu dan dukungan dari sahabatnya kini Zahra sudah move on. Sebulan dari pertemuan dengan Fatir, tak terasa Zahra sudah menyelesaikan karya novel ke 4 nya, dan Alhamdulillah semakin kesini semakin banyak orang yang menyukai novel Zahra, kadang juga Zahra promosi Kuenya di Akhir cerita atau dijadikan beberapa foto ilustrasi novelnya, dan hasilnya lumayan sangat memuaskan, sekarang pelanggan Zahra menjadi bertambah, karena sekarang toko kue Zahra selain menerima pemesanan via ojek online juga, Zahra buka online shop juga, jadi beberapa kue kering bisa di order via online.
"Teh orderan online sudah selesai di packing semua, tinggal tunggu kurir dari ekspedisinya jemput"
"Oh, iya mi terimakasih, kalau dessert pesanan bu Rita udah di ambil Ojol?"
"Oh sudah teh, semua beres"
"Ok, aku titip toko dulu ya, mau keluar sebentar"
Mia sekarang menjadi orang kepercayaan Zahra, sekarang Mia yang megang kasir, dan ada dua lagi karyawan lainnya.
Zahra pergi ke mall tak jauh dari tokonya untuk pergi ke toko buku, Zahra membeli resep kue, untuk referensi dan mengasah kemampuannya dalam membuat kue, supaya lebih inovatif lagi, supaya para pelanggan tidak bosan dengan menu kue yang ada.
tuk.
Buku yang di pegang Zahra jatuh, karena tersenggol tangan seseorang, sang pelaku pun segera membawa buku Zahra yang jatuh
"Maaf teh saya tidak sengaja"
Ucap Zidan
"Iya ga papa, permisi"
Zahra pergi ke kasir untuk membayar bukunya.
Sedangkan Zidan masih di tempatnya memperhatikan Zahra, dan tak lama pergi dari toko buku tersebut.
"Zahra"
__ADS_1
Sapa seorang perempuan yang tak lain adalah teman lama Zahra.
"Novi, hei apa kabar?"
Zahra tersenyum ramah dan mereka pun saling berjabat tangan.
"Baik ra, kamu kemana aja? lagi pulang kampung ceritanya?"
"Engga din, aku sekarang tinggal di Bandung"
"Oh, nikah sama orang mana ra?"
Zahra tersenyum sambil menjawab
"Belum din"
"Oh belum, kirain sudah, ko betah sih sendirian aja, cepetan nikah biar ada teman hidup"
"Iya, jangan lupa undangannya di tunggu loh"
Zahra melesat mengendarai motor, karena jam segini jam macet, maka Zahra memakai motor milik Mia, supaya lebih cepat pikirnya.
Saat beberapa langkah di toko, terdengar seorang anak kecil memanggil namanya.
"Ateu Zala"
Saat menoleh ke arah suara, Zahra mendapatkan seorang anak perempuan imut sambil melambaikan tangannya.
"Keyra, sama siapa kamu kesini sayang?"
__ADS_1
Zahra kaget melihat ponakannya berada di toko.
Zahra segera menghampirinya dan memeluk ponakannya yang baru ber umur 4 tahun.
"Sama emak bapaknya lah, ga mungkin dia sendiri"
Jawab Nisa baru terlihat dari arah toilet.
"Teh Nisa? kapan datang? ko ga kabarin mau kesini teh?"
"lumayan ada dua puluh menit, sengaja biar surprise, jadi ini owner tokonya?, tadi keyra sudah makan kuenya loh satu dan belum di bayar"
Ucap Nisa sambil tersenyum
"Apaan sih teh, keyra teh Nisa udah ambil aja apa yang kalian mau, suamimu mana teh?"
"Itu lagi ngerokok di luar, emang ga lihat kamu tadi masuk?"
"Engga teh, Teteh sudah pulang ke rumah dulu atau langsung kesini?"
"Ya ke rumah dulu atuh, masa orang tua di nomor dua kan setelah adik sih, tadi Keyra yang rewel ingin jalan jalan, dan bunda nyuruh kita kesini saja biar sekalian tahu tokomu, lumayan rame ya ra tokonya"
"Alhamdulillah teh"
"Ateu mau kue yang di box itu"
Tunjuk Zahra ke kue yang berada di jajaran kue dessert.
"Oh tentu boleh dong key, tapi sayang dulu dong ateu nya"
__ADS_1
Dengan polosnya Keyra mencium kedua pipi Zahra.
Mereka saling melepas rindu, meskipun Nisa masih di Bandung, namun mereka jarang bertemu.