
Hari Minggu pagi taman komplek perumahan Griya resik selalu nampak ramai, seperti pagi ini Zidan lari pagi ke taman. Sudah kebiasaan Zidan tiap minggu pagi suka berolah raga dengan lari pagi, meskipun di hari lain pun kadang kadang dia suka melakukannya, namun suasana taman tidak se ramai seperti hari minggu.
Banyak orang yang berlalu lalang di taman kota, selain yang ber olah raga pun tak jauh darisana banyak para penjual makanan setiap minggu pagi, banyak jajanan yang di pajang disana mulai dari jajanan sampai sayur dan baju dan pernak pernik lainnya.
"Mang buburnya satu ya komplit"
Zidan duduk di kursi yang disediakan, sambil menunggu pesanannya, Zidan membuka Hp dan ada notif pesan masuk dari Ummi Aisyah.
Zidan tersenyum melihat isi pesannya.
"Ini CV taaruf Zahra, di baca dan dipelajari dulu ya, nanti jika kalian cocok bisa Ummi bikin kan grup Whatsapp supaya kalian bisa tanya jawab sebelum ke tahap selanjutnya"
Tak lama semangkuk bubur sudah tersedia di meja depan Zidan, tak butuh waktu lama untuk Zidan menghabiskannya karena perutnya sudah dari tadi minta untuk diisi.
Setelah selesai membersihkan diri, kini Zidan duduk di sofa dalam kamarnya sambil membuka file yang dia terima tadi, dia mulai tertarik dengan isi dari CVnya.
Ya pria yang mengajukan taaruf kepada Zahra dialah Muhammad Zidan Al farisy.
Di CV milik Zahra terlampir foto Zahra yang sedang bersama Ummi Aisyah, dengan gamis dan kerudung yang berwarna peach senada.
Zahra terlihat manis dengan muka sedikit cubby dan lesung pipi di kedua pipinya.
Zidan membaca beberapa kali, terlihat dari CVnya Zahra perempuan yang mandiri.
Flash back
Malam itu setelah Zidan memeriksa Suaminya Ummi Aisyah yang tiba tiba jatuh sakit.
"Terimakasih ya Zidan, sudah Ummi repotkan"
__ADS_1
"Iya Ummi sama sama, jangan lupa obatnya di minum, dan yang antibiotik sama Vitaminnya dihabiskan ya"
"Iya, oh ya jangan bilang sama Hana ya kalau Abinya sakit, Ummi takut dia jadi kepikiran kasian masih awal masa kehamilannya"
Hana adalah anak semata wayangnya Ummi Aisyah.
"Iya mi tenang saja, ngomong ngomong sudah berapa bulan ya mi sekarang Hana?"
"Sudah 4 bulan dan, ga berasa Ummi bakal gendong cucu dari Hana, tinggal nanti nunggu cucu dari kamu"
"Ah Ummi bisa aja, masih lama mi,ketemu jodohnya aja belum, ya sudah aku pamit pulang ya mi"
Jawab Zidan sambil tersenyum, sudah biasa dirinya bercanda dengan Ummi membahasa seperti ini.
"Ummi doain supaya cepat dipertemukan jodohnya, oh iya mau tidak jika ber taaruf sama anak didik Ummi?"
Zidan hanya mengerutkan dahi mendengarnya, pasalnya walaupun sering bercanda membahas jodoh baru kali ini Ummi membahas taaruf.
Zidan masi diam mendengarkan Ummi Aisyah berbicara.
"Kamu ingat perempuan yang mengantarkan kue pas acara pengajian kemarin? yang kamu bantu angkat kuenya?"
"Kan ada dua orang mi"
Zidan tampak berpikir, seingatnya waktu itu ada 2 perempuan yang datang kesini
"Yang tidak memakai kaca mata, gimana masih ingat? Zahrana namanya, gimana kamu mau? dia juga sudah siap untuk menikah, tinggal nunggu jodohnya"
"Aku pikirkan dulu ya Ummi"
__ADS_1
Zidan tidak mau begitu saja untuk bertaaruf dengan seseorang, baginya taaruf bukan hal untuk ajang coba coba.
"Baik Ummi tunggu kabarnya ya, jika bersedia kamu bisa siapkan CV taaruf kamu, biar nanti Ummi yang ajukan"
"Baik mi, aku pamit Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
flash back off
"Bismillah hamba hanya bisa berikhtiar dan berdoa, hasilnya hamba serahkan pada Engkau Ya Allah, hamba minta yang terbaik"
Batin Zidan
Di Usianya sekarang dan pekerjaan yang sudah mapan tak di pungkiri jika Zidan juga menginginkan sosok pasangan yang bisa menemani di sisa hidupnya, teman berjuang bersama sama.
Bukan karena selama ini tidak ada perempuan yang menginginkan Zidan, namun Zidan merasa belum menemukan perempuan yang cocok untuk di jadikan istrinya dan dirinya ingin fokus mendirikan rumah sakit impiannya, dan sekarang saat impian sedang dia raih, Zidan rasa mungkin ini sudah waktunya dirinya untuk menyempurnakan agama, Zidan ingin menjemput jodohnya dengan cara yang benar yaitu dengan cara taaruf.
Zidan pun segera memberi kabar kepada Ummi Aisyah untuk melanjutkan proses taaruf.
Tak butuh waktu lama ada pesan masuk dan ternyata Ummi telah membuat grup yang anggota hanya berisi 3 orang yaitu Zidan, Zahra dan Ummi Aisyah. Ya peran Ummi Aisyah disini adalah sebagai perantara atau pihak ketiga dalam proses taaruf.
"Ummi sudah bikin grup, berarti Zahra mau melanjutkan taaruf ini, gercep juga Ummi udah di buatkan grup aja"
Monolog Zidan, awalnya Zidan ragu kalau Zahra akan menerima pengajuan taaruf darinya, namun tak disangka Zahra menerimanya juga.
"Assalamualaikum, selamat bergabung ya di grup, ini grup Ummi sengaja bikin untuk proses tanya jawab kalian berdua saat taaruf, setelah bertukar CV, Ummi persilahkan jika dari Zidan ataupun Zahra ada hal yang perlu ditanyakan"
Ucap Ummi membuka room chat di grup selaku perantara dari Zidan dan Zahra.
__ADS_1
Zidan sedikit penasaran membuka profil Zahra, dan Foto profil Zahra hanya terlihat bagian belakang seorang perempuan yang memakai gamis berwarna milo yang sedang duduk di tepi perkebunan, yang tak lain pasti Zahra