
Disinilah sekarang Zahra berada, di rumah Ummi Aisyah, rumahnya terlihat sepi karena penghuni rumah ini hanya sepasang suami istri dan satu orang ART, sedangkan anak perempuan satu satunya sudah tidak tinggal bersama mereka lagi karena sudah di boyong suaminya, dan siang hari seperti ini sang suami tidak ada di rumah karena pergi bekerja, jadi tinggal lah Ummi dan ART.
Setelah menemui pemilik tempat toko Zahra, kemudian Zahra bergegas menemui Ummi.
"Di minum dulu ra teh nya"
"Iya mi makasih"
Jawab Zahra, setelah pergi berpanas panasan di jalan karena memakai motor, membuat tenggorokan Zahra terasa kering, dan begitu meneguk es teh buatan Ummi membuat dirinya segar kembali.
"Maaf ya Ummi jadi merepotkan kamu, siang panas begini jadi harus kesini"
"Tidak apa Ummi, kaya ke siapa saja, aku malah seneng bisa kesini, ngomong ngomong Ummi ada perlu apa sama aku?"
Tanya Zahra yang penasaran dari awal Ummi menelpon ingin bertemu karena ada perlu sama dirinya.
"Begini ra, ada seseorang yang ingin bertaaruf sama kamu, dia pria yang baik dan Insyaallah soleh, jika kamu tidak keberatan apa kamu mau bertaaruf dengannya?"
"Eum. gimana ya mi?"
Jawab Zahra yang masih bingung, Zahra masih sedikit kaget, ternyata Ummi ingin bertemu dengannya karena alasan ini.
__ADS_1
"Ya itu semua keputusan kamu, Ummi hanya menyampaikan saja, namun saran Ummi Zahra bisa mengikhtiarkannya ra, tidak perlu menjawab sekarang juga tidak apa apa ra, kamu pikirkan dulu, nanti akan Ummi kasih CV taarufnya ke kamu biar kamu bisa mempelajarinya"
"Baiklah Ummi"
Setelah bertemu dengan Ummi Aisyah Zahra selalu memikirkannya, sampai kini Zahra sudah pulang ke rumah dan disinilah sekarang Zahra, duduk di kasur miliknya sambil membuka HP melihat dan mempelajari CV taaruf yang Ummi berikan.
"Assalamualaikum ra jadi gimana keputusan kamu apa kamu menerima pengajuan taarufnya?"
Tanya langsung penelpon
"Waalaikumsalam fat, sabar dong, salamnya aja belum di jawab sudah main tanya aja kamu"
"hehe iya saking senengnya aku ra, tadi sebenarnya pas kamu chat, aku langsung ingin nelpon kamu tapi anakku lagi rewel"
"Jadi gimana ra, ditanya ko malah diam"
"Bismillah ya Fat, setelah aku pikirkan dan baca CVnya aku mau menerima pengajuannya ra"
"Alhamdulillah, aku doain ra semoga ini jawaban dari doa' mu, aku yakin Ummi Aisyah tidak akan sembarangan mengajukan pria, Insyaallah pasti pria baik, terus gimana sudah cerita ke orang tuamu? menurutku sih mending kasih tahu aja ra"
"Aamiin, iya ra tapi aku takut jika orang tuaku terlalu berharap lagi seperti yang sebelumnya, sedangkan aku takut mengecewakannya lagi, aku ingin memberitahunya jika aku dan dia sudah ada kepastian"
__ADS_1
"Baiklah jika itu yang menurutmu yang terbaik, oh iya apa kamu udah persiapkan CV taarufmu?"
"Oh iya ra aku hampir lupa jika kamu tidak mengingatkan, dari tadi aku sibuk membaca CVnya, sedangkan aku belum buat CV ku sendiri"
"ra ra, sudah sekarang kamu bikin CVmu terus kasih ke Ummi yang menjadi perantara kalian"
"Sip, makasih ya Fat, aku tutup telpon ya, mau bikin Cv taarufku dulu, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Dengan mengucap Bismillah Zahra mulai mengetik CV taaruf.
Ya CV nya nanti akan dikirimkan kepada Ummi Aisyah dalam bentuk softcopy untuk nanti disampaikan kepada pria yang akan bertaaruf dengannya.
Setelah membaca ber ulang ulang Cv yang Ummi Aisyah kasih, Aisyah menilai jika pria ini pria yang baik, melihat dari Visi misi pernikahannya juga hampir sama dengan dirinya.
Zahra meniatkan untuk berikhtiar lewat taaruf ini untuk bisa menemukan pasangan rusuknya, untuk hasil ia serahkan kepada sang Pemilik.
Taaruf artinya adalah saling mengenal atau berkenalan, baik itu berkenalan dalam artian luas ataupun dalam maksud khusus, yaitu taaruf menuju pernikahan.
Secara ringkas ada beberapa tahapan taaruf setelah ada dua calonnya (pria dan perempuan), tahapannya yaitu tukar cv taaruf, bisa dilanjut dengan tanya jawab jika di zaman sekarang bisa via online seperti Whatsapp, email, atau aplikasi lainnya namun tetap dengan didampingi oleh perantara taaruf dan menjaga batasan batasan taaruf, yang kemudian dilanjutkan untuk Nadzor ( bertemu) dengan didampingi oleh mediator atau perantara, yang utama untuk perempuan harus di temani oleh makhromnya, Setelah Nadzor kedua pihak dianjurkan untuk istikharoh, meminta petunjuk kepada Allah.
__ADS_1
Jika kedua pihak merasa cocok, maka kemudian Khitbah ( melamar) dan tahap selanjutnya yaitu pernikahan sesuai tujuan utama dari taaruf.
Maaf ya kalo banyak salah salah, Author juga lagi tahap belajar.😊